SENJA DAN REMBULAN

SENJA DAN REMBULAN
Terganggu


__ADS_3

setiap hari di kampus kerjaannya Rembulan Ya hanya mengganggu Angkasa saja sampai-sampai membuat pria itu benar-benar sudah capek dan juga Jengah serta merasa bosan, dirinya datang ke kota ini ingin hidup dengan tenang bukan malah diganggu dan juga orang yang mengganggunya itu adalah orang-orang yang paling ingin Ia hindari kecuali Senja.


Angkasa sangat tahu siapa itu Rembulan Dan apa hubungannya dengan segala sebab waktu kejadian tersebut dirinya juga berada di rumah mereka, dan bagaimana Papanya Itu membawa pergi sekolah dari tempat tinggalnya di kemudian merawatnya di luar negeri lalu sekarang Lalu dengan alasan ingin kembalikan wanita itu kepada keluarganya makanya mereka datang ke sini.


Angkasa sangat menyayangi Stella tidak ingin berpisah dari wanita itu dan tidak ingin wanita itu kembali kepada keluarganya lagi, maka itu Ia datang ke tempat ini dengan membawa sebuah misi yang tentunya tidak diketahui oleh semua orang kecuali dirinya dan juga Marcel.


Rembulan melakukan hal yang sama karena dirinya sangat hafal dengan nama anak kecil yang berusia 14 tahun yang waktu itu datang ke ulang tahun dirinya dan juga senja bersama dengan Arkan, kalau soal keberadaan akan ya memang sampai sekarang dianya tidak tahu sama sekali tetapi soal Angkasa Samudra itu tidak pernah IA lupakan dan bagaimana tatapan pria itu waktu Bertemu Dengannya saat ulang tahunnya bersama dengan Senja.


"kita lihat saja Apakah setelah ini dia masih berani untuk mendekatiku atau tidak, karena kalau sampai Papa tahu jika anaknya Mami Stella yang mendekatiku apa Otomatis bisa bahaya urusannya! "batin Angkasa yang sebenarnya juga merasa frustasi.


sebelum memasuki perguruan tinggi ini Marcell sudah memberikan perintah secara langsung kepada anaknya, bahwa jika nanti bertemu dengan anak-anaknya Stella maka ia harus bisa menghabisi mereka tanpa sisa dengan begitu setelah akan tahu bahwa keturunannya sudah tidak ada maka ia tidak akan pernah meminta untuk kembali kepada Leonardo.


Angkasa yang sangat menyayangi setelah dan tidak ingin Wanita itu pergi meninggalkannya karena sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri ya mau saja melakukan hal tersebut, hanya saja Ia tidak menyangka belum juga mendekati Senjana ternyata Rembulan sudah begitu getol ingin mendekat dengan yang membuat dirinya sedikit merasa tidak nyaman.


"kamu bisa tidak menjauh dariku sedikit soalnya aku terganggu dengan keberadaan Kamu, setiap aku kemana kamu selalu ikut dan aku mau menelpon seseorang pun tidak bisa karena kamu berada di dekatku terus ? " omel Angkasa ketika melihat Rembulan selalu saja menempel kepadanya..


Rembulan tertawa ketika melihat Angkasa memarahinya seperti itu, karena memang saat ini ya sengaja melakukannya itu untuk mendekati Angkasa ingin juga mengetahui gerak-gerik pria tersebut.


"Kamu kenapa tidak begitu menyukai keberadaanku di sekitarnya kamu, padahal tidak ada salahnya loh kalau misalnya kita dekat soalnya kan Aku tahu kamu itu masih single?" tanya Rembulan sambil naik turunkan alisnya seolah-olah sedang menggoda Angkasa saat ini.


Angkasa terlihat sedang mengepalkan tangan yang menahan emosi sebab Ia paling tidak suka jika ada orang yang mengganggu kegiatannya, darinya langsung menarik tangan Rembulan agar ikut teman yang menuju ke salah satu toilet yang berada di belakang kampus yang jarang sekali digunakan oleh para mahasiswa.


Rembulan terlihat tertawa kecil ketika melihat pria yang selama ini menolaknya malah membawanya ke tempat yang sunyi dan di sana pastinya Hanya mereka berdua saja, hal ini membuat dirinya ingin bersorak tetapi Percayalah terlihat terlalu berlebihan makanya ia pernah sendiri dan hanya menampilkan senyum terbaik di wajahnya.


"Wah ternyata kamu terburu-buru sekali ya ingin berduaan denganku sampai menarikku seperti ini, tenang saja aku hanya miliknya kamu kok tidak bakalan diambil sama orang jadi slow tidak usah terlalu lama ke bawah Takutnya nanti orang-orang bakal lagi merasa iri? "Rembulan tidak peduli dengan tatapan semua orang yang ada di situ yang penting intinya tujuannya bisa tercapai.


Angkasa meremas kuat tangan Rembulan yang sedang ada di dalam genggamannya membuat wanita itu sedikit meringis kesakitan, namun Ia tetap saja tidak berontak sama sekali membiarkan Angkasa melakukan sesuatu kepadanya sampai membuat pria itu puas dan dengan begitu Akhirnya bisa mencari tahu lebih jelas.

__ADS_1


Bughhh


Kini angkasa menyenderkan tubuhnya rembulan di dinding dengan begitu kasar membuat wanita itu benar-benar terkejut sampai-sampai punggungnya terasa begitu sakit, namun Ia tetap saja berpura-pura tersenyum seolah-olah menyerahkan bahwa keadaannya baik-baik saja.


"Sebenarnya apa maunya kamu? padahal kamu tahu kan kalau aku menyukai senja bukan kamu tetapi kenapa malah kamu yang selalu saja menempel kepadaku, Jika kamu masih ingin selamat lebih baik jauhi aku dan jangan pernah muncul di hadapanku karena saat kamu muncul ataupun menggangguku lagi maka saat itu pula aku bakalan melakukan hal yang tidak pernah kamu rubah! "Hardik Angkasa begitu kasar sehingga membuat Rembulan bukannya ketakutan malah tertawa dengan suaranya yang begitu keras.


"kemauanku itu sebenarnya tidak terlalu banyak yaitu hanya ingin mengenal lebih dekat anak kecil yang pernah aku ketemu kan 15 tahun yang lalu, yang datang tepat sebelum kedua orang tuaku terpisahkan dan Kami harus terpisah dengan Mama sampai saat ini!"Rembulan mengatakan hal itu sambil memasang tatapan membunuhnya membuat Angkasa terkesiap karena tidak percaya jika wanita itu sebenarnya sudah mengetahui asal-usulnya dari awal.


Angkasa mencoba untuk bersikap tenang tidak memperlihatkan wajah terkejutnya dan juga tidak menyangka jika rembulan mengetahui dirinya, padahal waktu itu mereka bertemu hanya beberapa menit saja Lalu setelah terjadi penyerangan sudah tidak bertemu lagi.


"Anak kecil yang mana ya kamu salah orang? Terus kalau misalnya kamu terpisah dari orang tua kamu yaitu masalahnya kamu kenapa ada sangkut pautnya denganku, kalau tidak mengerti apapun lebih baik tidak usah bicara sama sekali Jika akhirnya itu nanti akan merugikan kamu sendiri! "ujar Angkasa.


Rembulan ingin sekali bertepuk tangan ketika melihat kegigihan Angkasa yang menolak fakta yang sudah ia sampaikan tadi, dirinya dulu adalah anak yang pendiam suka menyendiri jadi ketika Apapun yang terjadi yang bakalan langsung mengetahuinya tidak seperti Senjana yang langsung panik dan menangis jadinya tidak akan menyadari situasi sekitarnya seperti apa.


"Oh iya aku hampir lupa mengatakan hal penting ini kalau Sebenarnya waktu penyerangan yang terjadi di kediaman keluarga Sky, aku sempat melihat kalau anak kecil yang aku temui itu dibawa pergi oleh para penjahat yang melakukan penyerangan itu dan sepertinya anak kecil itu merupakan bagian dari mereka! "jelas Rembulan pelan tapi penuh dengan penekanan.


Angkasa Diam seribu bahasa karena benar-benar tidak menyangka jika kejadian 15 tahun silam benar-benar diingat oleh Rembulan, memang saat penyerangan itu terjadi Marcel menyuruh anak buahnya untuk membawa pergi Arkan dan juga Angkasa dari tempat itu maka dari itu mungkin benar kalau Rembulan melihat semuanya sebab saat itu anak kecil tersebut sedang berada di samping rumah.


"Makanya aku heran loh perasaan waktu itu dia sudah 14 tahun lebih tua daripada kami Tetapi kok masih bisa kuliah ya, dan akhirnya aku sadar kalau sebenarnya dia itu sedang mencari mangsa terbarunya dan akan menghabisinya dan aku tahu kalau tujuan kamu datang ke sini adalah untuk mencariku dan juga Senja! Maka dari itu aku tidak akan pernah membiarkan kamu mendekati adikku apalagi menyakitinya, tidak masalah jika aku yang tersakiti tetapi intinya keluargaku tidak boleh merasakan hal itu! "kata-kata Rembulan begitu memukul telak pikirannya Angkasa membuat pria itu langsung Segera pergi meninggalkan rembulan sendirian di tempat itu.


Rembulan dan Senja bersekolah sedikit terlambat karena waktu itu sempat merasakan trauma jadinya berapa tahun mereka istirahat, Lalu setelah merasa baik kembali akhirnya Nirmala mendaftarkan mereka jadi usia mereka yang sudah 25 tahun pun baru akan lulus kuliah.


Senjana segera berlari untuk bertemu dengan kakak kembarnya yang Diberitahukan kepada dirinya kalau saat ini tengah berada di toilet belakang kampus, dirinya terburu-buru ke sana takutnya jangan sampai Rembulan kenapa-napa karena pikirannya memang dari tadi sudah sedikit tidak enak.


"Kakak kenapa sih bisa ada di sini dan juga dengan siapa tadi, bisa tidak jangan mempermalukan diri sendiri dengan melakukan hal yang seperti begini? kalau memang suka ya sudah ngomong saja tidak usah pakai acara murahan segala, dia saja sepertinya tidak menyukai keberadaan kakakku Kenapa sih harus terus mengganggu? "omel Senjana sambil menarik tangan Rembulan.


Rembulan menjaga kekuatan Senja karena ia harus mengatakan sesuatu yang penting untuk adiknya itu, Dan harapannya hanya satu yaitu Senja bisa mendengarkan baik apa yang ia katakan sebab dengan begitu pasti tidak bakalan menyesal ketika sudah pergi nanti.

__ADS_1


"kalau misalnya suatu saat Kakak sudah pergi dari dunia ini Dan kamu menyadari hal itu Tolong temukan Mama sampai dapat, Karena kakak tidak mau kamu sendirian di dunia ini dan diabaikan oleh papa sendiri yang merasa seperti tidak punya anak sama sekali! "perkataan Rembulan yang begitu ambigu membuat Senja mengerutkan keningnya.


"Kakak itu ngomong apa sih, kita bakalan mencari Mama sama dan tidak akan pernah terpisahkan! Aku yakin setelah bertemu dengan Mama pasti bakal Papa bakalan berubah dan tidak akan mengabaikan kita seperti saat ini lagi, jangan putus asa dong atau melakukan kegilaan lagi soalnya aku tidak ingin melihatnya sama sekali! "omel Senjana lalu menarik tangan Rembulan agar ikut dengan.


Angkasa saat ini sudah kembali ke kediaman mereka untuk berbicara secara langsung dengan Marcel, soal kuliah sebenarnya tidak terlalu penting karena dirinya itu sudah tamat dan hanya formalitas sesuai dengan keinginan yang Marcel makanya Dirinya berada di kampus saat ini.


Sesampainya di sana ternyata Marcel sedang ada di dalam ruangan pribadinya maka dari itu ia langsung menyusul Papanya, karena dirinya juga tidak dilarang untuk masuk ke tempat itu kecuali Stella dan juga yang lainnya.


"Papi kenapa, bertengkar lagi dengan Mami? kalian ini kenapa sih setiap hari kerjaannya hanya bertengkar saja, memangnya ada masalah apa atau seperti biasanya lagi Mami ingin pulang? "tanya Angkasa yang sebenarnya juga ikutan frustasi karena dirinya pernah mendengar segala mengeluh untuk ingin kembali pulang kepada keluarganya.


"Ya seperti itulah yang kamu ketahui dan Papi tidak bisa berbuat banyak ketika Mami kamu itu menginginkan hal tersebut, Percuma saja sudah memberikan perhatian Percuma saja sudah memberikan segala-galanya jika akhirnya tidak dihargai sama sekali! "sahut Marcel yang tidak menoleh sama sekali kepada anaknya yang sedang berbicara.


"Aku juga sebenarnya punya kabar yang sangat tidak baik tentang anak-anaknya Mami Stella yang Papi Suruh aku untuk memata-matai mereka, makanya aku segera kembali ke sini ingin mengatakan secara langsung biar Bagaimana caranya kita mewaspadai Anak itu tidak bukan mulut! "Marcel terlihat memijat pelipisnya pelan karena masalah satu belum selesai ternyata anaknya itu datang membawa kabar yang tidak menyenangkan lagi.


"Ada apa dengan mereka? waktu itu kan mereka tidak tahu sama sekali kan tentang keberadaan kamu dan juga Papi, jadi otomatis mereka tidak akan pernah sadar kalau kita lah yang melakukan semua itu? " Marcel penasaran.


"Dia tahu dan dia sadar akan hal itu karena ternyata waktu penyerangan itu terjadi anak itu sudah berada di samping rumah dan melihat semuanya, dan dia juga ingat kalau waktu itu aku sempat datang ke ulang tahun mereka dengan Arkan Bahkan dia menyebut Namaku dengan begitu lurus tanpa ada kesalahan sedikitpun! "jelas Angkasa.


"Lakukan saja seperti yang kita rencanakan dari awal Bila perlu Tidak usah menunda lagi, dan papi ingin kamu tidak terlibat perasaan dengan anak-anaknya setelah karena nantinya bakalan merugikan kita juga! "perintah Marcel ya Otomatis angkasa sebagai seorang anak tidak mungkin menolaknya meskipun sekalipun itu menyangkut dengan nyawa seseorang.


Angkasa menghela nafasnya kasar ketika mendengar perintah yang diberikan oleh Papinya tadi, bukannya menolak tetapi memang ini sudah menjadi kebiasaannya ketika Marcel terlibat dalam masalah dan tidak bisa menyelesaikannya Ya pastinya dirinya harus ikut juga untuk menyelesaikan masalah itu.


"Aku mau pergi bertemu dengan mami karena membawa pesanan ya Soalnya kalau tidak pasti dia bakalan telepon marah-marah, pokoknya intinya aku bakalan menjaga agar Mami setelah tidak kembali kepada keluarganya sampai kapanpun karena dia hanya miliknya kita! "Angkasa benar-benar sangat menyayangi Stella seperti orang tuanya maka dari itu dirinya sangat tidak rela dan juga sangat tidak ingin jika sampai wanita itu kembali kepada keluarganya.


Angkasa perlahan mendekati kamarnya Stella lalu membukanya dan terlihat wanita itu Tengah duduk sambil menatap ke arah luar jendela, tatapannya begitu kosong dan terlihat seperti Tengah frustasi dan juga baru habis menangis karena matanya yang memerah dan juga sembab.


"Halo Mamiku tersayang, aku membawakan pesanan ini loh Jangan cemberut gitu dong! "bujuk Angkasa yang seolah-olah tidak tahu apa-apa pun yang terjadi di rumah itu.

__ADS_1


Stella menoleh ke arah sumber suara dan memasang senyuman meskipun itu terasa begitu hambar, namun hanya satu yang ia ketahui kalau angkasa tidak tahu apa-apa pun tentang masalahnya dengan Marcel maka dari itu ia pun tidak mempermasalahkan keberadaan anak itu di sekitarnya.


__ADS_2