
Leonardo jelas saja tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Nirmala barusan sebab menurutnya kalau memang harus diganti menggunakan nama Himawan sepertinya tidak ada yang salah, malah itu lebih bagus biar dirinya tidak harus berhadapan dengan Sang Mama yang terlalu egois lebihnya mau didengarkan tidak mau mendengarkan orang lain.
Kalau misalnya itu benar-benar kenyataan sepertinya tidak ada yang salah karena memang harus seperti itu, jika dibuktikan dalam hitungan detik pun dirinya tidak masalah toh hidupnya juga masih terus berlanjut Dan ia juga tidak akan pernah terpisahkan dari anak serta istrinya yang selama ini selalu menemaninya bukan Nirmala yang hobinya hanya marah-marah tidak jelas..
" Ya sudah terserah mama kalau memang mau memindahkan daftar warisan tidak apa-apa lah kan kalau sebut kartu keluarga Sepertinya aku sudah punya sendiri deh, soalnya waktu membuat akte kelahirannya si kembar kan kita harus punya akta nikah sama harta keluarga Jadi itu semua kan sudah beres jadi terserah mama deh mau dicoret atau digoreng sekalipun juga aku merasa biasa saja! " ujar Leonardo Sambil tertawa ketika mamanya itu sudah berada di depan pintu Tetapi malah mengurungkan niatnya sebab ketika mendengar jawaban yang diberikan putranya sungguh di luar ekspektasinya Padahal di pikirannya Leonardo bakalan menangis merengek dan meminta agar Jangan melakukan hal itu.
Nirmala ingin sekali melemparkan tongkat ajaib miliknya itu ke arah kepala anaknya Ya maksudnya dengan begitu Mungkin dia bakalan terkena amnesia dadakan, mungkin ketika sudah terkena penyakit itu bakalan lupa kalau punya istri dan juga anak dan alhasil menggairah dirinya masih bujangan dengan begitu bakalan pulang ke rumah dan tidak akan pernah kembali lagi?
" Oh jadi ceritanya sekarang kamu berani membangkang sama orang tua kamu sendiri karena merasa sudah bisa menjalani hidup, Ya sudah sana pergi bersenang-senanglah menurut keinginan kamu dan ingat jangan pernah mengenal yang namanya Nirmala Sky Anggap saja dia sudah berimigrasi ke belahan bumi yang lain! "Sindir Nirmala sedangkan Leonardo hanya tersenyum membuat wanita itu semakin ganas karena merasa bahwa kemarahannya itu dianggap sebuah bahan lelucon oleh anaknya.
"Wah Mama tolong jangan pulang dulu ya kebetulan ini ada telepon masuk dari tuan Himawan sepertinya suaranya itu semakin hari semakin seksi loh di umurnya yang sudah tua itu, apa mama tidak kangen mendengarkannya daripada hobinya marah-marah lebih baik mendengar sesuatu yang menurutku bisa mengalihkan dunia gitu? " tawar Leonardo sampai menunjukkan ponselnya yang dihubungi oleh Himawan membuat Nirmala memilih untuk segera pergi daripada nantinya tambah dipermalukan oleh anak sendiri.
Baron hanya menggelengkan kepala ketika melihat majikannya itu sepanjang perjalanan menuju ke parkiran hanya marah-marah tidak jelas, Padahal kalau misalnya tidak peduli dengan tawaran yang diberikan Leonardo Ya sudah responnya biasa saja tidak perlu harus berlebihan seperti itu juga kan?
"Dasar anak kurang ajar Tidak tahu diri bisa-bisanya mempermalukan orang tua sendiri Memangnya dia pikir Himawan itu definisi pria yang menyenangkan di dunia ini, Pokoknya saat bertemu dengannya nanti aku bakalan memukulnya dengan tongkatku agar dia kapok dan dengan begitu tidak akan pernah berhubungan dengan anakku lagi! "omel Nirmala yang kini sudah berada tepat di depan lobby dan sialnya malah bertemu dengan Himawan yang tengah memasang senyuman terbaiknya karena memang pria itu merasa tidak punya masalah sedikitpun dengan Nirmala.
" Halo bianglala Apa kabarnya Wah ternyata sudah lama ya kita tidak bertemu namun muka kamu dari dulu sampai sekarang tidak berubah, menyebalkan membuat orang merasa mengantuk dan akhirnya kabur semua deh! "goda Himawan yang sebenarnya hanya bercanda saja tetapi Nirmala menganggapnya itu sangat serius dan akhirnya terjadi sesuatu hal yang tidak menyenangkan.
Pletakk
" Astaga Nirmala sifat kamu dari dulu sampai sekarang belum berubah juga hobinya tukang marah padahal sudah puluhan tahun loh kita tidak bertemu, ini tongkat Sialan kamu kok bisa mengenai jidatku nanti kalau bocor gimana Coba nanti aku tidak jadi dinobatkan menjadi duda tua terkeren sejagat? "omel Himawan tetapi Nirmala tidak peduli lalu mau nyuruh Baron mengambil tongkatnya dan pergi dari situ.
__ADS_1
Leonardo benar-benar tidak menyangka jika mamanya melakukan tindakan kriminal seperti itu terhadap Tuan Himawan, Karena memang tadi sebelum pria itu sampai ke kantor sudah sempat menghubunginya mengatakan kalau dirinya dalam perjalanan bertemu dengan Leonardo dan ia tidak tahu jika sebenarnya dalam perjalanan itu definisinya ternyata sudah di depan kantor.
Leonardo benar-benar tidak merasa enak hati ketika melihat secara langsung Apa yang dilakukan oleh mamanya tadi, karena itu pastinya rasanya sangat menyakitkan kemudian terasa begitu perih soalnya tongkat Nurmala itu terbuat dari kayu yang paling terbaik di dunia ini.
" Tuan Himawan atas nama Mama saya minta maaf ya mungkin karena dia lagi kesal karena kami tadi sempat berdebat jadi hasil akhirnya Anda yang kena batunya, sungguh dari dalam hati yang paling dalam Saya benar-benar minta maaf dan tidak menyangka jika Kejadian ini terjadi secara cepat dan tanpa bisa dihindari! "ujar Leonardo Tidak enak hati karena terlihat jidatnya Himawan membenjol tetapi pria itu sepertinya tidak mempermasalahkannya karena terbukti sekarang dirinya malah tertawa mengingat tingkah konyol sahabatnya itu dulu.
" asal kamu tahu saja ya untung juga setelah puluhan tahun kami bertemu Coba kalau misalnya setiap hari kami bertemu ya jidat saya ini bakalan dipenuhi dengan ciuman tongkat saktinya Mama kamu itu, karena dulu dia itu suka sekali melempar saya menggunakan pulpennya sepatunya tasnya bukunya pokoknya apa saja yang ada di dalam jangkauannya! Jadi tenang saja Pokoknya saya sudah kebal kok kalau pukulan dari dia yang penting intinya dia senang tidak marah-marah lagi ya sudah lebih dari cukup, satu lagi jangan kamu merasa bersalah begitu karena ini merupakan hal yang biasa dan juga lumrah yang sering terjadi antara kami berdua," Ujar Himawan sambil tersenyum.
Leonardo sebenarnya penasaran Apa hubungan antara Nirmala dan juga Himawan di masa lalu, Hanya saja karena melihat keadaan pria itu sekarang sepertinya dirinya harus mengurungkan memberikan pertanyaan seperti itu Bukankah hari esok masih ada waktu.
"Ah iya silahkan masuk kedalam ruangan saya tuan daripada kita hanya berada di sini agar mungkin memar di kepala anda bisa segera di obat, karena Takutnya nanti semakin membesar dan alhasil akan susah untuk cepat kempes memar tersebut! "ajak Leonardo yang benar-benar merasa tidak enak hati dengan kelakuan mamanya yang sudah tua tetapi benar-benar Barbar dan juga sangat absurd.
Nirmala tersenyum penuh kepuasan karena menurutnya Leonardo pasti sekarang sedang kesusahan mengurusi Himawan Yang pastinya Tengah terluka akibat kelakuannya tadi, Mungkin dengan begitu anaknya bakalan berubah pikiran dan tidak akan pernah mengajak pria tua itu bekerja sama dengannya lagi?
Baron hanya meringis sebab dirinya tidak punya kuasa untuk membantah apalagi menasehati Nyonya tersebut, padahal sebenarnya apa yang dilakukan menurutnya sangat keterlaluan masa klien anak sendiri dibuatnya kesusahan nanti kalau misalnya pekerjaan Leonardo jadi berantakan anaknya itu bakalan makan pakai apa coba.
Hanya saja auto sultan yang ada nanti dirinya juga bakalan Kena masalah jadi lebih baik memilih untuk diam, soalnya zaman sekarang itu kata orang Diam itu lebih emas dan juga lebih aman serta nyaman dan juga terkendali.
" Saya selalu mendukung Apa yang anda lakukan dengannya tetapi tidak dengan menyakiti orang lain seperti tadi, hanya sudahlah kalau memang merasa paling terbaik ya sudah tidak ada yang bisa berkomentar karena saya cukup berkomentarnya dalam hati saja," batin Baron yang benar-benar tidak bisa melakukan apapun.
Nirmala di belakang terlihat begitu bahagia nyanyinya pun ngelantur sama ngelantur sini terkesan sudah seperti orang stres namun tidak ada juga yang berani membantahnya, padahal sekarang Leonardo Tengah kebingungan harus melakukan apa agar bengkak di kepalanya Himawan bisa segera mereda.
__ADS_1
Jimmy saat ini sedang berada di kampusnya senja lagi entah mengapa pria itu semakin ingin bergerak cepat agar maksudnya senja lebih nyaman bersama dengannya dibandingkan dengan Angkasa, kalau misalnya Senja sudah nyaman dengannya dia otomatis ia akan dengan mudah melarang wanita itu jangan berhubungan dengan Angkasa yang menurutnya adalah seseorang yang memainkan peran prinsip playing Victim.
Bella benar-benar tidak menyangka jika hari ini senja duduk di kantin dengan diapit oleh kedua pria yang bisa dibilang dalam hal tampan sungguh sangat menggiurkan, tetapi Sayang kalau misalnya Bela menawarkan diri juga belum tentu mereka mau jadi biarlah ia mencari yang biasa-biasa saja seperti Davin yang penting intinya punya pasangan.
" kalian kalau ke kantin hanya untuk bangun kemudian saling lihat-lihatan seperti orang yang lagi jatuh cinta ya sudah lebih baik pergi ke mana gitu terus berbagai perasaan saja deh, daripada di sini menggangguku mengganggu segala macam aktivitasku dan akhirnya aku tidak bisa bergerak bebas karena semua orang itu pada menatap curiga? " omel Senja sebab dari tadi terlihat tatapan antara Angkasa dan juga Jimmy itu saling mengintimidasi satu sama lain padahal seharusnya mereka sadar jika Senja saja tidak berminat lah dengan mereka berdua.
Angkasa tersenyum sambil mengambil tangan Senja agar mau menatapnya dirinya tidak peduli jika ada Jimmy yang juga merupakan Rival dadakan yang baru muncul, yang penting intinya ia bisa mengekspresikan perasaannya sekarang juga tanpa harus menunggu lagi dan juga tanpa harus berbasa-basi lagi.
" Aku akan melakukan apapun yang penting Intinya kamu tidak menyuruh aku untuk pergi dari samping kamu tidak menyuruh aku untuk menjauh apalagi pura-pura untuk tidak mengenal, Aku tahu aku salah juga caraku selama ini selalu membuat kamu merasa tidak nyaman tetapi Percayalah aku tidak punya maksud yang lain untuk membuat kamu jadi merasa begitu terkekang dan juga tidak bebas!"Angkasa tidak tahu lagi harus memulai kata-kata manis yang dari mana sebab dirinya bukanlah tipe pria yang romantis yang bisa menunjukkan perasaannya lewat kata-kata namun Ia hanya ingin menunjukkannya lewat perhatian mungkin dengan begitu wanita itu bakalan merasa sadar.
Senja menarik paksa tangannya dari Angkasa karena menurutnya sangat tidak sopan melakukan hal itu di depan semua orang, bisa berbicara baik dengannya kemudian bisa mengatakan sesuatu yang masuk akal tetapi untuk melakukan sesuatu yang terlalu berlebihan menurutnya sangat tidak pantas karena budaya kita melarang kalau itu'
" Memangnya selama ini kamu lihat kalau aku selalu marah-marah kemudian mengusir Kamu sepertinya sudah tidak lagi deh, hanya kamunya saja yang meresponnya semakin sensitif Padahal aku merasa kita biasa saja tidak ada yang berbeda dan aku juga tidak terlalu menolak kehadiran kamu kan? "tanya Senja membuat Angkasa sedikit merasa lega di dalam hatinya karena kalau dengan begitu artinya mungkin besok-besok ya bisa lebih merapatkan dirinya lagi.
Angkasa ingin membuktikan kepada Jimmy kalau dirinya itu bukan hanya pria bodoh yang tidak bisa mengungkapkan isi hatinya dan memilih untuk memendamnya saja, dirinya adalah seorang pria sejati yang otomatis bisa melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya sesuai dengan kemauannya Dan intinya menghargai perasaan Senja tanpa memaksanya.
" ah Jadi ceritanya kamu sudah mengklarifikasi semuanya di hadapan kami agar Maksudnya aku tidak boleh terlalu dekat dengannya, tetapi menurutku kamu terlalu jauh bergerak Seharusnya kan biasa saja karena dia juga belum tentu menerima kamu! " Sindir Jimmy.
"Ah iya benar sekali apa yang dikatakan olehnya!" batin Angkasa yang akhirnya menyadari hal itu tetapi tidak berani berkomentar soalnya ya sama saja mau berbicara apapun jika sekali Senja mengatakan tidak ya tetap saja akan tidak jawabannya.
" Kalian maunya aku harus jawab, Apalagi sih kalau terlalu banyak mengganggu lebih baik menjauh saja!" omel Senja memasang wajah kesalnya membuat semua orang langsung terdiam Soalnya kalau wanita cantik itu marah urusannya bakalan lebih panjang.
__ADS_1
"Senja kamu tuh kenapa sih sensitif sekali jadi orang dan juga susah sekali untuk diatur, yang sudah Menurut kamu gimana sih terserah aku juga sudah capek ngomong sama orang yang keras kepalanya minta ampun," omel Bella soalnya sahabatnya itu susah sekali untuk dibilang Selalu saja keras kepala dan juga tidak bisa diatur kalau memang kemauannya itu dia bakalan berpatok tetap pada keputusannya yang sepihak tanpa peduli dengan perasaan orang lain sedikitpun dan merasa diri paling benar.
Senja hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli dengan harapan yang disimpan oleh Jimmy dan juga Angkasa, karena menurutnya terserah mereka mau berpikiran apa yang penting intinya ia tidak ingin terprovokasi tidak ingin memberikan harapan palsu dan juga intinya tidak ingin agar semua orang itu berharap berlebihan padahal Ia hanya satu orang diri saja tidak mungkin dibagikan?