
Leonardo Bukannya ingin menjadi anak yang durhaka terhadap orang tuanya sendiri,hanya saja terkadang sebagai seorang anak kita harus sedikit tega agar orang tua itu sadar kalau apa yang ia lakukan sangat salah dan juga tidak punya hati nurani.
"Ayo Sayang kita pulang!" ajak Leonardo menarik tangan istirnya itu meskipun terlihat kalau Bintang menolak ajakan dari suaminya itu namun sepertinya percuma saja karena melihat respon Nirmala yang tidak ada niatan untuk mengubah pola pikirnya itu yang selalu menganggap kalau dirinya itu benar sedangkan orang lain selalu salah Dan juga sepertinya memang ia ingin menjauh dari Leonardo anaknya karena itu selalu membela istrinya dan juga tidak pernah mengikuti keinginan dari Nirmala.
Bintang akhirnya pasrah meskipun sebenarnya dalam hatinya ia ingin berpamitan dengan baik kepada mertuanya, tetapi sepertinya semuanya itu percuma Soalnya Ibu dan Anak itu masih Ibu dan anak itu tetap keras kepala dan mempertahankan ego masing masing.
"Mah,kami pamit," ujar Bintang berusaha untuk tetap netral meskipun ada kekecewaan didalamnya ketika kata kata nya itu tidak dihiraukan.
"Sayang ,untuk apa berpamitan dengan dia? Memangnya kamu lupa kalau dia itu adalah manusia yang tidak punya hati nurani walau hanya sedikit saja?" Tanya Leonardo membuat Nirmala otomatis tidak terima ketika anaknya itu terkesan menjelekkan dirinya.
" Mas Sudahlah jangan mencari masalah nanti kalau misalnya Mama tersinggung dan tidak terima terus kamu mau apa coba,memang tidak capek kalau setiap kali bertemu hanya bertengkar saja tanpa melakukan sesuatu yang positif?" Bintang benar benar tidak suka jika Leonardo tidak mau mengalah seperti itu seolah olah tidak ada hal lain yang harus dibahas.
"Aku tidak akan mengalah jika itu menyangkut Mama,karena kamu tahu sendiri kan sikap dia itu seperti apa?" Tanya Leonardo balik.
__ADS_1
Bintang merasa heran ketika suaminya itu membawa mobil melewati jalan yang berbeda dengan tadi saat menuju ke rumahnya Nirmala ,Leonardo sadar jika saat ini pasti istrinya itu merasa penasaran dengan apa yang terjadi di hadapannya ini tetapi sepertinya takut untuk bertanya mungkin di pikirannya jika dirinya bertanya Leonardo pasti tidak akan pernah memberikan jawaban yang diinginkan.
" kamu pasti penasaran kan hari ini aku membawa Kamu ke mana maka aku bakalan menjelaskan setelah kita turun nanti dari mobil dan aku sudah mengajak kamu berkeliling,yang penting intinya aku tidak akan membawa kamu di tempat yang buruk dan juga tidak menyenangkan," Jelas Leonardo berharap Bintang tidak salah paham dengan dirinya.
" ya Tapi kok ini kelihatannya seperti kampus memangnya siapa yang berkuliah di sini,apa jangan jangan memang Senja berkuliah disini?" tanya Bintang yang merasa penasaran.
Leonardo tersenyum mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya barusan,Bintang terlihat antusias ketika melihat apa yang ada dihadapan nya saat ini.
"Kamu pasti terkejut," ujar Leonardo tertawa kecil.
Angkasa yang melihat Bintang ada dihadapannya langsung tersenyum karena akhirnya ia bisa melihat Mami yang sangat dirindukan,padahal sebenarnya ia tidak boleh memanggil Bintang dengan sebutan Mami karena wanita itu adalah milik orang lain bukan dirinya.
Angkasa langsung berjalan mendekat kearah pasangan suami istri itu ,dan terlihat Leonardo tidak suka ketika ada orang yang sudah berani tersenyum kearah Istrinya.
__ADS_1
Pria itu masih mengingat dengan jelas siapa pemuda yang ada di hadapan mereka ini ,karena pemuda itu pernah datang bertamu di Apartemen Senja dan ia yang mengusir pria itu agar pergi dari sana.
"Mami,apa kabar?" Tanya Angkasa sambil mengulurkan tangan nya kearah Bintang .
Leonardo menatap tidak suka kearah nya karena sudah berani memanggil istrinya dengan sebutan Mami,dan lebih parahnya lagi Bintang terlihat tidak masalah dengan panggilan itu seolah dirinya sudah terbiasa mendengarkan nya.
"Eh siapa yang kamu maksud dengan MAMI?" Tanya Leonardo dengan penuh penekanan.
Angkasa mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu,sebab kalau otak Leonardo itu sebenarnya agak bergeser karena tidak mungkin kan kalau dirinya memanggil Leonardo dengan sebutan Mami?
"Ya Mami Stella eh salah maksudnya Mami Bintang ! " tidak mungkin kan Angkasa memanggil Nama Stella yang diberikan oleh Marcel.
"Kabar baik Nak,oh iya kamu sudah kenal sama suami Tante?" Tanya Bintang yang sengaja menyebutkan dirinya seperti itu karena memang ia ingin agar Angkasa bisa menyesuaikan dengan calon istrinya Marcel dengan sebutan Mami sedangkan dirinya dengan sebutan Tante.
__ADS_1
Angkasa kebingungan ketika Bintang yang sengaja merubah panggilan itu,dirinya sampai berpikiran yang tidak tidak dan berusaha untuk tetap waras agar bisa mencerna semuanya.