
Bella tersenyum miris kearah Senja sebab tadi itu dirinya ingin bersama sama dengan sahabatnya itu , hanya saja sepertinya Kasihan juga sih kalau Senja dan juga Angkasa yang ingin berbicara berdua Tetapi malah diganggu oleh dirinya itu kan rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan.
apalagi semua orang itu kan ingin punya privasi dan Angkasa serta Senja juga baru dekat masa iya harus langsung ada gangguan yang datang, maka dari itu biarkan saja mereka berdua mau melakukan apa yang penting intinya tidak pernah saling menyakiti satu sama lain dan juga tidak saling menjatuhkan dan menjaga Ya seperti itulah Garis besarnya yang diinginkan oleh Bella.
"Biarkan saja aku merana sendirian tidak ada yang menemani karena memang dari dulu sampai sekarang ya sudah seperti ini, mau menangis pun rasanya sudah sangat keterlaluan soalnya Senja tetap akan bersama dengan angkasa bukan dengan diriku karena aku hanyalah sahabatnya saja, "lirih Bella dalam hati namun tetap intinya merasa bahagia dengan apa yang tengah dialami oleh sahabat terbaiknya itu yang tidak akan pernah tergantikan dan tidak akan pernah lekang oleh waktu dan juga intinya ia akan selalu ada selalu menemani dan selalu menjaga sebisa yang ia mampu.
Angkasa sebenarnya dari tadi merasa tidak suka ketika melihat kekasihnya itu lebih peduli terhadap Bella ya Meskipun dirinya tahu sebelum ia datang mereka berdua sudah bersahabatan yang begitu dekat, namun tidak ada yang salah juga kan kalau sekarang ia ingin waktu dan juga perhatian Senja itu hanya memprioritaskan hubungan mereka yang baru saja terjalin beberapa detik yang lalu.
Senja tahu jika angkasa pasti merasa tidak nyaman jika dirinya terlalu peduli dengan bela Tetapi hanya satu yang ingin Ia sampaikan bahwa di dunia ini memiliki teman itu banyak tapi untuk seorang sahabat itu tidak akan pernah bisa, karena orang yang menjadi seorang sahabat itu harus bisa menjaga rahasia sahabatnya harus bisa menjadi orang yang dipercaya dan juga harus ada di segala macam cuaca.
" kamu pasti marah karena aku dari tadi memikirkan Bella dan juga tidak tega meninggalkan dia sendirian di sana, Dan aku harap kemarahan kamu itu bisa berhenti karena Biar bagaimanapun Bella adalah orang yang terpenting dalam hidupku sebab Dialah yang selama ini menemaniku saat aku terpuruk dan kehilangan, " jelas Senja yang tidak ingin memperpanjang salah paham di antara dirinya dan juga Angkasa apalagi kalau bisa dibilang masa iya hubungan yang baru seumur lalat itu langsung Kandas begitu saja kan Rasanya sangat tidak masuk akal.
Angkasa hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena sebelum dirinya melayangkan protes ternyata senja sudah sadar dengan apa yang ada dalam pikirannya, ya maka dari itu daripada nantinya keduanya bakalan Terjadi salah paham yang begitu besar lebih baik mewaspadainya dan menghentikan semua pemikiran konyolnya itu.
Senja dan juga Angkasa memilih untuk melanjutkan menikmati makan malam yang ada di hadapan mereka karena memang Senja ingin segera kembali ke rumah karena Takutnya nanti orang tuanya bakalan bertanya ke Tujuannya ke mana tadi saat keluar, dan otomatis Angkasa tidak punya hak untuk mengatur semuanya Itu sebab orang tuanya Senja lebih berkuasa berkuasa terhadap anaknya dibandingkan orang lain termasuk dirinya .
" Bella kamu sudah selesai belum Kalau sudah ayo kita pulang dan kamu menginap saja di apartemenku nanti besok pagi-pagi baru kita pergi ke rumah kamu untuk mengambil buku pelajaran, daripada nantinya kamu balik ini sudah jam 08.00 lewat loh Memangnya kamu pikir di sini itu aman gitu buat anak gadis kalau keluar malam? " tawar Senja yang benar-benar tidak ingin sahabatnya itu pergi sendirian apalagi mengorbankan dirinya hanya untuk membuat Angkasa dan juga Senja bersatu.
" Aku sebenarnya tadi bawa motor sih dari rumah tetapi Iya deh aku bakalan nginep sama kamu malam ini, Oh iya kamu jangan karena kalian hubungannya sudah semakin dekat dan kamu posesif sama sahabatku serta melarang agar kami berdua tidak boleh bertemu maka aku bakalan bikin perhitungan sama kamu! "ujar Bela sambil menatap tajam ke arah Angkasa karena dirinya sudah melihat dengan jelas kalau pria tadi itu sepertinya hendak melayangkan protes ketika melihat Senja yang begitu khawatir dengannya.
__ADS_1
Angkasa hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan karena sepertinya semua orang itu memang tidak ada niatan untuk melihat dirinya bahagia walau hanya sejenak saja, pertanyaannya atau kesalahannya itu di mana coba masa iya hanya mau berduaan dengan kekasihnya sendiri dan di tempat umum pula masih menjadi bahan perdebatan yang tidak pernah ada habisnya.
Senja hanya menggelengkan kepala ketika mendengar nada Tegas yang diberikan oleh Bella untuk Angkasa tadi, memang sebenarnya tidak ada yang salah juga sih karena ia juga paling benci jika ada orang yang terlalu mengatur-ngatur kehidupannya padahal hubungan mereka juga tidak sampai ke arah jenjang pernikahan yang pantasnya seorang suami mengatur istrinya.
Angkasa yang hendak keluar dari dalam restoran bersama dengan Bella dan juga Senja begitu terkejut ketika melihat Marcel yang juga akan masuk saat itu juga, tatapan pria itu begitu menusuk tetapi Angkasa terlihat berusaha untuk tetap tenang sebab dirinya juga tidak mau Kalau nantinya ada perdebatan dan disaksikan oleh Senja.
" Wah kamu ternyata di sini Padahal tadi Papi pikir kamu sedang mengerjakan tugas kampus Oh atau mungkin bisa dibilang tepatnya tugas kampus yang berulang-ulang yang selalu kamu dapatkan, Wah ternyata kamu licin juga kayak belut ya soalnya kepergian kamu dari rumah bisa tidak terdeteksi oleh orang lain? "tanya Marcel sambil tersenyum mengejek membuat Angkasa mengepalkan tangan yang menahan emosi sedangkan Senja terlihat kebingungan karena seumur hidupnya tidak pernah bertemu dengan orang tuanya Angkasa dan baru sekarang ia melihatnya secara langsung tetapi Kok bisa ya garis wajah mereka itu terlihat berbeda tidak sama sama sekali.
Angkasa ingin mengabaikan pria paruh baya itu begitu saja sebab menurutnya Biarkan saja Marcel mau berbicara apapun sesuka hatinya yang penting dirinya tidak menggubrisnya sama sekali, sebab menurutnya untuk apa juga terlalu ikut campur dengan orang-orang seperti begitu sebab yang ada hanya membuat dirinya merasa seperti orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun padahal sejatinya umurnya 29 tahun itu merupakan umur yang pas untuk bekerja dan ia juga sebenarnya sudah membangun perusahaan kecil sendiri namun masih dikelola oleh anak buahnya karena dirinya hanya ingin bermain di belakang layar supaya orang lain tidak tahu bahwa perusahaan itu adalah dibangun oleh anak pungut sepertinya.
" Sayang ayo kita pulang! Soalnya besok kamu harus kuliah kan, masa iya malam begini kamu masih keluyuran Nanti Papa sama Mama kamu bakalan marah-marah lho? "tawar Angkasa sambil tersenyum dan Senja serta Bela hanya menganggukkan kepalanya.
" kalian memang anak-anak yang tidak tahu sopan santun ya padahal Setahu saya anak-anak kuliahan itu memiliki sopan santun yang paling bagus karena pendidikannya sudah lumayan tinggi, tetapi sepertinya apa yang dikatakan itu tidak sesuai dengan kenyataan karena sungguh terbalik dengan pemandangan yang ada di hadapan saya ini! Oh iya satu lagi saya paling tidak suka ketika saya sedang berbicara dan orang lain sepertinya tidak peduli sama sekali karena hal itu merupakan penghinaan bagi saya, jadi kalau misalnya ketemu orang yang lebih tua usahakan memiliki sopan santun yang paling bagus biar bisa dibilang kalian itu sadar diri." Marcel sengaja menyindir ketiga orang tersebut yang dari tadi sepertinya tidak peduli dengan kehadirannya di tempat itu.
Senja menatap tidak suka ke arah pria paruh baya yang ada di hadapannya saat ini karena aku bisa-bisanya yang mencari kesalahan orang lain, Padahal dari tadi mereka tidak ada maksud untuk menyindir apalagi mencari perkara dengan pria itu serta bisa dibilang mungkin bersikap seolah-olah yaitu adalah manusia yang tidak punya pekerjaan sama sekali di dunia ini sampai-sampai mau mengganggu kehidupan orang lain yang tidak jelas.
" kalau begitu kita permisi dulu ya Om maaf ya tadi tidak sempat menyapa karena kan kita belum pernah saling kenal sebelumnya, tetapi karena kita sudah saling mengenal Sekali lagi kami minta maaf dan kami pamit undur diri karena besok harus kuliah Takutnya nanti papa sama mama bakalan marah-marah jika kami keluyuran terlalu lama, "pamit Senja sambil menundukkan kepalanya memberi hormat Lalu setelah itu pergi dari situ karena Ia memang merasa tidak nyaman dengan tatapan Marcel dari tadi yang seolah-olah sedang menguliti dirinya.
Angkasa sebenarnya ingin mengantarkan kekasihnya itu sampai di depan pintu hanya saja perkataan dari Marcel membuat dirinya menghentikan langkah kakinya, entah apa yang diinginkan oleh pria tua itu sampai-sampai harus mengejar dirinya ke tongkrongan anak muda yang tidak ada sangkut paut dengannya sama sekali.
__ADS_1
" bisa kita bicara sebentar? "tanya Marcel pelan tetapi Angkasa menggelengkan kepalanya karena Biar bagaimanapun dirinya harus bertanggung jawab untuk mengantar Senja sampai di depan rumah meskipun ada Bella yang menemaninya.
" aku yang meminta dia untuk datang ke tempat ini jadi otomatis aku yang harus bertanggung jawab untuk memulangkan dia, kalau Papi mau berbicara nanti saja setelah aku memastikan keadaannya selamat dan juga aman terkendali serta tidak ada orang yang sebenarnya ingin bermaksud jahat kepadanya Tetapi hanya pura-pura saja, " Angkasa kali ini sengaja menyindir balik Marcel sebab menurutnya Iya yakin pria itu pasti ada sedang menyembunyikan sesuatu sampai bisa muncul di tempat ini hanya untuk mengalihkan perhatiannya saja.
Marcel terlihat tertawa Sumbang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Angkasa seperti sedang mencurigai dirinya, tapi tidak masalah itu adalah pemikiran pria itu sendiri namun Dirinya belum hendak bergerak karena ketika bergerak ia harus bisa memastikan Angkasa itu sedang berada dalam genggamannya.
"Senja kamu merasa tidak sih kalau sebenarnya Papinya Angkasa itu tidak suka dengan kamu, soalnya tadi itu setiap kali melihat kamu wajahnya itu seperti sedang menaruh dendam begitu? Memangnya kamu pernah bertemu dengan dia sebelumnya atau kemudian marah-marah Karena dia melakukan apa gitu, soalnya kan jarang loh kita temukan orang-orang seperti itu yang terkesan seperti memusuhi orang lain padahal kita tidak pernah menaruh dendam kepadanya? "tanya Bela penasaran yang sesekali menoleh ke arah belakang dan melihat Marcel yang masih saja memantau pergerakan mereka.
Senja juga sebenarnya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Bella Tadi, namun dirinya mencoba untuk bersikap biasa saja karena selama ini ia tidak pernah mengajak orang lain buat ribut apalagi orang-orang yang sudah dewasa kecuali Nirmala itu beda urusannya sebab neneknya itu yang lebih dahulu mencari perkara.
" Aku sebenarnya tidak tahu juga sih kenapa dia sampai membenciku segitunya, Apa jangan-jangan dia sudah menyiapkan wanita yang buat dijodohkan dengan Angkasa tapi pria itu malah memilihku? "tanya Senja penasaran sedangkan Bella hanya mengangkat kedua bahunya karena mana Dirinya paham soal masalah itu.
" ya Mana aku tahu orang ketemu sama dia saja baru kali ini Lagian rumahnya di mana bergaulnya sama siapapun Aku tidak tahu sama sekali, Angkasa itu kan orangnya misterius banget tiba-tiba muncul terus kalau mau hilang ya tidak akan pernah balik lagi ya begitulah intinya! "sahut Bela karena memang kenyataannya seperti itu.
" Ih kamu ini ditanya apa jawabannya kok meluber ke mana-mana tidak konsisten sekali sih jadi orang, Ya sudah ayo kita pulang jangan banyak lagi berbicara soalnya kayaknya Angkasa semakin dekat deh! "bisik Senja.
" kamu marah karena tadi Papi mungkin salah bicara atau mungkin nadanya Terdengar sangat tidak sopan santun dan juga menyebalkan, kalau seperti itu Aku minta maaf ya soalnya aku juga tidak tahu sama sekali Kalau hasil akhirnya dia bakalan bersikap seperti itu? " ujar Angkasa karena memang Marcel yang muncul dadakan seperti tadi itu membuat dirinya tiba-tiba nge-blank tidak tahu harus menjawab Seperti apa lagi.
" Biarkan saja Mungkin dia kaget saja aku tiba-tiba kamu yang tidak pamit saat keluar dari rumah Tadi kok bisa sekarang ada di tempat itu, nanti kamu jelaskan saja secara perlahan Terus kalau bisa jangan menceritakan soal hubungan kita karena aku sepertinya merasa tidak nyaman deh kalau lebih banyak orang yang tahu, " tawar Senja membuat Angkasa menganggukan kepalanya karena memang dirinya juga tidak ada niatan untuk memberitahukan kepada Marcell takutnya pria itu bakalan lebih gila lagi.
__ADS_1
" aku kayaknya jadi obat nyamuk nih lama-lama kalau kamu tetap ada di sini terus, bisa tidak tadi kamu temui saja Papi kamu jangan mengganggu kami soalnya aku bisa loh menjaga senja sampai di rumah? "omel Bella merasa risih karena dari tadi dirinya dibiarkan seperti balok kayu yang tidak punya teman bicara sama sekali karena merupakan benda mati.