
Senja tersenyum miris ketika menyadari bahwa sebenarnya orang-orang di sekitarnya itu tidak pernah ada yang namanya ketulusan di dalam hidup mereka, bahkan terkesan sengaja mendekatinya mungkin karena merasa bahwa dirinya adalah orang yang bodoh yang mudah saja dipermainkan sebab akal Sehatnya itu selalu tidak berfungsi dengan benar.
Himawan sebenarnya merasa miris dengan apa yang dialami oleh gadis yang ada di hadapannya saat ini, dan sebenarnya dirinya juga ingin sekali membuat perhitungan kepada orang-orang yang terlalu kurang ajar sampai mempermainkan Gadis itu tetapi balik lagi bukan sesuatu itu harus membutuhkan yang namanya rencana agar nantinya orang-orang itu sadar kalau sudah mencari perkara dengan orang yang salah.
mario dari tadi memilih untuk biasa saja tidak terlalu menanggapi serius pembicaraan yang ada di hadapannya saat ini, apalagi dirinya sedang merasa tidak nyaman dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Bella karena bisa-bisanya selalu saja menatap genit ke arahnya.
" Kakek bisa tidak ini asistennya saya pinjam sedikit, Soalnya dari tadi diajak bicara tidak nyambung sama sekali? Lama-lama kan saya jadi bosan sendiri soalnya tidak dianggap dan juga apapun yang saya katakan tidak dia pedulikan, padahal kekurangan saya itu ada di mana Coba jika semua paket lengkap sudah terkandung di dalamnya, " ujar Bella yang melayangkan protes membuat Mario mengerutkan keningnya karena bingung masa iya dirinya dibawa-bawa kali ini sedangkan mengenali Bela saja tidak pernah dalam hidupnya.
Senja yang sebenarnya sedang emosi tetapi kali ini lebih merasa rileks dan tenang karena perkataan Bella itu mungkin karena Gadis itu sengaja agar membuat dirinya tidak terlalu memendam beban pikiran yang amat sangat, yang dari tadi selalu saja menggoda Mario padahal pria itu hanya berwajah datar tidak senyum sedikitpun padahal tingkahnya Bella itu sangat lucu dan juga unik serta kalau misalnya dilihat secara baik terkadang akan membuat orang lain merasa tertawa dan juga tidak percaya dengan apa yang dilihat.
Senja sudah tahu semua rahasia yang disimpan oleh kedua orang tuanya dan juga pria yang ada di hadapannya saat ini, dan dirinya bersyukur karena sepertinya Himawan bergerak dengan cepat jadi hasil akhir mereka lebih bisa mewaspadai dari awal.
saat sedang berbincang-bincang sambil menikmati cemilan yang ada Himawan terkejut dengan adanya panggilan masuk yang berasal dari Arkan, karena selama ini pria itu jarang menghubunginya dan Entah kenapa hari ini malah melakukannya terlebih dahulu serta akan menimbulkan berbagai macam pertanyaan di dalam benaknya.
Senja bingung karena Himawan tidak merespon panggilan yang masuk dan memilih hanya menatapnya saja, Ya siapa tahu mungkin itu panggilan penting karena ada mereka jadi pria itu tidak sempat mau mengangkatnya.
__ADS_1
"kakek itu Telepon diangkat bukan malah diabaikan seperti itu, tahu tidak diabaikan ketika lagi sayang-sayangnya itu begitu sangat menyiksa dan juga tidak nyaman?" belum senja mengatakan protes ternyata Bella sudah lebih dahulu membuat Himawan hanya tertawa dan sambil menunjukkan ID pemanggil yang ada di depan layar ponselnya dan tertera nama Arkan di sana membuat Senja hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena Entah mengapa ketika melihat wajah pria itu emosinya langsung berubah jadi tidak stabil antara percaya dan tidak serta mungkin bisa dibilang sudah cukup dirinya dan juga keluarganya disakiti terus-menerus.
Himawan Sebenarnya bukan tidak mau mengangkat dan juga tidak mau merespon hanya saja intinya sekarang pikirannya masih mencoba mencerna setiap kata yang akan dikeluarkan nantinya, karena dirinya juga tahu dan juga sadar pastinya Arkan juga sudah mulai mencurigai jika dirinya sudah membaca gerak-gerik dari pemuda itu dan jika sampai hal itu terjadi maka bisa dibilang kerjasama mereka bakalan menjadi berantakan.
" tidak tahu maksud dan tujuan orang ini menelpon untuk apa...
"diangkat saja bersikap saja seolah-olah tidak tahu apapun, karena ingin membaca gerakan lawan yang kita juga harus bisa menjadi orang yang lebih pintar lagi," saran senja membuat himbauan menganggukan kepala dan memilih untuk mengangkat panggilan yang masuk itu.
" Ya halo Arkan, Ada apa Ya? "tanya Himawan penasaran sekaligus untuk memastikan Apakah keinginan dari pemuda di seberang sana itu.
"tapi saya...
" Bilang saja dia ke sini, aku tidak apa-apa Kok Pokoknya aku bakal menjaga diri! "Senja mengatakan hal itu setengah berbisik karena kebetulan tadi saat mengangkat panggilan dari Arkan terlihat Himawan sengaja menyalakan speaker agar maksudnya mereka di dalam ruangan itu bisa mendengar semuanya.
"Oh tentu saja Kebetulan saya juga sedang ada di kantor dan juga belum melakukan pekerjaan soalnya sudah selesai dari tadi, kalau memang kamu mau ke sini ya sudah tinggal datang saja karena tamu juga tidak ada, " tawar Himawan membuat senja dan juga Bella mengacungkan kedua jempol mereka karena kebetulan keduanya juga sedang ada niatan untuk mengerjai akan sampai habis-habisan soalnya Siapa suruh mau mengabaikan mereka.
__ADS_1
Arkan yang sudah mendengar kepastian seperti itu langsung mematikan ponselnya dan segera memilih untuk menuju ke lift yang bisa mengantarnya ke ruangan tempat di mana Himawan berada, Sedangkan di dalam ruangan pria tua itu terlihat senja dan juga yang lainnya sedang mengatur strategi dan juga bersikap seolah-olah kedatangan mereka itu hanya bermain saja dan juga memberikan pesanan dari Leonardo Lalu setelah itu tidak ada sama sekali.
" kakek mohon ya tolong kamu jangan melakukan hal make up yang nantinya akan merugikan kita semua, karena kamu tahu sendiri kan kalau orang yang sudah terbiasa menyakiti orang lain mereka akan berusaha berbagai macam cara agar bisa melakukan Keinginan mereka itu ?" Himawan jelas aja waspada karena biar bagaimanapun umur seperti senja itu adalah umur di mana yang masih labil ketika mereka ingin melampiaskan apa yang didengar dan Apa yang dirasakan serta tidak ingin menjadi orang yang terlihat bodoh serta tidak tahu apapun yang dilakukan ke depannya nanti itu bakalan seperti apa.
Arkan dia tidak tahu apapun kalau sebenarnya di dalam ruangan Himawan ada Senja dan juga Bela, kedua Gadis itu bahkan Tengah bercengkrama dengan himbauan membuat suasana begitu ramai tapi yang sangat menyakitkan itu adalah yang dialami oleh Mario karena pria itu tidak pernah nyambung dengan permasalahan yang ada.
Ceklek
Arkan yang baru saja membuka pintu karena kebetulan tadi langsung disuruh masuk oleh himbauan benar-benar terkejut dengan kehadiran Senja di tempat itu, kalau Bela sih menurutnya biasa saja karena dirinya tidak punya rasa dengan wanita itu tetapi pertanyaannya dengan senja ia terlihat begitu buruk dan juga merasa tidak percaya diri sama sekali.
" Maaf jika saya mengganggu, Soalnya dari tadi tidak dikasih tahu kalau ada kalian berdua di sini! "Arkan benar-benar tidak enak hati dengan semua orang yang ada di tempat itu.
Senja berusaha untuk tetap tersenyum meskipun hatinya begitu dongkol melihat kedatangan pemuda itu yang menurutnya sudah sangat keterlaluan dalam bersikap, Masa iya orang tidak punya salah malah diganggu kehidupannya Setidaknya kalau mau melakukan sesuatu yang dipikir dulu lah?
" kita kan sekali-kali ingin melihat bagaimana kinerja dari sebuah perusahaan kalau misalnya bakalan nyambung kita akan dengan segera minta bergabung soalnya kan kita sedikit lagi Bakalan dijadwalkan untuk magang, nanti setelah dari kantornya Kakek kita bakalan menuju ke Kantornya Papa Leonardo Lalu setelah itu Mungkin ke kantor kamu berikutnya, "Senja sampai membulatkan matanya sempurna ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Bella barusan.
__ADS_1