
Senja kali ini terlihat lebih tenang saat ia dan juga Angkasa pergi kekantin bersama,saat keduanya masuk kedalam kantin semua mahasiswa yang ada disana menatap kearah keduanya dengan beragam ekspresi.
Akan tetapi intinya ekspresi yang paling menonjol adalah terkejut,antara percaya dan tidak serta ada pula yang merasa gemas,soalnya kedua orang itu adalah termasuk dalam jajaran siswa paling populer serta yang paling diidolakan banyak kaum.
"Ya ampun ini beneran kan kalau Kak Senja dan Kak Angkasa berdamai,serta tidak berantem lagi setiap kali bertemu kayak biasanya itu?" Tanya Santi penasaran dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Wah iya,ternyata memang benar lho kalau itu mereka berdua! Tapi kok bisa ya,padahal selama ini kan kayak Tom and Jerry?" Tanya mereka balik.
"Ya begitulah kalau Semesta sudah berkumpul rasanya sangat tenang dan juga menenangkan,ahh kenapa tidak kemarin kemarin begitu kan lihatnya jadi kayak gimana gitu?" ujar Semuanya sebab sangat bahagia dengan berkat yang baik hari ini.
"Bell,tuh lihat sahabat Lo! Dia dulu benci sekali kan sama Angkasa eh tau nya sekarang malah saling menempel kaya perangko,makanya orang bilang juga apa jangan terlalu benci karena nantinya kalau sudah cinta bucinnya pinta ampun!" ledek Davin yang membuat Bella tentu saja tak terima.
Bagaimana mau terima dengan akal sehat sedangkan pembicaraan itu sudah jauh sekali dari kenyataan.
"Kamu sadar kan dengan apa yang kamu katakan,jangan karena hal itu aku bisa membenci kamu lho?" ujar Bella penuh penekanan..
"Ya sadar lah cewek,soalnya kalau tidak sadar mungkin sekarang aku sudah di UGD!" sahut Davin santai.
"Syukurlah kalau begitu karena aku pengen ngomong sesuatu! Apa kamu lupa kalau selama ini yang mengejar Senja adalah teman kamu Si Angkasa itu,oh iya apa kamu mau aku jabarkan satu persatu tentang semuanya?" Tanya Bella lagi bahkan dengan tatapan matanya yang tajam setajam jilat.
"Ya itu kan dulu tapi sekarang Mah berbeda,buktinya tadi Senja yang lebih dulu menghampiri Angkasa! Jadi aku rasa tidak perlu ada penjabaran satu persatu lagi,karena yang ada hanya makan waktu untuk sebuah urusan yang percuma!" Sahut Davin santai.
"Wah ternyata kaum lelaki itu dari sono sampe sini sama saja yaitu merasa diri paling benar,padahal kesalahannya sangat fatal sampai sampai membuat kaum wanita paling tersakiti!" Ujar Bella dengan tatapan tidak suka sampai nafsu makan nya pun jadi hilang seketika.
Daffa yang dari tadi diam hanya menggelengkan kepala,karena menurutnya kedua manusia itu sepertinya harus dinikahkan saja biar jadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
"Saran saya lebih baik kalian tuh nikah saja supaya terserah mau berdebat diatas kasur kah bila perlu diatas genteng rumah kah tidak masalah,daripada kalian memperdebatkan orang lain sedang mereka yang kalian perdebatkan sedang tertawa HAHA HIHI !" ujar Daffa cuek membuat Bella Dan Davin menyadari sesuatu kalau mereka itu untuk apa mempedulikan soal Senja dan juga Angkasa toh kalau misal itu manusia berdua jadian tetap saja kan kuota data diisi oleh pribadi masing masing.
__ADS_1
"Iya juga ya,kenapa tadi kita jadi marah marah tidak jelas dan juga tidak masuk akal sedangkan yang bersangkutan saja tidak peduli sama sekali?" tanya Bella tertawa.
"Kamu mau pesan apa ya,nanti aku yang bayarkan?" tanya Angkasa pelan.
"Aku pindah ke Bella sama yang lainnya ya,daripada nanti jadi fitnah?" bujuk Senja.
Angkasa mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Senja tadi,karena setahunya mereka berdua single jadi pertanyaan nya letak fitnah itu dibagian mananya.
"Kamu kenapa memikirkan perasaan orang lain?" Tanya Angkasa sampai mengurungkan niatnya untuk memesan makanan.
"Lho itu kan wajib karena kita hidup bersama dengan orang lain yang saling memperhatikan satu dan yang lain,jadi apapun gerak gerik kita tetap nanti ada yang bakal memperhatikan jadi jangan pura pura lupa!" omel Senja kesal karena maksud dan tujuannya baik tapi malah di salah artikan.
"Terserah mereka mau bilang apa,intinya uang bensin ditanggung pribadi masing masing!" Ujar Angkasa cuek.
"Menyebalkan,setan jablay ,keponakannya Emak Kunti!" omel Senja dalam hati dan akhirnya memilih bergabung dengan Bella dan yang lainnya ketika Angkasa sedang memesan makanan.
"Eh mana bisa begitu ya,nanti pangeran katak kamu marah marah siapa yang bakal tanggung jawab?" usir Bella tak mau kesempatan sahabatnya punya pacar hilang begitu saja.
"Lebay lo,mana ada begitu?" Tanya Senja balik.
"Ya sudah kalau begitu,nanti kalau ada yang marah marah kami tidak tanggung jawab ya!" Sahut Bella.
"Stop,jangan banyak bicara buat aku pusing saja!" jawab Senja yang tak mau kalah.
"Ya sudah tinggal minum obat,kan gampang!" Saran Daffa.
Angkasa menatap tidak suka kearah Daffa dan Davin yang terlihat sekali kali mencuri pandang kearah Senja,padahal wanita itu terlihat dari tadi terkesan tak peduli tapi mereka tetap saja nyolot bahkan itu mata rasanya mau copot dari tempatnya.
__ADS_1
"Kalian masih mau menggunakan mata atau tidak,soalnya hiu ditengah laut lagi kelaparan tuh?" Pertanyaan Angkasa begitu ambigu karena ia sangat kesal dengan tingkah dari kedua cs nya itu.
"Lagi PMS,Bro?" Tanya Davin heran.
"Diam,mana makanannya biar cepat selesai dan bubar!" sarkas Senja kasar.
Angkasa menurut dengan apa yang dikatakan oleh Senja tadi karena ia sedikit cemas jika nanti wanita itu bakal menjauh lagi,padahal selama ini ia sudah sangat kesusahan untuk bersama dengan Senja.
Angkasa sebenar nya sangat tidak ingin kehilangan momen yang penting seperti ini,sebab hanya senja yang bisa membuat dirinya sudah seperti orang bingung.
Angkasa lebih memilih untuk mengalah jika hal itu bisa membuat Senja senang,soalnya apapun yang terjadi pastinya hal itu harus sesuai dengan keinginan wanita itu bukan atas kemauannya.
Daffa sangat tidak suka dengan sikap sahabatnya yang terlalu bucin berlebihan dan alhasil merugikan siapapun,ya jelas merugikan lah masa iya tadi dirinya dan Davin hanya menatap Senja semenit doang eh malah diancam dengan sangat keterlaluan.
"Kalau bucin jangan orang lain juga kena sasaran nya dong,nanti enaknya dikau kami malah kena ampasnya! Pokoknya MELEDAKK," Astaga semua orang menatap tidak suka kearah Daffa karena merasa terkejut.
"Menyebalkan!" Omel Bella.
Jimmy dari tadi masih berusaha memprovokasi Marcel yang menurutnya sangat bertingkah aneh,masa iya dirinya hanya membahas soal Sabotase mobilnya Rembulan tapi pria itu yang kaya orang kebakaran jenggot.
"Ah iya nanti saya bisa ke kampusnya Senja untuk sedikit cari tahu kebiasaan Rembulan,mungkin dengan begitu ada titik terang yang didapat?" tanya Jimmy.
Leonardo kebingungan dengan pertanyaan pengusaha muda itu,entah dirinya harus menjawab apa sekarang soalnya takut anaknya bakal merasa tidak aman.
"Mmmm tapi...
"Hahaha anda tenang saja karena saya bukan tipe orang yang terlalu memaksakan diri dengan berharap agar orang orang mau mendengarkan saya,hanya saja perbedaan umur saya dan juga Senja ya sekitar hanya 4 tahun saja kalau tidak salah dan sekarang dia sudah semester terakhir dikampus!" jelas Jimmy yang berusaha menjabarkan sesuatu secara jelas.
__ADS_1
"