
Pipi Moza kembali memerah, ia sedikit menunduk untuk menyembunyikan pipinya yang terasa panas ketika mengingat di saat Rey menyatakan perasaannya malam itu. Moza mulai melangkah dan duduk di samping Via.
"Ayolah Za, Aku sudah tidak sabar lagi mendengarnya. Di lihat dari wajahmu sepertinya berkesan sekali ya? " tanya Via yang melihat semburat merah di wajah Moza.
Moza mengangguk. "Itu sangat romantis menurut ku. Dia menyatakan cintanya di festival kembang api." ucap Moza menerawang kembali ke malam itu.
"Wah... Uwu sekali. Sepertinya sangat romantis." Via menyangga kepalanya dengan tangannya, ia juga membayangkan saat suaminya menyatakan cintanya. Tapi mendengar cerita Moza, Via ingin pergi ke festival kembang api juga. Ia ingin suaminya juga menyatakan cintanya kembali di sana.
Moza menatap Via,ia ingin bertanya sesuatu kepada Via.
"Via...," Panggilnya. Seketika Via menoleh.
"Iya Za, ada apa?"
Moza nampak sedikit ragu untuk bertanya. Ini mengenai perasaan Via kepada Rey. Ia nampak terdiam sejenak, tapi Moza memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
"Bagaimana perasaanmu terhadap Rey?" tanya Moza hati-hati.
Via menghembuskan nafas pelan, lalu ia tersenyum menatap Moza. Tangannya mengulur dan menggenggam tangan Moza.
"Percayalah bahwa kami hanya berteman Za. Aku pernah mencoba mencintai Rey, tapi Aku tidak pernah bisa. Aku tidak mengerti dengan hatiku waktu itu, yang jelas Aku hanya merasa nyaman saja saat bersama Rey. Jadi, Kau tidak perlu khawatir Za," ucap Via tersenyum.
Moza begitu lega, ia tidak melihat kebohongan dari mata Via. Namun ia masih ragu dengan hati Rey yang belum sepenuhnya lepas dari Via. Mampukah dirinya membuat hati Rey sepenuhnya hanya untuk dirinya? Moza akan terus berusaha.
***
Bintang mengerutkan keningnya. "Kenapa Kau tiba-tiba ingin kesana Sayang?" tanyanya heran.
"Aku ingin Kau menyatakan cintamu padaku sekali lagi di sana, pasti akan sangat romantis. Via sudah membayangkannya.
"Baiklah, apapun yang Kau mau Sayang," ucap Bintang. Lalu ia menjatuhkan handuk di pinggangnya, membuat Via menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Bintang begitu gemas melihat istrinya. Bintang mengurungkan niatnya untuk mengganti bajunya. Kakinya melangkah mendekati sang istri. Kini ia hanya mengenakan bokser pendek saja.
Via terkejut ketika merasakan sebuah nafas hangat di ceruk telinganya. Perlahan ia membuka kedua tangannya. Ia begitu terkejut melihat suaminya yang ternyata berada tepat di sampingnya.
Bintang tersenyum menggoda, lalu ia segera menaiki kasur menyusul istrinya. Membawa Via kedalam pelukannya. Bintang menarik selimut dan menutupi tubuhnya dan juga istrinya. Ia masih menatap wajah cantik istrinya.
Sementara Via merasa begitu malu saat Bintang terus saja menatapnya. Apalagi ia merasakan tubuh kekar itu tidak mengenakan pakaiannya. Via menyembunyikan kepalanya pada dada bidang suaminya.
"Kenapa tidak menggunakan pakaianmu?" ucap Via malu-malu.
"Memangnya kenapa Sayang? Kau tidak suka, baiklah Aku akan menggunakan pakaianku," ucap Bintang berpura-pura hendak beranjak. Namun tangan istrinya memeluknya erat dan tidak melepaskannya. Bintang tahu akhir-akhir ini Via selalu memintanya untuk tidak mengenakan pakaiannya Ketika tidur. Dan dia sangat menyukainya, karena pasti akan berakhir dengan istrinya yang menjerit di bawahnya.
"Jangan menggantinya, Aku suka Kau seperti ini. Apalagi wangi tubuhmu saat selesai mandi Sayang, Aku sangat menyukainya," ucap Via, hidungya sudah mengendus tubuh suaminya. Sungguh itu membuat Via merasakan ketenangan dalam tidurnya setelah melakukannya.
Bintang sudah tidak tahan lagi, ia segera mengukung tubuh istrinya. Dan malam ini menjadi malam yang sangat indah bagi kedua anak manusia yang sedang di mabuk cinta itu.
__ADS_1
***