Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 43


__ADS_3

Via masih termenung di sudut jalan yang sudah nampak begitu ramai. Ada senyum,tawa bahkan beberapa dari orang-orang yang ada di sana saling berbicara dengan kebahagiaan mereka masing-masing.


Via tersenyum memperhatikan setiap orang yang ia lewati. Kini tujuannya adalah stasiun. Via memutuskan untuk pergi ke kampung yang pernah ia tinggali bersama almarhum ibunya dulu. Semalam Via menginap di rumah Bu Lastri. Maka dari itu, Bintang tak menemukan siapapun di rumah Via.


Meskipun saat ini ia tengah bersedih. Namun Via tak ingin menghilangkan sebuah senyum dari bibirnya. Walaupun sebuah senyum yang ia paksakan.


Via pernah merasakan bahagia. Mencintai suaminya adalah kebahagiaan tersendiri baginya. Bintang pernah memperlakukannya dengan begitu lembut dan seolah penuh dengan cinta. Itu akan menjadi sebuah kenangan yang akan ia simpan dalam hatinya.


Jika pada akhirnya dia dan Bintang berpisah, itu tidak akan membuat Via menyesal karena telah mengenal Bintang.


Bintang adalah pria yang pernah membuatnya berani memiliki sebuah harapan. Walaupun harapan itu membuatnya kecewa pada akhirnya, namun Via mensyukuri itu semua.


Via mulai menaiki sebuah taksi. Kini ia benar-benar akan meninggalkan Bintang. Mungkin setelah kepergiannya, Bintang akan menikahi Alesha. Membayangkan hal itu membuat dadanya semakin sesak. Via harus kuat demi anaknya. Ia akan membesarkan anaknya tanpa Bintang, namun apakah ia mampu?


***


Pagi harinya...


"Bi, papa dan Mama ingin bertemu denganmu." Suara Ax terdengar begitu berat di sebrang telpon.


"Baiklah, jawab Bintang singkat dan segera memutuskan panggilan tersebut.


Bintang segera membersihkan dirinya dan bergegas menuju ke rumah Papanya. Bintang tahu, kabar itu pasti sudah sampai di telinga orang-orang di rumah utama. Bimo pasti sudah mengatakannya. Mengingat Bimo adalah keponakan dari asisten pribadi Papanya.


Bintang sudah pastikan bahwa papanya pasti akan menghajarnya nanti. Dulu saat Bintang bersikeras untuk mempertahankan Alesha, papanya pernah melakukannya. Bintang sudah siap bila hal ini akan terjadi.


Mobil Bintang terparkir di halaman rumah utama. Bintang keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya pelan menuju ke ruangan keluarga.


Papanya sudah menunggunya dengan tatapan penuh amarah. Sementara Bintang melihat di sofa sudah ada Mama yang tengah menangis dan Eve berusaha untuk menenangkannya.


Bintang melangkah maju dan berdiri tepat di depan Papanya. Plak ... satu tamparan keras Bryan layangkan ke wajah Bintang. Bekas tangan Bryan bahkan terlihat jelas di wajahnya.


"Papa kecewa kepada mu, Bintang! Sepertinya Papa harus melenyapkannya agar Kau tidak menjadi gila!"


"Pa...,"

__ADS_1


Plak ... Bryan kembali menamparnya. "Tutup mulutmu! Papa tidak ingin mendengarkan apapun darimu." Tatapan suara Bryan dipenuhi dengan amarah.


"Via adalah istrimu, tapi Kau telah menyakitinya. Kau menikahinya demi menutupi hubungan mu dengan wanita murahan itu?! Kau sungguh bodoh." hardik Bryan kembali. Ia benar-benar kecewa dengan putranya itu.


"Kau akan di laknat Tuhan karena telah menyakiti dan mencampakkan istrimu. Bahkan saat ini istri mu sedang hamil. Kami benar-benar kecewa dengan mu!" Bryan menunjuk tepat di depan wajah Bintang, lalu ia segera berlalu. Menahan sebuah amarah dan kekecewaan yang mendalam terhadap putranya.


Bintang mengakuinya bahwa dirinya salah. Ia menatap ke arah Mamanya.


"Ma...," Bintang berjongkok di depan Mamanya yang masih menangis. Bintang merasa sakit melihat Mamanya menangis. Dan itu disebabkan oleh dirinya.


"Kau begitu mengecewakan kami nak...." Suara Aya tercekat. Ia menatap Bintang dengan pandangan kecewa. "Baru kemarin kalian dari rumah ini. Mama begitu bahagia melihat kalian. Mama pikir, Via mampu membuatmu melupakannya. Mama sangat kecewa, Bi. Salah apa Mama padamu sehingga Kau berbuat sekejam itu kepada menantu Mama?!"


"Mama tidak salah. Ini salah Bintang, maafkan Bintang Ma...," Bintang memeluk tubuh Mamanya.


"Mama lelah, Bi. Mama lelah dengan semua sifatmu." Aya menangis tanpa hentinya. Lalu ia melepaskan pelukan putranya dan meninggalkannya. Dia sangat kecewa dengan putranya itu.


" Eve...," Bintang memanggil adiknya yang nampak menitihkan air matanya. Eve memalingkan wajahnya dari Bintang. Ia pun kecewa dengan kakaknya.


"Aku tidak mengenalimu lagi kak. Kau bukan kak Bintang yang dulu." ucap Eve dan juga meninggalkan Bintang.


***


Bintang membuka lemari pakaian Via. Mengambil pakaian yang pernah Via kenakan dan memeluknya seolah ia sedang memeluk Via. Rasa rindu membuatnya kembali menangis.


Dia tidak ingin berada di kamar Via, rasa rindu ini sangat menyiksanya. Hingga Bintang memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Namun saat melihat tempat tidurnya. Bayangan di saat dirinya dan Via melakukan pergulatan yang indah, menari-nari di matanya. Bintang akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa kamarnya.


Bintang mengeluarkan ponselnya dan melihat gambar Via. Hanya satu gambar yang ia miliki, yaitu saat dirinya memvideo Via yang tengah memasak sambil menggoyangkan pinggulnya beberapa saat lalu.


Bintang tersenyum melihat video tersebut, namun ia juga menangis. Emosi telah mengalahkan logikanya, hingga ia pun larut dalam sebuah penyesalan dalam kerinduan.


***


Di sisi lainnya...

__ADS_1


Taksi yang Via tumpangi tiba-tiba saja oleng. Dan mengharuskan sopir itu banting setir. Dan bruak.... Taksi itu beberapa kali terguling hingga akhirnya berhenti di tengah jalan.


Beberapa Orang-orang yang melihat hal tersebut langsung menelpon ambulance.


"Sepertinya sopir dan penumpang tidak akan selamat. Lihatlah taksi itu ringsek tak berbentuk." ucap orang-orang di sana.


Hingga tak berapa lama kemudian, polisi dan petugas medis itu berhasil mengeluarkan sopir taksi itu. Namun naas, sopir itu meninggal di tempat.


Sementara Via juga berhasil di keluarkan dari dalam sana.


"Masih ada sedikit denyut nadinya. Petugas medis langsung memberikan pertolongan gawat darurat. Membawanya kedalam ambulance.


Darah terus saja bercucuran dari kepala Via.


"Kita harus cepat!" ucap petugas medis itu. Ia takut nyawa pasiennya tidak akan tertolong lagi bila terlambat.


Sampai di rumah sakit, petugas medis itu langsung membawa Via ke ruang ICU. Dokter segera melakukan prosedur operasi. Takut bila darah akan menyumbat otak pasien.


"Tapi kita harus menghubungi keluarga pasien Dok."


"Tidak akan sempat, kita harus melakukannya sekarang atau nyawa pasien tidak akan selamat." Dokter berkata dengan tegas.


Perawat akhirnya menuruti sang dokter. "Tapi sepertinya pasien sedang hamil Dok. Bagaimana ini?!"


"Kita selamatkan nyawa pasien terlebih dahulu." Dokter begitu kekeh.


Akhirnya prosedur operasi tersebut di lakukan tanpa persetujuan dari pihak keluarga. Sebelum melakukan operasi, dokter itu nampak sedang menghubungi seseorang.


***


"Akhirnya kita berhasil Dok. Anda adalah dokter yang sangat hebat. Pasien dan janinnya berhasil di selamatkan." Perawat memuji dokter yang mengoperasi Via.


"Bagaimana dengan kondisi cucuku," ucap seorang nenek yang tiba-tiba hadir di sana.


...

__ADS_1


***


__ADS_2