
Setelah melafalkan doa untuk ibunya, Via dan Bintang mulai berdiri.
"Ibu, maafkan Aku karena selama ini Aku membuat putrimu menangis dan terluka. Mulai sekarang, Aku tidak akan pernah menyakitinya. Putrimu adalah nafas dalam hidup ku, jadi Aku akan tiada tanpa putrimu. Mulai sekarang Aku akan membahagiakan putrimu Bu. Aku memohon restu dari mu." Bintang nampak menunduk. Lalu ia menatap tersenyum menatap istrinya.
Via membalas tatapan hangat suaminya. Mereka segera berpamitan dan berjalan meninggalkan pusara itu.
Baru beberapa langkah saja, Via menghentikan langkahnya, tatapannya tercekat melihat seseorang yang berdiri di depannya dengan membawa sebuah karangan bunga.
Seseorang itu adalah Johan, ayah Via. Pria itu mematung menatap kearah putrinya. Nampak jelas pria itu menitihkan air matanya.
"Vi-via, nak... Benarkah ini kamu, putriku...," Johan menangis seketika. Ia mempercepat langkahnya mendekati Via.
Tepat di depan putrinya, Johan tiba-tiba berlutut. Pria tua itu menangis tertunduk di depan Via.
Via begitu terkejut, apalagi melihat penampilan Johan yang nampak begitu berantakan.
__ADS_1
"Nak, maafkan Ayah... Ayah sangat bersalah padamu, apalagi ibumu. Maafkan ayah nak... Ayah tidak tahu ternyata ayah telah di bodohi wanita licik itu. Ayah sangat menyesali perbuatan ayah padamu dan ibumu..." Johan tergugu.
Tanpa terasa Via menitihkan air matanya. Di depannya pria yang ia benci menangis tergugu menyesali perbuatannya. Via ingin marah, ingin mencaci. Namun ia tidak bisa, melihat kondisi Johan yang begitu berantakan membuatnya sedikit luluh.
Walaupun selama ini ia begitu membenci Johan, namun Johan tetaplah ayahnya. Dan kini pria paruh baya itu begitu menyesali perbuatannya.
Via menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. Sementara Bintang menganggukkan kepalanya. "Berdamailah dengan keadaan, Sayang. Itu akan membuat hatimu menjadi lebih tenang," bisik pelan Bintang. Via menganggukkan kepalanya.
"Berdirilah ayah, Via tidak ingin melihat ayah seperti ini," ucap Via, tangannya merengkuh papanya agar berdiri.
"Ayah sangat bersalah padamu nak. Ayah tidak pantas, maafkan ayahmu yang sangat bodoh ini...,"
Ayah sangat menyesali perbuatannya, ia bahagia putrinya mau memaafkan dirinya. Selama ini, Johan selalu di rundung penyesalan kepada Via dan istrinya. Via memaafkan dirinya, namun penyesalannya terhadap istrinya, ia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri seumur hidup. Karena istri yang sangat ia cintai telah tiada.
Kedua ayah dan anak itu saling berpelukan. Keduanya menangis tergugu.
__ADS_1
"Terimakasih nak, terimakasih sudah memaafkan ayahmu yang hina ini." Ayah semakin tergugu.
Kini Via tengah memaafkan ayahnya. Tidak ada lagi dendam di antara keduanya. Kata maaf terucapkan, dan memaafkan juga telah diucapkan. Berharap kedepannya keluarganya akan menjalani hidup yang bahagia.
Bintang tersenyum melihat istrinya mau berdamai dengan masalalunya. Ia mengucap syukur dalam hati. Istrinya adalah wanita yang luar biasa, Dan dia begitu beruntung mendapatkannya.
***
Satu Minggu berlalu.
Kini lantunan ijab Kabul kembali terucap dari mulut Bintang. Semua orang begitu bahagia menyaksikan kembali pernikahan yang begitu megah kali ini.
Bintang menjelaskan kepada penghulu bahwa mereka telah terpisah selama 5 tahun, jadi penghulu menyetujui untuk kembali menikahkan mereka.
Via nampak ayu dengan gaun pengantin yang sangat indah nan elegan. semua orang terpana melihat kecantikan istri dari Bintang Askara.
__ADS_1
Pesta pernikahan ini menjadi pesta pernikahan yang begitu megah. Kini semua orang, bahkan media mengetahui bahwa Via Azalia adalah istri dari Bintang Askara.
***