
Bintang memutar bola matanya jengah, selalu saja Mamanya bersikap berlebihan padanya. Sebelumnya Aya juga sempat memperkenalkan dirinya dengan beberapa perempuan, namun sikap dingin Bintang membuat para perempuan jadi takut untuk mendekatinya.
"Tunggu saja Bintang pulang Mam, nanti Mama dan Papa juga akan tahu sendiri. Bintang tutup dulu telponnya ya Mam." Bintang tersenyum seraya menekan tombol merah pada ponselnya. Ia tidak ingin mendengar Mamanya yang nantinya pasti akan banyak bertanya tentang istrinya. Biarlah itu menjadi sebuah kejutan nantinya.
Bintang kembali menatap langit malam, ia ingin mengatakan bahwa saat ini dirinya begitu bahagia. Ia ingin mengatakan bahwa cintanya telah kembali. Bintang beribu-ribu kali mengucapkan syukur kepada Tuhan karena sudah mengembalikan cintanya. Bintang berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga dan mencintai Via. Ia telah merasakan betapa perihnya sebuah perpisahan, dan Bintang tidak ingin mengalaminya lagi.
Bintang terkejut ketika ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya. Ia membalikkan badannya dan menatap siapa pemilik tangan itu. Sudah ia tebak itu adalah istrinya. Bibirnya menyunggingkan senyum menatap wajah seseorang yang sangat ia cintai.
"Kenapa terbangun hum," Bintang menempelkan keningnya pada kening istrinya. Tangannya mendekap erat tubuh Via.
__ADS_1
"Aku mencarimu...," Via merasakan nafas hangat Bintang yang menerpa wajahnya. Begitu hangat.
Bintang tersenyum, ia menatap lekat wajah cantik istrinya. Ia menyapu bibir Via dengan begitu lembut dan hangat. Ia mencurahkan segala kerinduan yang membuncah di hatinya.
' Aku pernah mencoba untuk membencimu, Aku pernah mencoba untuk melupakanmu. Namun pada kenyataannya justru semakin membuat ku terluka. Aku bahkan melukai diriku sendiri hanya untuk melawan rinduku padamu. Aku selalu berusaha untuk tertawa, namun hatiku begitu terluka begitu dalam. Hingga raga ini seolah berhenti bernafas, Aku hanya mencintaimu sayangku, cintaku, gadisku...'
Dibawah sinar rembulan, mereka saling melepas rindu, menjawab pertanyaan yang ada di hati keduanya. Kedua anak manusia itu saling merindu, saling menghapus rasa sepi dan kehilangan yang terlewatkan. Nafas keduanya menjadi memburu. Bintang dengan hati-hati membawa tubuh istrinya kedalam. Bintang membawa Via menuju pintu lainnya yang ada di kamarnya. Sebuah pintu yang menghubungkan ke kamar lainnya.
Bintang berkali-kali memanjakan istrinya dengan ciumannya. Sentuhan tangannya membuat Via pasrah begitu saja.
__ADS_1
"Sayang...," Bintang berbisik dengan suara yang begitu seksi. "Aku mencintaimu...," Dan setelah Bintang mengucapkan kalimat itu. Ia kembali melanjutkan kegiatannya. Aku adalah milikmu dan Kau adalah milikku, mereka menjadi satu.
Bintang menitihkan air matanya, ia begitu bahagia. Kemarin... Dia begitu menderita ketika Via meninggalkannya. Bintang bahkan tak mampu bernafas dengan benar.
Senandung cinta dan rindu memenuhi hati mereka berdua. Sinar rembulan malam ini memberi keindahan dalam hati keduanya. Hati mereka menjadi begitu sejuk, dan ini adalah cinta.
Bintang menggendong tubuh Via menuju bathroom setelah pergulatan panas yang indah. Ia menurunkan istrinya di bathtub yang sudah ia beri air hangat. Menyabuni tubuh istrinya dengan cinta. Dan kembali mengangkatnya ketika sudah selesai mandi.
"Tidurlah sayang...," Bintang mengecup kening istrinya dan mendekapnya erat.
__ADS_1
"Sayang...," Panggil Via pelan. Dia menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya. Via masih malu-malu menatap wajah Bintang.
***