
Pagi ini di meja makan, tidak seperti sebelumnya. Kali ini Bintang duduk di samping Via. Kalau sebelumnya ia duduk di sebrang Via, kali ini tidak. Bintang ingin dekat dengan Via. Pertempuran semalam membuatnya tak ingin melepaskan pandangannya dari istrinya.
Bintang telah memutuskan sesuatu yang besar dalam hatinya. Kalau kemarin ia begitu mencintai Alesha, entah mengapa semenjak kehadiran Via, rasa cinta itu perlahan memudar.
Baru kemarin ia begitu senang saat Alesha lebih memilihnya daripada pekerjaannya. Namun saat mengetahui bahwa pernikahannya dengan Via tinggal sebentar lagi, Ia seakan tak rela.
Semalam setelah pertempuran panas mereka. Bintang masih bergelut dengan hatinya. Ia menimbang setiap keputusan yang akan diambilnya. Dan akhirnya ia telah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Alesha.
Menatap wajah lelah Via dalam dekapannya membuat hatinya begitu hangat dan nyaman. Istri kontraknya telah membuat dunianya berubah seketika. Bintang mulai mengerti bahwa yang ia rasakan kepada Via adalah karena cinta. Namun yang ia rasakan kepada Alesha selama ini? Bintang tidak mau memikirkannya. Yang jelas saat ini ia tidak ingin kehilangan Via. Hatinya sudah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada gadis dalam dekapannya.
"Kenapa Kau menatap ku terus, Bi? Apa ada yang salah dengan wajahku?" Via menjadi begitu canggung. Sejak tadi suaminya terus menatapnya dengan mengembangkan senyumnya.
"Cie.... kalian mesra sekali sih... Makan aja duduknya saling berdekatan begitu. Jadi pengen deh," ucap sebuah suara yang tak lain adalah Divya.
Divya dan Sean pun mulai bergabung dengan mereka di meja makan. Bintang hanya menatap jengah Divya yang terus saja menggodanya.
***
Siang hari di apartemen Alesha.
"Sayang, kenapa Kau diam sekali hari ini? Ada apa denganmu?" Alesha memegang tangan Bintang. Bintang mengangkat wajahnya menatap Alesha dan membalas genggaman tangan Alesha.
"Al, bagaimana kalau Kau kembali ke rumah orang tuamu. Dengan begitu ada yang akan menjagamu." Bintang berucap dengan hati-hati.
"Sebenarnya apa yang ingin Kau katakan?" Alesha seolah tahu ada hal penting yang akan Bintang katakan.
"Aku ingin Kau kembali ke rumah orang tuamu agar ada yang akan selalu menjagamu Al."
__ADS_1
"Kenapa Kau menyuruh ku untuk kembali ke rumah Mama dan Papa? Bukankah ada Kau yang akan menjaga ku?! Apakah Kau tidak mau menjaga ku lagi? Apa Kau mau meninggalkan ku?!" Alesha langsung menyambung ucapan Bintang dengan pertanyaannya.
Bintang hanya diam dan menatap Alesha. Sementara Alesha mulai melangkah dan berjalan menujunya, memeluknya dengan tangis kepura-puraan. Ia tahu perasaan Bintang padanya mulai berubah semenjak ada Via. Alesha sangat membencinya. Ia tidak ingin Bintang meninggalkannya.
"Jangan Bi, tolong jangan jangan menganggukkan kepalamu. Aku tidak ingin Kau meninggalkan ku. Aku sangat mencintaimu Bi, dan Aku yakin bahwa Kau juga sangat mencintai ku. Tolong jangan katakan bahwa Kau akan meninggalkan ku...."
Bintang masih terdiam. "Al, maafkan Aku...." Hanya itu kata yang keluar dari bibir Bintang.
Alesha mengepalkan tangannya. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi. Ia dapat menangkap sesuatu dari kata maaf yang terlontar dari mulut Bintang.
"Apakah Kau jatuh cinta kepadanya? Kau tidak boleh jatuh cinta kepadanya, Bi. Hanya Aku yang boleh Kau cintai." Alesha mempererat pelukannya. Ia tidak ingin membiarkan Bintang memutuskan hubungannya.
Bintang menghela nafasnya. Ia mengusap punggung Alesha, berusaha untuk menenangkannya.
"Al, dengarkan Aku...." Bintang mengusap air mata buaya Alesha. Aku sudah menikah dengan Via saat ini, itu juga atas desakan mu waktu itu. Dan Aku jatuh cinta kepadanya Al, maafkan Aku. Aku yakin suatu saat nanti Kau akan bisa melupakan ku." Bintang berkata pelan dan hati-hati. Sementara Alesha menatapnya dengan tajam.
"Bagaimana jika Aku tidak mau?! Aku tidak ingin Kau memutuskan ku. Tidak bisa! Aku hanya ingin kamu. Ceraikan dia, Bi. Aku ingin kita bersama. Aku tahu Kau masih sangat mencintai ku!" Alesha menjawab dengan keras kepala. Ia tidak akan membiarkan Bintang hilang dari genggamannya.
"Kau tidak bisa berbuat seperti ini kepadaku, Bi!" Teriaknya dengan keras kepala.
"Aku memang mencintaimu Al, tapi itu adalah diriku yang dulu. Saat ini Aku mencintainya dan akan terus mencintainya. Jadi kumohon mengertilah Al. Kau akan mendapatkan pria yang lebih baik dariku nanti."
"Tidak, Aku yakin Kau masih mencintai ku. Walaupun Kau mengatakan bahwa Kau mencintainya, tapi Aku sangat yakin bahwa cintamu hanya untuk ku!" Alesha dengan cepat menarik baju Bintang dan langsung mencium bibirnya. Bintang dengan cepat mendorongnya menjauh dan langsung mendorongnya. Ia kemudian langsung berdiri.
"Maafkan Aku Alesha. Mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa. Dan kita bukan siapa-siapa lagi." ucap Bintang setelah mengusap bibirnya, lalu setelahnya ia pun segera pergi dari apartemen Alesha.
Alesha berteriak dengan begitu marahnya. Ia melempar vas bunga yang ada di meja.
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskan mu Bi! Kau adalah milikku. Kau lihat saja nanti, Aku akan membuat kalian saling membenci, Aku akan memisahkan kalian berdua!" Sungutnya. Alesha mengepalkan tangannya,ia begitu membenci Via.
"Aaaaaaaaah...! Semua ini gara-gara Kau, Via! Aku akan membuat hidupmu hancur. Kau lihat saja nanti!"
***
Sementara Bintang kini merasa begitu lega. Ia sudah memutuskan Alesha. Kini ia tersenyum sendiri di ruang kerjanya. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah, ia ingin sekali memeluk Via.
Namun Via masih belum kembali dari pekerjaannya. Bintang akan menyuruh Via untuk berhenti bekerja. Ia ingin Via selalu berada di rumah. Bintang ingin saat dirinya pulang, Via akan selalu menyambut dirinya.
Via masih melayani beberapa pengunjung di restoran.
"Permisi Nyonya, Tuan. Apa yang ingin di pesan?" tanyanya pada pengunjung restoran.
"Via, kenapa Kau bekerja menjadi pelayan di restoran ini? Apa yang yang papamu berikan masih kurang cukup!?" ucap pengunjung restoran tersebut
Via pun menatap kearah pengunjung restoran itu. Matanya terbelalak ketika mengetahui bahwa mereka adalah Papa dan istri keduanya.
Johan langsung berdiri. Ia nampak begitu marah. "Walaupun Aku tidak begitu yakin bahwa Kau adalah anakku, tapi Aku sudah mengirimkan banyak uang kepada mu. Apa itu masih kurang, sehingga Kau harus bekerja menjadi seorang pelayan!?" Johan meninggikan suaranya. Ia selalu memberikan uang kepada Rosita setiap bulannya agar di kirimkan ke rekening Via. Namun Johan tidak mengetahui tentang kelicikan istri keduanya itu.
Via mengerutkan keningnya. Uang apa yang di maksud oleh pria yang seharusnya ia sebut ayah? Via sungguh tidak mengerti.
"Sekarang Aku tahu, jadi yang Alesha katakan itu benar? Kau menghabiskan uangku untuk Kau habiskan dengan teman-teman priamu?! Aku tidak menyangka bahwa Kau akan menuruni ibumu yang senang bermain-main dengan banyak pria!" cibir Johan.
Via mengepalkan tangannya, sungguh ayahnya sangat menghinanya.
"Kau boleh menghinaku sesukaku Tuan, tapi Aku tidak akan membiarkan mu untuk menghina ibuku seperti itu! Silahkan keluar dari restoran ini, kami tidak menerima pengunjung seperti Anda dan istri licik Anda!" Via berkata dengan menahan sesak. Hatinya begitu sakit atas penghinaan ayahnya.
__ADS_1
***
Mohon maaf, hari ini hanya up 1 bab. Author sangat sibuk hari ini 🙏