Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 54


__ADS_3

Bintang mengikuti mobil Maura saat mengantarkan putranya ke sekolah. Mobil Maura berhenti di depan sebuah taman kanak-kanak.


Namun dari dalam mobil, Bintang tersenyum melihat Er yang melambaikan tangannya kepada Via saat akan memasuki sekolahnya. Bintang ingin berada di sana saat ini.


Bintang hendak kembali mengikuti mobil Via. Namun ponselnya berdering, dan membuatnya mengangkat panggilan tersebut.


"Ada apa?" Bintang nampak kesal.


"Hei kawan, kenapa suaramu seperti sedang kesal seperti itu?" Suara seseorang dari sebrang tertawa seolah mengejeknya.


"Jelas saja Aku kesal, Kau membuatku kehilangan jejaknya," ucap Bintang menghela nafas kasar.


"Siapa?"


"Bukan siapa-siapa, cepat katakan kenapa Kau menelpon ku!"


"Dasar tukang marah." cibir seseorang di sebrang. " Apa Kau masih di Singapore?" tanyanya lagi.


"Ya, ada apa? Kau mau mengatakan bahwa Kau akan kembali?" Bintang bergurau.


"Apakah Kau peramal? Ck...."


"Jadi benar Kau akan kembali?" tanya Bintang.


"Ya, Aku sudah sangat merindukannya. Sudah dua Minggu Aku meninggalkan calon istriku. Tunggulah di sana, nanti Aku akan mengenalkan mu dengan calon istri Ku."


"Aku juga akan mengenalkan mu dengan istri Ku."


"Apa Kau menikah lagi? Kenapa Kau tidak memberitahu ku?" Seseorang di sebrang terkejut. Pasalnya ia tahu bahwa Bintang telah kehilangan istrinya.


"Tidak, Aku tidak menikah lagi. Dia masih istriku yang dulu. Dia masih hidup, Rey."


"Wow, ini sungguh keajaiban kawan. Kalian sudah di takdir kan Tuhan untuk bersama. Kita harus bertemu nanti, Aku ingin memperkenalkan kalian dengan calon istri Ku," ucap Resya.


Ya, seseorang di sebrang telpon adalah Resya. Beberapa waktu lalu Rey seharusnya menandatangani kerjasama dengan perusahaan Bintang. Namun karena dirinya yang masih sibuk di negara lain, Resya harus meminta Papanya untuk membantunya menghandle kerjasama tersebut.


Rey ingin mengetahui Bintang sudah kembali atau belum. Ia ingin memperkenalkan calon istrinya kepada sahabatnya.

__ADS_1


Namun siapa sangka ternyata calon istri Resya adalah istri sahabatnya. Bagaimana jika nanti mereka mengetahui keadaan yang begitu rumit ini?


Apakah salah satu diantara mereka akan mengalah? Sementara keduanya mencintai gadis yang sama.


Mereka segera mengakhiri panggilan. Bintang memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Mungkin saja saat ini istrinya berada di sana.


***


Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, sebuah kemacetan terjadi. Ternyata di depan sana ada kecelakaan yang mengakibatkan dua mobil ringsek menghalangi jalan.


Bintang segera turun dari mobilnya karena merasa kemacetan itu akan memakan waktu lama.


Bintang melihat mobil Via yang berada tak jauh dari mobilnya. Ia memutuskan untuk menghampirinya. Kakinya melangkah mendekati mobil Via.


Namun pintu mobil itu sedikit terbuka. Ternyata istrinya sudah tidak berada di dalamnya. Hingga Bintang pun melihat ke sekeliling untuk mencari selulit istrinya.


Bintang mencoba berjalan dan mencari dimana keberadaan Via. Kakinya terus melangkah. Seketika Bintang terkejut saat melihat Via yang tengah berada di depan sana. Terdapat beberapa orang yang berlumuran darah. Ya, Via tengah berusaha untuk menyelamatkan orang-orang yang mengalami kecelakaan.


Ada beberapa korban yang masih nampak bernafas, bahkan ada seorang anak kecil yang menangis melihat kedua orang tuanya yang tergeletak di antara korban lainnya.


Via masih mencoba untuk memberikan pertolongan kepada ibu anak kecil tersebut.


Keadaan begitu genting, namun belum ada tanda ambulance datang. Polisi masih mengamankan beberapa korban lainnya. Rupanya di dalam mobil itu terdapat beberapa keluarga di dalamnya.


Bintang tercekat melihat keadaan di depan matanya. Via tengah berjuang menyelamatkan nyawa di sana. Kakinya terus berjalan menuju Via. Namun di polisi mencegahnya untuk memasuki area kecelakaan.


"Maaf Tuan, Anda harus menjauhi batas area!" ucap polisi.


"Saya adalah suami dokter itu, Sir. Biarkan Saya masuk, Saya harus membantu istri Saya," ucap Bintang bersikukuh.


Akhirnya polisi membiarkan Bintang memasuki area kecelakaan tersebut. Bintang segera meraih anak kecil yang tengah menangis di samping Via.


"Kau aman sekarang,nak." ucap Bintang mendekap tubuh anak kecil yang berlumuran darah itu.


Dan ibu-ibu yang Via tolong itu kembali bernafas. Via begitu lega, namun ia begitu tidak tega melihat korban lainnya yang tidak selamat. Air matanya luruh melihat pemandangan di depannya itu. Bertepatan dengan itu, ambulance datang dan segera membawa korban selamat maupun yang tidak selamat.


Bintang segera membawa anak kecil itu ke ambulance untuk di berikan pertolongan. Lalu ia kembali ke tempat dimana Via berada. Via masih terdiam dan menangis di sana. Begitu banyak nyawa orang-orang yang tidak selamat, dan ia tidak dapat menyelamatkan mereka semua.

__ADS_1


Bintang mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Berusaha untuk menenangkan istrinya.


Via terkejut, ia menatap kebelakang. Air matanya masih saja luruh, namun ia melihat sosok Bintang di sana. Tanpa Bintang duga, Via membalas pelukannya dan menangis dalam pelukannya.


Bintang dapat merasakan apa yang Via rasakan. Ia berusaha untuk memberikan sebuah kenyamanan untuk Via.


"Kau sudah berusaha dengan keras, Kau adalah dokter yang hebat. Kau sudah melakukan yang terbaik." Bintang berkata seraya mengusap pelan punggung Via.


Bintang pun membawa Via menjauh dari area kecelakaan itu. Ia terus berusaha menenangkan Via.


"Kenapa Kau bisa berada di sana?" tanya Via. Kini mereka berada dalam satu mobil. Bintang mengemudikan mobil Via. Bintang tidak ingin Via menyetir dalam keadaan seperti tadi.


"Karena Aku melihat mu. Kau istriku dan Aku tidak ingin terjadi apapun dengan mu. Kau tahu? Aku begitu kagum dengan mu. Kau adalah wanita yang hebat," ucap Bintang. Tatapannya menatap lurus kearah jalanan.


Sementara Via tak menjawab apapun, ia menatap kearah Bintang yang nampak fokus menyetir.


"Terimakasih." Suara pelan Via terdengar ditelinga Bintang. Bintang menatap ke arah Via yang kini menundukkan kepalanya, ia pun tersenyum kecil.


Suasana menjadi begitu hangat. Bintang mengemudikan mobil Via menuju ke sebuah tempat yang akan membuat Via tenang.


Mobil itu berhenti. Bintang mengajak Via untuk keluar dari mobil. MacRitchie Reservoir, Bintang membawanya. Di taman itu Bintang membawa Via untuk duduk di sebuah kursi taman. Menatap keindahan yang membuat hati begitu tenang.



Keduanya masih terdiam dengan pemikiran masing-masing. Hingga suara Bintang memecah keheningan diantara keduanya.


"Via, ayo kita kembali pulang ke rumah." Bintang mengatakannya dengan menatap pemandangan di depannya.


Membuat Via seketika menatap Bintang. Kenapa pria di sampingnya terus saja membujuknya? Namun mengapa saat ini dirinya malah diam saja dan menurut saat pria di sampingnya mengajaknya ke tempat itu?


Via tidak mengerti dengan hatinya. Sejujurnya,ada sebuah rasa kenyamanan di saat bersama dengan pria di sampingnya itu.


***


bonus visual Karel 👇😍😍


__ADS_1


***


bocil lagi sakit genks, jadi untuk selanjutnya slow up 🙏. Menunggu bocil sembuh 🙏🙏


__ADS_2