Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 75


__ADS_3

" Tolong berikan Restu kalian padaku. Aku ingin membawa Via dan putraku kembali pulang." Bintang berkata dengan suara seraknya. Ia menundukkan kepalanya saat ini.


Dapat nenek lihat keteguhan hati Bintang. Ia menatap ke seluruh keluarganya, nampak semua anak-anaknya mengangguk setuju, mereka begitu menyayangi Via, dan mereka ingin Via bahagia.


Via yang melihat suaminya tertunduk, ia langsung memeluk tubuh Bintang. Mendengar ucapan suaminya membuat dirinya menangis terharu.


Nenek terdiam memperhatikan cucunya yang memeluk suaminya. Beliau tersenyum dan menitihkan air matanya. Nenek begitu bersyukur melihat cinta Via untuk suaminya, begitu juga sebaliknya. Nenek sangat bahagia, ucapan Bintang sangat menyentuh hatinya.


Kebahagiaan orang tua adalah melihat anak-anaknya bahagia. Nenek yakin Bintang tidak seperti ayah Via. Bintang akan menjaga cucunya. Nenek tak dapat membendung lagi air matanya. Beliau melangkah dan memeluk tubuh keduanya dengan tangis bahagia.


"Cucu-cucu ku, semoga kalian selalu di limpahkan kebahagiaan dalam hidup kalian," ucap nenek penuh haru.


***


Setelah mendapatkan restu dari nenek beserta keluarga lainnya. Bintang mengajak Via untuk ke sekolah Er, mengurus surat kepindahan sekolahnya.


Bintang memasuki kelas Er, sementara Via pergi menuju kantor guru Er untuk mengurusi semuanya.

__ADS_1


Bintang menatap putranya yang kini tengah bermain dengan teman-temannya. Hingga mata bulat itu menatap ke arahnya dan di sambut dengan senyuman oleh Bintang.


"Daddy...," Er berlari memeluk Bintang. Bocah kecil itu nampak begitu girangnya.


Bintang segera menggendongnya dan menciumi wajah putranya.


"Daddy datang untuk menjemput Er?"


"Ya nak. Dan kita akan jalan-jalan nanti, kita akan bertemu dengan nenek dan ada uncle juga aunty. Apa Kau mau?" tanya Bintang.


Er mengangguk dengan senangnya.


Di lihatnya istrinya yang kini tengah berjalan mendekat ke arah mereka.


"Apakah sudah selesai?" tanya Bintang menatap lembut istrinya. Via menganggukkan kepalanya. Kini ia dapat menyelesaikan satu hal.


"Mommy, apakah yang Daddy katakan itu sungguhan? Daddy mau mengajakku untuk bertemu dengan nenek, uncle dan aunty? Er sangat senang sekali Mommy." Er berkata dengan begitu menggemaskan.

__ADS_1


Via tersenyum menganggukkan kepalanya. "Ya, Sayang. Kita akan naik pesawat nanti untuk bertemu dengan keluarga Er yang lainnya." ucap Via begitu lembut. Tangannya mengusap lembut rambut putranya.


Er begitu girangnya, ia pun berlarian kesana-kemari. Via dan Bintang menatap putranya yang begitu bahagia saat ini.


***


Via menatap sendu putranya yang tengah berpamitan kepada sahabatnya Mayra.


"Kak El, halus janji akan datang lagi kemali, May akan menunggu kak El," ucap Mayra begitu sedih. Ia tidak akan lagi melihat Er, ia sangat kehilangan Er. Er adalah sahabatnya satu-satunya.


"Aku janji, nanti Aku pasti akan datang ke sini lagi May, kita akan bermain lagi."


"May akan menunggu kak Er," ucap Mayra sedih.


Kedua bocah kecil itu saling berpelukan, Mayra menangis tersedu, melihat Mayra yang menangis membuat Er juga menangis, kini ruangan itu di penuhi dengan tangisan dua bocah kecil itu.


Via merasa sedih berpisah dengan Mayra. Gadis kecil itu hanya memiliki seorang Ayah, dan kini ayahnya dalam kondisi kritis di rumah sakit itu. Via menitipkan Mayra pada suster kepercayaannya untuk mengurus gadis kecil itu jika terjadi sesuatu pada ayahnya.

__ADS_1


Via, Bintang dan Er pun akhirnya meninggalkan rumah sakit itu. Mereka langsung menuju bandara untuk take off meninggalkan Singapore.


***


__ADS_2