Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Season 2


__ADS_3

"Apa Kau pernah mencintai seseorang?" tanya Richie, pandangannya menatap ke arah depan.


"Aku tidak pernah mencintai seseorang. Aku terlalu takut untuk jatuh cinta. Kau lihat sendiri kan, cinta itu begitu rumit. Dan Aku tidak ingin berada di dalam kerumitan itu," ucap Dea.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mencobanya?" ucap Richie menoleh ke arah Dea.


"Hahh...."


***


Dea Arsyila, gadis yang tidak pernah jatuh cinta. Dalam hidupnya tidak ada yang namanya prinsip jatuh cinta. Karena itu hanya akan membuang-buang waktu, dan menurutnya cinta hanyalah sebuah kerumitan yang tak pernah berujung.


Di besarkan di sebuah panti asuhan membuat Dea menjadi sosok gadis yang kuat dan tangguh. Walaupun begitu, ia juga seorang manusia biasa yang memiliki sisi rapuh dalam dirinya. Namun ia mampu menutupinya dari orang lain. Dea tidak ingin orang lain meremehkan dirinya yang tak memiliki orang tua.


Dea beruntung karena memiliki seorang sahabat baik, yaitu Moza Atalia. Mereka berteman sejak berada di panti asuhan. Hingga akhirnya Moza di temukan oleh kedua orang tuanya. Mereka begitu bersedih ketika harus terpisah.


Mengetahui Dea adalah teman putrinya, Tuan Arya telah memberikan sebuah harapan indah untuk Dea. Yakni, beliau telah menjamin pendidikan Dea hingga selesai.


Dan berakhirlah Dea saat ini yang mampu mengembangkan karirnya. Ia menjadi kepala bagian administrasi di perusahaan milik Resya A Anggara, yaitu suami sahabatnya.


Tidak hanya itu. Tuan Arya telah mengetahui jika Dea juga turut andil dalam menyatukan putrinya dan juga menantunya, maka Tuan Arya memberikan sebuah hadiah yang membuat Dea begitu senang.


Tuan Arya memberikan salah satu anak perusahaannya yang ada di Indonesia untuk Dea. Awalnya Dea menolak karena ia tulus membantu sahabatnya. Namun karena Tuan Arya terus saja mendesaknya, mau tak mau Dea pun menerimanya.


Dia bertekad akan mengembangkan anak perusahaan itu menjadi lebih maju lagi dalam bidang bisnis. Dea yakin ia akan mampu, apalagi dia sudah bertekad untuk tidak jatuh cinta.


Namun sialnya, seorang aktor favoritnya malah terus saja mengejar cintanya. Hingga membuat Dea menghilangkan aktor itu dari daftar aktor favoritnya.


Ia sedikit lega karena ia akan menetap di Indonesia. Jadi ia tidak akan pernah bertemu dengan Richard Kevin. Aktor yang selalu saja mengejarnya.

__ADS_1


***


Enam bulan kemudian.


Pagi itu, Dea melangkahkan kakinya terburu-buru keluar dari kamarnya, membuat sepatu heels miliknya terdengar begitu nyaring.


Dea mengenakan pakaian mini dress berwarna peach dan juga blazer warna hitam yang sudah membalut sempurna di tubuhnya. Terlebih lagi rambut panjang dan bergelombang kini telah berayun-ayun menyentuh ujung bahunya.


Dea tergesa-gesa melewatkan sarapan paginya. Pagi ini ia ada pertemuan penting dengan rekan bisnis barunya yang katanya usianya tak jauh dari dirinya.


"Nona tidak sarapan dulu?" tanya asistennya ketika melihat Dea yang berjalan terburu-buru.


"Tidak Mis, nanti di kantor saja. Bawakan saja bekal untuk ku," pintanya dan di angguki oleh Misty, ART di rumahnya.


"Baik, Nona." ucap Misty patuh.


***


"Nona Dea," suara seorang wanita menghentikan langkah Dea. Ia menoleh ke arah suara.


"Celine, ternyata Kau sudah datang."


Seorang wanita yang bertubuh seksi itu datang menghampiri Dea. Wanita itu adalah sekertaris Dea yang sudah bekerja dengannya selama empat bulan.


"Tuan Gabriel sudah datang," ucap sang sekertaris. Dea membelalakkan matanya. Bagaimana bisa ia datang terlambat dan membiarkan kliennya menunggunya?


Celine menatap jam yang ada di pergelangan tangannya. "Baru lima menit yang lalu, Nona."


Dea bernafas lega, karena ia pikir kliennya sudah menunggunya lama. Untungnya belum begitu lama. "Baiklah, terimakasih, Celine. Tolong bawakan laptop yang ada di meja kerjaku ke ruang meeting."

__ADS_1


"Sudah Saya siapkan, Nona."


"Bagus, terimakasih sekali lagi, Celine." Celine mengangguk.


Dea segera melangkah menuju ke ruang meeting, namun langkahnya kembali terhenti. "Celine, bisakah Kau membawakan ku contoh kemasan produk perusahaan kita ke ruang meeting?"


Celine tersenyum. "Saya juga sudah menyiapkannya, Nona."


"Sip, Kau memang sekertaris handal ku," puji Dea. Lalu ia segera menuju ke ruang meeting untuk menemui klien barunya dan diikuti oleh Celine di belakangnya.


Pelan, Celine mendorong pintu ruangan meeting. Mereka melangkah memasuki ruangan tersebut. Celine mempersilahkan Dea untuk masuk terlebih dahulu, setelah itu baru dirinya.


Dalam ruangan tersebut terlihat tiga orang yang sudah menunggu. Satu di antaranya Dea sudah mengenalnya. Dia adalah Tuan Gabriel. Namun dua orang pria di sebelah Tuan Gabriel belum Dea kenal. Mata salah satu di antara dua pria di samping Tuan Gabriel menatap Dea dengan menyipitkan kedua bola matanya saat menyambut Dea dengan seulas senyum.


"Selamat pagi, maaf karena sudah menunggu lama."


"Selamat pagi, Nona Dea. Tidak apa-apa, kami juga baru saja tiba." Suara Tuan Gabriel memecah suasana dalam ruangan tersebut. Mereka kemudian berdiri dan berjabat tangan dengan Dea.


"Oh ya, perkenalkan Nona Dea. Ini teman Saya Arsen. Dia yang Saya ceritakan waktu itu, Arsen sedang mencari perusahaan food industry untuk diajak kerja sama mengembangkan perusahaan yang baru di rintisnya. Arsen juga baru menyelesaikan pendidikan S3 di London, dan juga memiliki bisnis disain grafis sendiri," terang Tuan Gabriel.


"Perkenalkan, Saya Arsen, Nona."


Pria bernama Arsen itu berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menjabat Dea. Ia juga tersenyum. Dan itu sungguh membuat Dea terbengong untuk beberapa detik. Pria itu begitu tampan, batinnya. Ia segera mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Arsen.


Untuk beberapa saat tangan itu masih berjabat tangan. Hingga suara deheman Tuan Gabriel menyadarkan Dea.


"Apa kita bisa memulainya sekarang, Nona Dea?"


"Ah, iya. Kita bisa memulainya sekarang," ucap Dea dan segera melepaskan jabatannya.

__ADS_1


***


Hai semuanya, mohon maaf. Author gak jadi ngambek sama entun 😂. Karya ini tadinya mau othor tamatkan karena terlalu kecewa sama entun. Tapi setelah othor jalan-jalan ke rumah singgah yang lainnya, ternyata tetap saja masih nyaman di rumah sendiri 🤣🤣. Jadi othor putuskan untuk comeback lagi walaupun masih sangat kecewa sama rumah sendiri 😁.


__ADS_2