Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 65


__ADS_3

Via menatap Rey, namun sejurus kemudian, Ia kembali mengalihkan pandangannya.


Melihat Via yang mengalihkan pandangan darinya, membuat Resya begitu kecewa. Tiba-tiba saja keraguan menyelimutinya.


Benarkah Via memilihnya karena mencintainya? Ataukah karena sebuah luapan emosi yang ia rasakan kepada Bintang? Mungkinkah Via mencintai Bintang? Beribu-ribu pertanyaan mulai memenuhi otaknya. Resya khawatir jika Via tidak pernah mencintainya.


"Via, Aku ingin bertanya sekali lagi, apakah Kau mencintai ku? Aku hanya ingin memastikan sebelum kita menikah nanti."


Via tidak tahu bagaimana ia harus berkata. Sejujurnya Via tidak pernah bisa menghilangkan cintanya dari Bintang. Namun ia tidak ingin pria itu menyakitinya lagi. Dan untuk Resya, Via hanya merasa nyaman saja bila bersamanya. Namun untuk cinta, Via tidak akan pernah bisa berpaling dari Bintang.


Dering ponsel membuat percakapan itu terhenti. Via melihat ponselnya, dan itu dari nomor yang tidak ia kenal. Via mulai menggeser tombol hijau itu.


"Nona, kumohon datanglah ke rumah sakit, Tuan Bintang saat ini sedang kritis," ucap seseorang di sebrang telpon.

__ADS_1


Via terkejut, apakah telpon itu hanya orang iseng saja?


"Siapa ini? Kau jangan bercanda, baru saja kami baru bertemu,dia tidak apa-apa. Apa Kau mau menipuku?!" Via merasa penelpon itu hanyalah seorang penipu.


"Tidak Nona, Saya Bimo. Tuan Bintang kondisinya sangat kritis, penyakit lambungnya kambuh, dan saat ini masih dalam penanganan dokter. Saya tidak tahu kalau beliau kembali meminum alkohol, hingga membuatnya seperti ini. Kumohon Nona, datanglah ke rumah sakit. Tuan Bintang sangat membutuhkan Anda saat ini," ucap Bimo begitu khawatir.


Via langsung menjatuhkan ponselnya. Benarkah yang Bimo katakan? Apa Bimo hanya menipunya agar ia kembali bersama Bintang? Untuk memastikannya ia harus ke rumah sakit.


"Rey, tolong antar Aku ke rumah sakit sekarang juga."


"Bintang saat ini sedang berada di rumah sakit, dia katanya sedang kritis, jadi Aku harus memastikannya itu benar atau tidak."


"Baiklah, Aku akan mengantarkan mu," ucap Resya. Ia juga ingin tahu apakah ini hanya akal-akalan Bintang saja untuk mendapatkan Via kembali. Resya menepis pikirannya ketika melihat kekhawatiran Via kepada Bintang.

__ADS_1


***


Via berjalan tergesa hingga iapun meninggalkan Resya di mobil. Rasa khawatir semakin membuatnya ketakutan.


Via terus saja berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit dengan cepatnya. Hingga ia melihat sosok Bimo yang kini berada di depan sebuah ruang ICU.


Langkah Via semakin cepat menghampiri Bimo. Tanpa ia sadari air matanya leleh dari sudut matanya.


"Bagaimana keadaan Bintang, Bim? Baru saja kami bertemu, dan dia baik-baik saja. Kenapa Bintang bisa mengalami ini semua Bim, katakan!" Via sudah tidak sabar lagi mendengar penjelasan dari Bimo.


"Nona, Tuan Bintang memiliki penyakit lambung yang sangat akut. Beliau tidak bisa meminum alkohol lagi. Jika ia melakukannya, inilah yang terjadi. Namun kali ini lebih parah dari sebelumnya, Nona."


"Sebelumnya? Apa Bintang pernah seperti sekarang ini?" tanya Via.

__ADS_1


"Ya, Tuan Bintang pernah mengalaminya sebelumnya saat beliau mengira Anda telah meninggal. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah minum-minuman beralkohol. Hingga ia mengalami cidera pada lambungnya, dan itu sudah sangat parah. Saya tidak tahu Tuan Bintang kembali mengkonsumsi minuman itu. Dan sekarang terjadi lagi. Saya sangat khawatir sekali, Nona." Bimo nampak sangat mencemaskan Bintang.


***


__ADS_2