
Bintang begitu panik saat tak mendapati Via di sepanjang perjalanan. Ia begitu menyesali perbuatannya dan ucapannya. Bayangan saat Via meneteskan air mata beberapa saat lalu karena ucapannya terus saja terngiang-ngiang di otaknya.
"Bodoh...bodoh! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri bila terjadi sesuatu padamu Vi. Maafkan Aku Vi, kumohon kembalilah. Kau boleh menghukum ku dengan cara apapun, asalkan jangan meninggalkan ku!" Bintang terus saja bergumam sepanjang perjalanan. Penyesalan memang selalu datang di akhir, dan itulah yang Bintang rasakan saat ini.
Bintang menghubungi Bimo untuk membantunya mencari di mana Via saat ini. Mereka pun bertemu. Bintang menceritakan kepada Bimo bahwa Via telah pergi dari rumah. Via juga menandatangani surat cerai yang pernah ia berikan kepada Via satu tahun lalu.
Bimo nampak begitu terkejut. Bukankah sebelumnya bosnya terlihat begitu girang saat pulang kemarin? Lalu apa yang menyebabkan istri bosnya itu pergi dan menandatangani surat cerai itu? Bimo masih tidak mengerti.
"Tapi Tuan, bagaimana Nona Via bisa pergi dari rumah? Bukankah seharusnya Tuan sudah mengatakan perasaan Tuan padanya?" Bimo mengerutkan keningnya.
Bintang tertunduk. "Ini semua salahku Bim. Aku yang membuat istri Ku pergi dari rumah. Kecemburuan ku membuat ku melakukan hal yang begitu menyakitinya." ucap Bintang pelan. Ia kembali teringat saat dengan kasar dirinya menghempaskan tubuh Via di sofa, dan kata-kata yang menyakitkan ia ucapkan kepadanya. Itu semua membuat setitik air mata lolos dari sudut matanya.
"Maksud Anda, Tuan?"
Bintang mengeluarkan beberapa foto yang sempat ia bawa tadi. Bintang mengamati foto tersebut dengan seksama. Lalu ia kembali menatap wajah Bintang yang begitu kacau. Sungguh bosnya terlihat menyediakan.
"Tuan, ada yang harus Saya katakan kepada Anda." Bimo menghela nafasnya sejenak. "Sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan kepada Anda dari beberapa hari lalu, tapi waktu itu Anda tidak ingin mendengarkannya. Dan ini mengenai Nona Alesha dan Nona Via."
Bintang mengerutkan keningnya menatap Bimo. Ia sudah tidak tertarik lagi mendengar apapun tentang Alesha. Tapi untuk Via, Bintang begitu penasaran.
"Cepat katakan Bim!"
__ADS_1
"Begini, Tuan. Sebenarnya, kepulangan Nona Alesha dari LA karena hal ini, Tuan." Bimo menyerahkan ponselnya kepada Bintang. Di sana terdapat sebuah berita yang menggemparkan dunia permodelan. Ketika Alesha dan pemilik agensi itu tengah terciduk melakukan tindakan asusila. Bahkan Alesha yang di keluarkan dari agensi itu.
Bintang mengepalkan tangannya. Alesha telah membohonginya. Bahkan Bintang begitu percaya waktu itu. "Kurang ajar! Aku tidak pernah menyangka, ternyata dia adalah gadis murahan. Kenapa Aku begitu bodoh telah mencintainya selama ini?!"
"Ada hal lain yang juga ingin saya sampaikan kepada Anda mengenai Nona Via, Tuan. Tahukah Anda bahwa sebenarnya ayah Nona Alesha adalah Ayah kandung dari Nona Via?"
Bintang terkejut, iapun menatap tajam kearah Bimo.
"Apa maksudmu, Bimo!?"
"Saya juga baru mengetahui hal ini setelah Saya menyelidiki semua tentang Nona Via, Tuan. Tuan Johan adalah ayah dari Nona Via. Beliau menikahi sahabat ibu Nona Via waktu Nona Via masih kecil. Dan dari pernikahan itu mereka memiliki seorang putri, yaitu Nona Alesha."
"A-apa, jadi mereka bersaudara?" Bintang begitu tercengang. Ia tidak menyangka hal tersebut. Bintang masih teringat ketika pertama kali bertemu dengan Via. Via begitu kumuh dan lusuh. Sementara Alesha, gadis itu nampak glamor. Sama-sama putri dari Johan, kenapa mereka tampak berbeda? Bintang terus bertanya dalam hatinya.
Bintang semakin terkejut. Sesakit itukah kehidupan Via selama ini? Bahkan Bintang sering menghina dan merendahkan Via. Sungguh, Bintang begitu menyesali semuanya, ia terus saja menyalahkan dirinya sendiri karena terus saja menyakiti Via.
"Dan ada satu hal lagi, Tuan. Nona Via menyetujui menikah dengan Anda karena membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatan ibunya di rumah sakit. Selama ini ibu Nona Via sedang dirawat di rumah sakit." Pernyataan yang Bimo ucapkan semakin menambah penyesalan di hati Bintang.
Via bukanlah gadis yang seperti dia bayangkan selama ini. Ternyata Via begitu menderita, tapi ia terus-menerus menambah luka pada hati dan fisik istrinya. Ia selalu mengatakan bahwa Alesha adalah gadis yang terbaik, tapi nyatanya dialah yang begitu murahan selama ini. Via adalah gadis baik yang sudah ia sakiti berkali-kali. Membuat tubuh Bintang bergetar menahan tangisnya.
Bintang sangat sangatlah menyesali perbuatannya. Wajah memohon Via saat ia mengambil paksa mahkotanya kembali hadir, bahkan tangisan Via terus saja terputar di otaknya layaknya sebuah film.
__ADS_1
Begitu bodohnya Bintang, hingga ia menyia-nyiakan istrinya selama ini.
Bintang menangis, hatinya begitu teriris mengingat dirinya yang selalu saja menyakiti Via.
"Via, kembalilah Sayang. Maafkan Aku... maafkan Aku...." Hanya itu kata-kata yang terus saja terucap dalam hatinya. Cintanya telah meninggalkannya.
Bimo begitu iba melihat bosnya yang menangis tertunduk dalam rasa sebuah penyesalan.
***
Bintang tak dapat menemukan Via. Ia telah mencarinya di rumah milik Via dan ibunya, di halte, bahkan di bandara. Semua sudah Ia cari, namun Via tidak ada di manapun. Hingga akhirnya Bintang memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia masih berharap Via akan kembali ke sana.
Bintang membuka pintu rumahnya. Melangkah perlahan memasuki rumahnya. Bayangan Via muncul di setiap sudut rumahnya. Di ruang tengah, ruang televisi, ruang makan bahkan di tangga dan kamarnya.
Pelan, Bintang melangkah memasuki kamar Via. Tidak akan ada Via di kasur itu, tidak akan ada yang membuatnya tersenyum setiap saat. Bintang berjalan dan mulai duduk di pinggir tempat tidur. Mengambil bantal yang Via gunakan untuk tidur. Menghirup dalam-dalam harum bantal tersebut. Wangi rambut Via masih menempel di sana. Dan itu semakin menambah kerinduannya kepada istrinya.
Namun pandangannya tercekat saat melihat ada selembar foto yang ada di bawah bantal itu. Tangannya mengulur dan mengambil foto tersebut. Itu adalah foto dirinya. Bintang menitihkan air matanya melihatnya, lalu ia membalikkan selembar foto tersebut. Terdapat sebuah tulisan tangan di sana. Bintang yakin itu adalah tulisan Via. Dia semakin menangis saat membaca tulisan itu.
Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul. Berapa kali pun Aku terluka, Aku kecewa. Berapa kali pun Aku menangis, patah hati karena mu. Entah mengapa Aku ingin tetap bersamamu. Bintang, Aku mencintaimu...
Bintang mengusap foto dirinya beserta tulisan cinta dari Via. Tangisnya tak terbendung. Bintang terus saja menyalahkan dirinya sendiri. Ia ingin menghukum dirinya sendiri atas semua kesalahannya. Kehilangan, di tinggalkan dan patah hati. Bintang mentertawakan dirinya yang begitu bodoh. Via pergi karena kesalahannya. Bintang tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri, tapi tetap saja, Via telah meninggalkannya.
__ADS_1
***