Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 99


__ADS_3

Siang hari di kantor Rey


"Malam ini Bintang mengundang kita untuk makan malam di rumahnya. Kita akan membicarakan tentang kerjasama kita." ucap Rey. Moza menganggukkan kepalanya.


"Mau makan bersama?" ajak Rey. Moza kembali mengangguk. Mereka berjalan keluar ruangan, tangan Rey menggenggam hangat tangan Moza.


Moza nampak malu-malu. Bukankah ini di kantor? Dan Rey menggenggam tangannya berjalan melewati banyak karyawannya. Sungguh membuat hatinya begitu senang, Moza sangat bahagia.


***


"Kau yakin mau mengundang Rey untuk makan malam di rumah?" tanya Via. Ia tahu suaminya memiliki sifat yang pencemburu.


Beberapa saat lalu setelah pesta berakhir. Semalaman Bintang kembali menggoda istrinya karena mendapatkan kado dari Rey. Dan berakhirlah dengan Rey yang mendiaminya. Via tidak ingin itu kembali terjadi, melihat suaminya mendiamkan dirinya membuatnya begitu frustasi. Namun kini suaminya malah sengaja mengundang Rey untuk berkunjung ke rumahnya.


Bintang mengangguk. Ia tidak ingin membuat istrinya khawatir. "Ganti bajumu Sayang," pinta Bintang. Saat ini Via tengah mengenakan baju yang begitu seksi. Ia selalu mengenakan pakaian seksi ketika bersama suaminya.


"Baiklah." ucapnya. Via menggenggam tangan Bintang sebelum beranjak. "Kau juga percaya pada Rey kan Sayang? Aku yakin saat ini perasaannya padaku sudah mulai menghilang. Aku melihat tatapan cinta untuk Moza dari pandangannya."


"Jadi Kau berpikir bahwa Rey menyukai Moza?" tanyanya, Bintang masih begitu ragu.


Via mengangguk, ia terus berusaha untuk membuat suaminya nyaman ketika ia dan Rey akan saling bertemu.

__ADS_1


"Semoga saja Sayang. Jauh di lubuk hatiku, Aku selalu berharap bahwa Rey akan menemukan cintanya yang baru. Aku ingin dia bahagia," ucap Bintang tulus.


Via tersenyum, lalu ia memeluk suaminya dengan erat. "Percayalah bahwa cintaku hanya untukmu Sayang, debaran ini hanya untuk mu, seluruh hati ini, semuanya hanya untukmu," ucap Via menggenggam tangan suaminya.


Bintang memejamkan matanya sejenak. Sejujurnya ia selalu mengingat malam itu ketika Rey memukul wajahnya dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah melepaskan istrinya. Tapi ia selalu berusaha untuk berdamai dengan hatinya.


"Aku percaya padamu Sayang." Bintang tersenyum.


Via lalu segera beranjak untuk mengganti bajunya.


***


Sementara di sisi lain. Saat ini Rey dan Moza tengah berada di mobil. Mobil itu telah sampai di halaman rumah Bintang.


Rey menoleh dan mengangguk. "Iya, kenapa tidak Za?" jawabnya.


"Kau pasti juga akan bertemu dengannya," ucap Moza pelan.


"Kenapa, apa Kau cemburu?" goda Rey.


"Hahaha, tidak, Aku tidak cemburu." ucap Moza, kemudian ia langsung membuka pintu mobil dan di susul oleh Rey.

__ADS_1


Rey menekan tombol bel pintu. Pelan, pintu itu mulai terbuka, dan memperlihatkan seseorag di balik pintu. Ia menatap sekilas Rey, lalu mengalihkan pandangannya pada Moza.


"Selamat malam, Bi," ucap Rey. Moza sedikit membungkukkan badannya.


Bintang menatap Rey. Dan ternyata dia masih belum mampu menghilangkan rasa cemburunya pada Rey. Ia masih belum mampu menghapus yang telah terjadi di masa lalu. Tapi ia berusaha untuk tersenyum. Ia harus bisa mengatasi ini demi Via, istrinya.


"Silahkan masuk Rey, Moza, istriku sudah menyiapkan makan malam untuk kita," Bintang mempersilahkan Rey dan Moza untuk masuk dan mengajaknya untuk ke ruang makan.


Rey dan Moza tersenyum, mereka mengikuti langkah Bintang di belakangnya.


Mereka sampai di meja makan. Sudah ada Via di sana yang berdiri menyambut mereka.


"Selamat malam Via," sapa Rey.


"Selamat malam Rey, Moza," sapa Via kembali. Via segera mempersilahkan mereka untuk duduk. Sementara Bintang meraih pinggang istrinya dan berjalan menuju kursi. Mereka duduk bersama.


Beberapa saat terasa begitu hening dan canggung. Moza yang berpikir bagaimana tentang hati Rey saat ini ketika bertemu dengan Via. Dan Via yang khawatir tentang suaminya.


Namun kecanggungan itu segera berakhir ketika Rey berkata.


"Aku ingin memberitahu kalian sebuah kabar gembira," ucap Rey. Bintang dan Via saling berpandangan.

__ADS_1


***


__ADS_2