Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 62


__ADS_3

"Apa Kau senang Er?" tanya Bintang. Saat ini mereka tengah berada di sebuah taman bermain yang begitu besar.


Er begitu menikmati bermacam-macam permainan. Apalagi ia memainkannya bersama Bintang.


"Er sangat senang sekali, Paman. Er ingin sekali bermain di tempat ini. Tapi Mommy sangat sibuk. Dan uncle Rey pun sama sibuknya dengan Mommy. Jadi Er tidak pergi deh."


Er bercerita dengan ekpresi lucunya. Membuat Bintang ingin sekali mencubit pipi Er.


"Tapi sekarang Er sudah berada di sini dengan Paman. Kita akan bersenang-senang sepanjang hari Er," ucap Bintang bahagia. Namun tatapannya kembali sendu. Dia adalah Papa Er, tapi putranya memanggilnya Paman. Bintang ingin sekali mendengar Er memanggilnya dengan Papa atau Daddy.


"Er, bolehkah Paman meminta sesuatu hal dari Er?"


"Ya, Paman."


"Maukah Er memanggil Paman dengan Daddy?" Bintang bertanya dengan begitu hati-hati dan lembut.


Er tersenyum begitu lebar. Dapat di lihat ada binar kebahagiaan dari wajah Er. Mungkinkah putranya bersedia memanggilnya Papa atau Daddy? Bintang memohon dalam hatinya.


"Er mau, Daddy." ucap Er begitu girang.


Sungguh kebahagiaan yang sulit untuk Bintang ungkapkan saat ini. Kini Er akhirnya memanggilnya Daddy. Bintang langsung menggendong putranya, mereka akan menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


***


Via merasa sangat panik saat tidak mendapati Er di sekolahnya. Ia sudah menanyakan kepada gurunya, namun gurunya mengatakan bahwa Er pergi bersama Pamannya. Sementara ia tidak memiliki saudara.


"Rey, cepatlah kemari. Er hilang," ucap Via pada panggilan telepon. Ia menghubungi Rey.


Beberapa saat kemudian, Rey datang. Ia langsung menghampiri Via yang kini masih berada di ruangan kelas bersama beberapa guru yang lain.


"Bagaimana, apa Er sudah di temukan?" tanya Rey saat menghampiri Via.


Via menangis, ia begitu syok saat ini. Ia menggelengkan kepalanya menatap Rey.


"Seharusnya kalian bertanya dahulu kepada Saya Mrs. Saya tidak mempunyai saudara lainnya." Via berkata dengan air matanya yang terus mengalir. Ia begitu khawatir dengan putranya.


"Maaf Nyonya, tapi pria itu pernah datang ke sekolah ini bersama Anda. Jadi ku pikir pria itu adalah saudara Anda."


Seketika Via terkejut. Sebenarnya siapa pria yang membawa putranya? Rey dan Via saling berpandangan mendengar ucapan guru Er.


"Sayang, Kau pernah datang dengan siapa?" tanya Rey.


Via mengingat-ingat, ia tidak pernah datang ke sekolah bersama seorang pria kecuali bersama Rey.

__ADS_1


"Aku tidak pernah datang bersama pria siapapun kecuali itu Kau, Rey." Lalu Via mengingat sesuatu. Ia segera mengambil ponselnya dan mencari sebuah foto seseorang.


"Apakah pria ini yang mengajak putraku pergi Mrs?" Via memperlihatkan foto Bintang.


Guru Er mengangguk pasti. "Ya, pria itu yang mengaku sebagai Pamannya Er, Nyonya."


Rey meraih ponsel Via dan melihat siapa yang Via tunjukkan pada ponselnya. Rey terkejut, bagaimana bisa Bintang melakukan hal itu.


"Via, ini Bintang?" Via menatap Rey dan menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana Bintang bisa melakukan hal itu?"


Via menghela nafasnya. Ia harus memberi tahu Rey bahwa Bintang adalah Ayah kandung Er. Pria yang masih berstatus sebagai suaminya.


"Karena Bintang... Dia adalah ayah dari Er. Dia suamiku, Rey." Via berucap pelan.


Rey begitu tercekat mendengar ucapan Via barusan.


"A-apa... Bi-bintang adalah Ayah Er?" Rey terbata. Ia begitu terkejut dengan sebuah kenyataan yang baru saja ia dengar.


***

__ADS_1


__ADS_2