
Mereka semua senang melihat Er dan Kisya yang langsung akrab satu sama lain. Mungkin bila ada Divya, Sean dan putranya akan semakin ramai. Namun sayangnya keluarga itu tengah berlibur.
Papa memberikan sebuah hadiah kepada Bintang dan Via sebagai hadiah pernikahan mereka nantinya. Sebuah villa mewah dan juga sejumlah uang yang banyak. Papa ingin mereka melakukan perjalanan untuk berlibur.
Sementara Mama memberikan sebuah kalung berlian kepada Via. Itu sudah Mama persiapkan sudah dari dulu sebelum perpisahan itu terjadi.
Ax dan Eve juga tidak mau kalah. Mereka memberikan sebuah mobil mewah untuk Bintang dan Via.
***
"Via, Aku tahu perjuanganmu mendapatkan hati kak Bi tidaklah mudah. Kak Bi sedari dulu tidak pernah tertarik dengan wanita manapun selain Alesha. Dan Kau telah berhasil memiliki hati kak Bi. Kau tahu, ketika kak Bi mencintai seorang wanita, maka dia akan sangat mencintainya, dengan seluruh jiwa raganya. Alesha adalah masalalunya, dia adalah wanita ular. Dan Aku bahagia kak Bi bisa mengetahui kebenarannya. Aku sangat berharap kalian akan bahagia selamanya, tanpa adanya pengganggu." Eve menyentuh pundak Via.
Via mengamini dalam hatinya, ia menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Tak lama Bintang datang dan langsung memeluk istrinya dengan manja. Ia mencium pipi Via dengan gemas.
"Eve, apakah Kau masih mengingat janjimu," Bintang menaik turunkan alisnya menatap Eve. Tangannya masih memeluk istrinya.
Eve menatap jengah kakaknya itu. Eve pernah mengatakan akan melakukan apapun jika Bintang benar-benar menemukan Via. Dan kini Bintang menemukannya dan membawanya pulang. Sekarang saatnya Bintang menagih janji adiknya itu.
__ADS_1
Bintang menaruh kakinya tepat di depan Eve, lalu ia tersenyum penuh kepuasan.
"Ayo, pijat kakiku," perintah Bintang. Eve begitu malas, namun ia tetap melakukan perintah Bintang.
"Baiklah Tuan raja." ucap Eve dengan patuh. Biar bagaimanapun, kini Via benar-benar kembali ke tengah-tengah mereka, dan Eve bersyukur karenanya.
"Kenapa Kau begitu patuh Eve, ini seperti bukan dirimu." Via menatap heran keduanya.
"Dia pernah berjanji akan melakukan apapun jika Aku benar-benar menemukan mu, Sayang." Bintang menjelaskannya kepada istrinya.
"Keren... Apakah itu juga bisa berlaku pada ku?" Via ingin mengerjai Eve. Dulu Eve sering merepotkannya saat mengandung. Dan sekarang, tidak ada salahnya kan jika Via mengerjai gadis nakal itu sekali saja?
"Kalau begitu tolong pijat juga kakiku ya, Eve." Via menyelonjorkan kakinya dengan tertawa kecil.
"Baiklah ratu." Dengan kesal Eve menjawabnya. "Ish... Kalian ini memang pasangan yang menyebalkan. Kalian kompak sekali." Tangan Eve mulai memijat kaki Bintang, tapi mulutnya terus saja bergumam.
Sementara Mama, Papa dan Ax menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka bertiga.
***
__ADS_1
Bintang membawa Via dan Er kembali kerumahnya pagi-pagi sekali. Bintang sudah lama meninggalkan pekerjaannya, jadi hari ini ia akan pergi ke kantor.
Sampai di rumah, para pelayan menyambut kedatangan Via dengan senang. Mereka senang Via telah kembali. Apalagi mereka begitu gemas saat melihat ketampanan Er.
Selesai menyantap sarapan pagi, Bintang beranjak dan mencium pipi Er. Lalu Via mengantarnya ke depan. Bintang mencium kening istrinya.
"Sayang, apa yang ingin Kau lakukan hari ini?"
"Mmm, Aku belum merencanakannya Sayang, Aku dan Er ingin istirahat dulu, lusa baru mencari sekolah untuk Er. Dan juga besok Aku ingin ke pemakaman ibu." ucap Via.
"Baiklah Sayang, besok Aku akan menemanimu. Maaf Aku tidak bisa mengajak kalian ke kantor. Banyak sekali pekerjaan ku, Aku tidak ingin terus menerus menyusahkan Bimo. Aku takut kalian akan bosan bila Aku mengajak kalian."
"Jangan khawatir Sayang, Aku dan Er masih sangat lelah, kami ingin bermalas-malasan hari ini, hehehe."
Bintang mengusap lembut rambut Via. Kemudian mengecup bibir istrinya sekilas dan kemudian segera berangkat.
***
__ADS_1
tatapan Bintang yang membuat Via selalu meleleh 🤤🤤😍😍😍