Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 93


__ADS_3

Setelah beberapa saat Rey melihat Moza yang memasuki apartemennya, ia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari mobilnya menuju apartemen sahabatnya.


Rey menekan bel pintu. Tak berapa lama kemudian, Moza membuka pintu tersebut. Ia terkejut melihat siapa yang bertamu ke apartemennya.


"Rey... Ada apa Kau kemari?" tanya Moza mengerutkan keningnya.


"Apa malam ini Kau ada acara? Ada film romantis yang sangat terkenal malam ini. Kita sudah lama tidak menonton bersama," ucap Rey langsung pada intinya.


Moza terkejut. Memang mereka dulu sering nonton film bersama sebelum Rey mengenal mantan tunangannya. Setelah Rey mengenal Via mereka seolah jauh.


"Tapi Aku baru saja menontonnya di bioskop Rey. Bagaimana kalau Kau mengajak orang lain saja." ucap Moza menolaknya.


Rey merasa sangat kecewa. "Apakah Kau menontonnya bersama kekasih mu?" tanya Rey.


Moza mengerutkan keningnya. Sebenarnya ia baru saja menontonnya bersama Richie. Pria itu kembali mengungkapkan perasaannya di depan umum tadi, namun Moza menolaknya. Dan itu membuat Richie sangat kecewa. Moza tidak ingin membuat Richie berharap padanya karena hatinya telah terpatri pada pria lain. Moza memohon kepada Richie agar berhenti untuk terus mengejarnya, ia tidak ingin menyakiti pria itu.


Richie menyetujuinya, namun dengan syarat Moza hari yang mau menjadi temannya dan menemaninya menonton film yang sedang booming di bioskop. Moza menyetujuinya, ia lega karena Richie dapat mengerti.

__ADS_1


Rey merasa hatinya sesak saat Moza menolaknya. Pria itu memaksakan senyumnya, ia tidak dapat mengerti perasaan apa yang ia rasakan saat ini.


"Tentu saja Kau sudah menonton film itu, Za. Pasti kekasihmu yang mengajak mu." Rey tertawa.


Moza merasa Rey nampak begitu aneh. Mungkinkah pria di depannya sedang cemburu? Ah, Moza tidak ingin mengambil kesimpulan yang nantinya akan membuat sakit hatinya. Bukankah Rey selamanya hanya akan menganggapnya sebagai seorang sahabat?


"Kalau begitu istirahatlah, Aku akan pulang, selamat malam Za." Rey melangkah pergi dengan kecewa. Namun baru beberapa langkah saja ia mendengar suara Moza yang memanggilnya.


"Rey...,"


Rey kembali berbalik dan menoleh.


Rey mengerutkan keningnya, ia berpikir mengapa Moza tidak mengajak kekasihnya, tapi malah mengajaknya? Itu membuat hatinya terasa hangat. Rey pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana hubungan mu dengan kekasih mu?" tanya Rey disela-sela makanya.


"Kekasih? Siapa?" Moza menjawab seraya menikmati makanannya.

__ADS_1


"Bukankah aktor itu kekasihmu?" Rey mengerutkan keningnya.


Moza tersadar, ia teringat pernah mengatakan bahwa Richie adalah kekasihnya. "Ah, maaf, Aku terlalu menikmati makanan ini, jadi Aku tidak memperhatikan pertanyaan mu," ucap Moza.


Rey hanya menggelengkan kepalanya. Ia melihat ada makanan yang menempel di sudut bibir Moza. Tangannya mengulur untuk mengusapnya.


Moza terdiam. Mereka saling terdiam dan menatap untuk beberapa detik. Jantung keduanya berdetak begitu kencang. Pandangan Rey teralih pada bibir Moza yang menurutnya begitu menggodanya.


'Seharusnya Kau tidak seperhatian ini padaku Rey. Sikapmu membuatku bingung dengan perasaan mu padaku. Aku tidak ingin kembali berharap dan akhirnya akan kembali kecewa'


Moza segera tersadar, pelan, ia menyingkirkan tangan Rey. "Terimakasih," ucap Moza.


Rey pun menjadi tersadar, ia nampak begitu canggung. Beberapa detik tadi ia begitu ingin menikmati bibir Moza. "Ini salah, ya ini pasti salah. Kenapa Aku begitu menginginkan bibirnya tadi? Dan kenapa dengan jantung ku?" Rey berkata dalam hati.


***


__ADS_1


Via Azalia 👆😍😍


__ADS_2