
Berita kelahiran Baby kembar Bintang dan Via terdengar di telinga Moza dan Rey. Mereka masih berlibur, tapi mendengar berita kelahiran itu membuat Moza bersikeras untuk melihat Baby kembar Bintang dan Via.
Mau tidak mau Rey mengabulkan keinginan istrinya. Ia tidak ingin melihat Moza yang terus saja merengek membujuknya.
***
Sementara di sisi lain.
Via begitu bahagia saat ini. Memiliki suami yang mencintainya, putra pertama dan Baby kembar membuatnya begitu terharu. Apalagi mertua yang begitu menyayangi dirinya. Rasanya kebahagiaannya begitu lengkap.
"Dasar Kau anak nakal!" Mama Aya memukul pelan kepala putranya. "Kenapa Kau tidak mengabari Mama kalau istrimu mau melahirkan? Mama ingin menemaninya saat proses kelahiran?!" ucap Mama kesal, lalu ia menyingkirkan tubuh putranya dan segera memasuki ruangan.
"Selamat nak," ucap Papa Bryan memeluk Bintang.
Kemudian Eve dan Ax. Mereka juga membawa Er untuk ikut mereka.
"Selamat Kak Bi," Eve memeluk kakaknya, Ax juga melakukannya.
"Daddy, Er ingin melihat adik Baby," rengek Er.
"Tentu saja, Sayang," Bintang segera menggendong Er untuk masuk kedalam ruangan.
"Selamat ya nak, kalian memiliki Baby kembar yang begitu cantik dan tampan," ucap Mama.
"Iya Mam."
"Sayang, apa Kau juga ingin Baby kembar seperti mereka?" tanya Ax menatap Eve.
"Mau dong, Aku juga ingin ikut program bayi kembar. Pasti akan sangat seru jika Aku juga punya Baby kembar," seloroh Eve.
"Lalu siapa nama baby kembar kak, Bi?" tanya Eve.
"Namanya Baby Nathan A Askara dan Nathalia A Askara," ucap Bintang dengan senyum.
"Wah nama yang keren, selamat datang ke dunia ini twins Baby Nath," ujar Eve dengan mengusap lembut pipi Baby mungil tersebut.
"Lihatlah Er, Kau memiliki adik kecil yang begitu lucu," ucap Eve mengusap rambut Er.
"Iya aunty, sekarang Er punya adik Baby dua," ucap Er dengan bangganya. "Daddy, lepaskan Er, kan Er sudah besar. Er harus bisa melindungi adik Baby, Er tidak mau di gendong lagi seperti anak kecil," ucap Er.
Bintang tersenyum dan menurunkan Er dari gendongannya. "Baiklah, nak."
Mereka saling bercengkrama dMerekaengan obrolan yang begitu hangat. Dapat di lihat bahwa keluarga tersebut nampak sangat bahagia saat ini.
***
Moza dan Rey segera kembali ke rumah. Moza sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Via dan Baby kembarnya.
"Sayang, pelan-pelan," tegur Rey saat istrinya berjalan cepat melewati lorong-lorong rumah sakit.
__ADS_1
"Tapi Aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan baby kembar Via, Sayang." ucap Moza. Rey tersenyum, ia pun mengikuti Moza dengan berjalan cepat.
Kini mereka telah sampai di depan pintu ruangan Via. Kemudian Moza segera membuka pintu tersebut.
"Selamat sore, Via, Bintang," ucap Moza yang kini berjalan mendekat dan diikuti suaminya di belakangnya.
"Sore, Moza, Rey. Kalian datang?" ujar Via.
Bintang menatap ke arah Moza dan Rey yang kini berjalan memasuki ruangan.
"Selamat ya, Via, Bintang," ucap Moza. Dan di balas senyum dari Bintang dan Via.
"Selamat, kawan." Rey menepuk pundak Bintang.
Moza mendekat ke ranjang Baby. Ia melihat dua Baby Nath dengan begitu gemas. "Nathan dan Nathalia, kalian begitu menggemaskan," gumam Moza. Ia mengetahui nama twins Baby itu dari unggahan Via di medsosnya.
"Bolehkah Aku menggendongnya, Vi?" tanya Moza. Pandangannya tak beralih dari dua Baby tersebut.
Via mengangguk dan tersenyum ramah.
Pelan, Moza menggendong Baby Nathan dengan hati-hati. Kemudian dia mencium lembut pipi Baby Nathan. "Kau begitu menggemaskan sekali." Moza tersenyum sumringah menatap Baby Nathan.
"Wah, Kau cocok sekali menggendong Baby, Za. Sepertinya Kau sudah siap untuk memilikinya?" ujar Via.
"Doakan saja, Vi," ucap Moza tersenyum. Dalam hati, ia merasa sedih. Sudah enam bulan lamanya, namun dirinya tak kunjung hamil.
Rey menatap sang istri. Ia tahu kekhawatiran yang Moza rasakan saat ini. Kakinya melangkah mendekati Moza.
Moza menatap suaminya, lalu ia tersenyum.
"Lihatlah, Rey. Mereka begitu menggemaskan." Rey mengangguk. Lalu ia menatap Baby Nathalia. Kemudian ia pun menggendongnya.
Via dan Bintang tersenyum melihat Moza dan Rey saat menggendong Baby mereka.
"Mereka terlihat begitu bahagia Sayang." Bintang mengangguk dan mengusap lembut pundak istrinya.
"Apa ada yang Kau inginkan, Sayang. Aku akan membelikannya untuk mu?" tanya Bintang.
Via menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin apa-apa, Sayang. Tetaplah di sini menemaniku," ucap Via. Ia menyenderkan kepalanya di pundak suaminya.
Keduanya menatap Rey dan Moza yang begitu asyik menggendong Baby mereka.
Beberapa saat kemudian, Moza dan Rey pamit untuk pulang. Karena tiba-tiba Moza merasa tidak enak badan. Wajahnya terlihat sedikit pucat.
"Kau tidak apa-apa, Za. Wajahmu terlihat pucat?" tanya Via. Moza menggeleng.
"Aku hanya kecapekan saja, Vi. Sekali lagi selamat untuk kalian."
Kemudian Moza dan Rey segera keluar dari ruangan setelah pamit kepada Via dan Bintang.
__ADS_1
Sampai di luar ruangan, Rey menggandeng tangan istrinya. Namun ia merasa khawatir karena wajah istrinya yang terlihat pucat.
"Apakah Kau benar-benar tidak apa-apa, Sayang?"
"Aku tidak apa-apa, Rey. Hanya sedikit pusing saja. Nanti pasti akan hilang," jawab Moza.
"Kita periksa kondisimu ya, Sayang. Aku tidak ingin Kau sakit. Mumpung sekarang kita ada di rumah sakit," tawar Bintang. Moza pun menolaknya. Ia merasa dirinya tidak akan apa-apa.
Namun tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung dan semuanya terasa menjadi gelap. Moza tidak sadarkan diri.
Dengan sigap, Rey segera menggendong tubuh istrinya. "Sayang, Kau kenapa? Bangunlah Sayang." Rey sangat khawatir dengan istrinya yang tak sadarkan diri. Ia segera membawanya ke UGD untuk di periksa. Ia tidak ingin terjadi apapun dengan istrinya.
***
"Bagaimana Dok, istri Saya tidak apa-apa kan?" tanya Rey khawatir.
"Istri Anda tidak apa-apa, Tuan." ucap dokter tersenyum. Dan itu membuat Rey mengerutkan keningnya karena melihat senyum dokter.
"Lalu kenapa Anda tersenyum Dok?"
"Anda harus lebih menjaga istri Anda, Tuan. Sepertinya istri Anda terlalu lelah, tapi kondisi janinnya sehat." ucap dokter.
Rey tercekat mendengar ucapan sang dokter. A-apa maksud dokter?"
"Jadi Anda tidak mengetahui tentang kehamilan Istri Anda?" Rey menjawabnya dengan gelengan kepala.
"Istri Anda sedang mengandung, Tuan. Dan itu di sebabkan karena terlalu kelelahan. Jadi, mulai saat ini Anda harus memperhatikan kondisi istri Anda," tutur Dokter.
Rey sangat terkejut. Lalu ia mengembangkan senyumnya, ia begitu bahagia saat ini. Moza hamil dan ini adalah kabar yang begitu membahagiakan.
"Terimakasih, Tuhan." ucap Rey penuh syukur.
"Emh...," Moza mulai tersadar.
"Sayang, Kau sudah bangun?" Rey mulai mendekap tubuh istrinya.
"Rey, kenapa Aku bisa berada di sini?"
"Aku mencintaimu, Sayang," ucap Rey dalam dekapannya.
Dokter dan perawat menggelengkan kepalanya tersenyum melihat keduanya.
"Kau kenapa Rey, lepaskan Aku," ucap Moza," ucap Moza. Ia malu melihat ada dokter dan perawat disana.
"Tidak, Sayang. Aku sangat bahagia saat ini. Aku tidak akan melepaskan mu. Kita akan menjadi calon orang tua, Sayang. Kita akan segera memiliki Baby," ucap Rey dengan bahagia.
"A-apa, maksudmu A-aku hamil?"
"Ya, Kau hamil. Terimakasih, Sayang, terimakasih," ucap Rey. Ia mengecup kening istrinya berkali-kali.
__ADS_1
Moza menitihkan air matanya penuh haru. Doanya terkabul, ia akan memiliki seorang Baby.
***