Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 64


__ADS_3

Bintang menatap Via yang kini mengalihkan pandangan darinya. Lalu dia kembali menatap nenek Mia yang kini masih menunggu jawabannya.


"Saya akan mengabulkan perceraian itu Nyonya. Tapi Saya menyetujuinya bukan karena Saya tidak mencintai Via. Melainkan itu adalah keinginan cucu Anda. Saya tidak pernah mengharapkan perceraian ini." ucap Bintang dengan mantapnya.


"Jelas saja cucuku tidak ingin bersamamu, Kau selalu menyakiti cucuku. Dan Aku sebagai neneknya tidak akan pernah membiarkan cucuku terus di sakiti. Karena Aku sangat yakin saat ini cucuku juga tidak mencintaimu, cucuku mencintai Resya." Nenek berkata dengan menatap kearah Via dan Resya.


Via nampak terdiam, entah saat ini apa yang ada di pikirannya.


Percakapan di antara mereka tidak berlangsung lama. Bintang segera pergi setelah nenek Mia menyuruhnya untuk pulang.


Bintang melangkah dengan begitu berat. Mungkin ini adalah pertemuan terakhirnya dengan seseorang yang sangat ia cintai. Bintang akan terus mencoba untuk ikhlas. Ia tidak ingin menjadi pria egois yang memaksakan cintanya kepada istrinya yang kini sudah tidak mencintainya lagi.


Di saat Bintang hendak membuka pintu mobilnya, suara seseorang menghentikannya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan Via, Bintang." ucap Resya. Pria itu mengikuti Bintang.

__ADS_1


Bintang mengurungkan niatnya untuk memasuki mobilnya, ia kemudian membalikkan badannya dan menatap kearah Rey. Bibirnya menyunggingkan senyum.


"Ya, Aku tahu. Aku tidak pernah menyangka gadis yang Kau ceritakan selama ini ternyata adalah Via, istriku."


"Dan Aku tidak pernah menyangka bahwa Kau adalah suami Via selama ini." Resya mendekati Bintang. Dan... Bugh... Resya memberikan satu bogem mentah ke wajah Bintang.


"Itu untuk pria yang sudah menyakiti Via. Aku ingin sekali melakukannya sejak dulu. Namun Aku tidak pernah menyangka bahwa itu Kau, Bi. Kau adalah teman baikku. Walaupun begitu, Aku tetap tidak akan mengalah untukmu, Aku mencintai Via, dan Aku tidak akan pernah memberikan mu sedikit celah pun untuk mendekatinya." tegas Resya.


Bintang menyeka bibirnya mengeluarkan cairan kental berwarna merah. Ia tersenyum menatap Resya.


Resya terdiam, ia memang sangat mencintai Via. Namun ia tidak pernah tahu bagaimana perasaan Via padanya yang sebenarnya.


Bintang kembali membalikkan badannya dan mulai membuka pintu mobilnya.


"Apa Kau mencintainya?...,"

__ADS_1


Bintang terdiam sejenak, ia kembali menatap Resya dan tersenyum.


"Sangat, bahkan melebihi nyawaku sendiri. Tapi Kau jangan khawatir Rey. Aku tidak akan pernah mengganggu kalian. Besok Aku akan kembali, semoga kalian selalu bahagia," ucap Bintang dan langsung memasuki mobilnya dan mengemudikannya meninggalkan rumah Via.


Sementara Resya masih terdiam di tempatnya. Ia tahu, Bintang begitu mencintai Via. Tapi ia juga tidak bisa melepaskan Via untuk sahabatnya. Resya begitu mencintai Via sejak pertama mereka bertemu. Dan ia tidak akan pernah melepaskannya jika Via tidak menginginkannya.


***


"Via...," panggil Rey. Kini mereka ada di taman depan rumah Via. Resya ingin bertanya sesuatu kepada Via.


"Ya, ada apa Rey?"


"Apa Kau mencintai ku? Aku begitu bahagia Kau sudah memilih ku dalam hidup mu. Sekarang Aku ingin memastikannya, apakah Kau benar-benar mencintai ku?" Resya menggenggam tangan Via dan menatapnya lekat.


***

__ADS_1


__ADS_2