
Di rumah Bintang
Via melingkarkan tangannya di pinggang suaminya. Hidungnya menghirup dalam-dalam wangi tubuh suaminya. Saat ini Bintang sudah bersiap untuk berangkat ke kantornya. Tapi istrinya terus memeluknya seolah tak mau melepaskannya.
"Sayang, kenapa sekarang baumu berbeda dari sebelumnya?" tanya Via. Ia masih saja mengendus tubuh suaminya.
Bintang mengerutkan keningnya.
"Hahh?"
"Apa Kau mengganti parfumu yang lama?" tanya Via kembali.
Bintang semakin tidak mengerti dengan ucapan istrinya.
"Tidak Sayang."
"Apa Kau mau membohongi ku?"
"Hahh?"
"Kau begitu menyebalkan." Via mendorong tubuh Bintang pelan, lalu ia duduk di pinggir tempat tidur dengan mengerucutkan bibirnya. "Apa Kau sekarang memiliki wanita idaman lain?" tanya Via dengan marah.
Bintang menatap istrinya bingung. Ia mencoba mengendus aroma tubuhnya sendiri, dan tidak ada yang berubah. Aroma parfumnya masih sama dengan parfum lamanya.
"Benar kan, sekarang Kau memiliki wanita idaman lain?" tanya Via sekali lagi. membuat Bintang semakin bingung di buatnya.
"Pertanyaan macam itu?"
"Tuh kan, Kau malah balik bertanya padaku. Berarti benar kalau Kau memiliki wanita idaman lainnya?" Via menatap sedih suaminya.
Bintang segera menuju istrinya dan memeluknya. Ia tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran istrinya. Tangannya mengusap lembut punggung istrinya. "Kenapa kau berpikir Aku memiliki wanita idaman lain Sayang. Kau adalah satu-satunya, tidak ada yang lainnya lagi. Dan Aku juga tidak mengganti parfum ku. Kau bisa mengeceknya sendiri, Aku akan mengambil parfum ku," ucap Bintang lembut. Lalu ia segera beranjak dan mengambil parfum miliknya.
"Lihatlah Sayang, ini masih sama." ucap Bintang dan memberikan parfum itu kepada Via.
Via menerimanya dan mencium aroma parfum tersebut. Dan wanginya sama dengan tubuh suaminya. Ia pun merasa heran. Namun ia tetap menatap tajam ke arah suaminya.
"Oke, kali ini Kau menang Tuan suami. Tapi hari ini Aku akan memastikannya sendiri. Aku harus ikut kemanapun Kau pergi hari ini," ucap Via menatap Bintang penuh selidik.
Mendengar ucapan istrinya, membuat Bintang menelan ludahnya. Ia heran dengan sikap Via yang tiba-tiba berubah derastis.
Bintang hanya mengiyakan saja keinginan istrinya. Ia tidak ingin membuat istrinya menjadi marah.
__ADS_1
"Baiklah Sayang, Kau bisa membuktikan semuanya. Kau boleh ikut dengan ku dan mengawasi suamimu ini sepanjang hari," ucap Bintang lembut.
***
Bintang semakin di buat pusing dengan istrinya hari ini. Pasalnya, Via terus saja mengikutinya kemanapun dirinya melangkah.
Seperti saat meeting pagi ini, Via mengikuti suaminya dan duduk tak jauh darinya dan terus menatap dirinya. Tentu saja itu membuatnya tidak fokus pada meeting pagi ini. Hingga meeting itu harus ia bubarkan lebih awal.
"Sayang, bisakah Kau menunggu ku di ruangan ku saja?" ucap Bintang hati-hati. Ia tidak ingin istrinya kembali marah padanya.
"Apa karena kau ingin bertemu dengannya? Jadi Kau mengusirku ke ruangan mu?" Via sudah hampir menangis. Matanya sudah berkaca-kaca.
Bintang memijat pelipisnya pelan. Kenapa tiba-tiba istrinya menjadi sensitif seperti ini? Bintang sungguh kehilangan kata-kata. Lalu ia melirik Bimo. Matanya seolah bertanya sebenarnya ada apa dengan istrinya. Namun Bimo menaikan pundaknya tidak tahu.
Sebenarnya Bimo bersorak dalam hati, karena yang Bintang alami saat ini posisinya persis seperti yang ia alami ketika bos-nya itu mengatakan dirinya bau. Dan sepanjang hari Bimo menjadi serba salah menurut bos-nya itu.
***
Siang harinya...
"Bintang sudah menunggu meeting siang ini di ruangan meeting. Ia menunggu kedatangan Rey.
Rey dan Moza mulai memasuki ruang meeting di kantor Bintang. Lalu mereka mulai membahas meeting siang mereka.
Sementara itu Via mulai terbangun. Tangannya berusaha mencari di mana suaminya saat ini. Ia tidak merasakan suaminya di sampingnya. Sontak saja membuatnya terbangun seketika.
"Sayang," panggil Via. Matanya mulai menelusuri seluruh ruangan, dan nihil. Suaminya tak ada di sana.
Via segera bergegas untuk mencari suaminya di ruang meeting. Ia yakin suaminya ada di sana. Dalam pikirannya berkelebat bahwa suaminya tengah meeting bersama dengan wanita cantik yang menggoda suaminya. Ia hampir menangis memikirkannya.
Akhirnya langkahnya sampai tepat di depan pintu ruangan meeting. Dengan rambutnya yang masih sedikit berantakan, dan wajah yang berapi-api, Via menerobos masuk kedalam ruangan tersebut.
Bruak...
"Aku tahu Kau pasti meninggalkan ku untuk meeting dengan wanita itu kan?!" ucap Via begitu lantangnya.
Semua orang di dalam ruangan meeting itu menatap ke arah Via.
Via terkejut karena ternyata ada Rey dan Moza di sana, seketika wajahnya memerah menahan malu.
Sementara Bintang membelalakkan matanya melihat istrinya rambut istrinya yang berantakan, dan pipi merona istrinya. Menurutnya istrinya nampak begitu membahana, dan itu tidak boleh dilihat oleh siapapun. Hingga di tengah meeting ia berlari dan menutupi istrinya dengan tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf, tapi meeting kita tunda lima belas menit lagi," ucap Bintang. Ia segera menggiring istrinya keluar dari ruang meeting.
Sementara Rey dan Moza nampak terkejut melihat penampakan Via yang acak-acakan dan nampak begitu garang. Mereka saling pandang lalu keduanya tertawa melihat pasangan suami istri tersebut.
Sementara Bimo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bos-nya. Ia memijat pelipisnya. 'Sepertinya ada yang salah dengan Nona Via dan bos Bintang. Beberapa hari ini mereka bersikap sangat aneh' Bimo berucap dalam hati. Mungkinkah bos-nya itu sudah gila karena cinta?
Bimo segera mencari tahu lewat pencarian di ponselnya tentang keanehan yang di alami bosnya itu. Dan ia menemukan sesuatu yang begitu mencengangkan. Bibirnya menyunggingkan senyum. Lalu ia pun segera mengirimkan pesan kepada seseorang.
***
"Sayang, apa Kau ingin memperlihatkan semua ini kepada Rey dan Moza? Aku tidak ingin orang lain menatapmu yang seperti ini," ucap Bintang seraya merapikan rambut Via.
"Iya-iya, Aku minta maaf. Aku tahu Aku sangat jelek, jadi Kau pasti akan malu kan?" Via mengerucutkan bibirnya.
Bintang tersenyum menggelengkan kepalanya. Ia memeluk tubuh Via dengan gemas. "Aku tidak malu Sayang. Apa Kau tahu bagaimana penampilan mu tadi? Aku ingin memakanmu saat itu juga. Kau terlihat begitu membahana Sayang. Aku tidak ingin orang lain melihatnya, karena hanya Aku yang boleh melihatnya," ucap Bintang tersenyum menggoda.
Mendengar ucapan suaminya membuat Via merona seketika. Via menundukkan kepalanya. Bintang menarik dagu Via dan menunduk untuk menikmati bibir manis istrinya. Dengan lembut, mereka saling menikmati ciuman hangat yang begitu memabukkan.
***
Via menunggu suaminya di lobi kantor. Suaminya mengajaknya untuk makan siang bersama.
"Via," panggil seseorag dan membuat Via menatap ke arahnya. Ia segera berdiri menatap seseorang itu yang kini mulai menghampirinya.
"Za, maafkan Aku untuk kejadian beberapa hari lalu. Seharusnya Aku tidak menyuruh Rey untuk bertemu. Maafkan Aku Za," ucap Via sedikit membungkuk.
Moza tersenyum menatap Via. "Aku yang seharusnya minta maaf padamu Vi. Aku sudah menuduh mu. Rey sudah menceritakan semuanya," ucap Moza.
Via lalu menatap Moza. Lalu ia pun menghampiri Moza dan memeluknya. "Terimakasih karena sudah memaafkan ku Za. Kau tidak perlu minta maaf Za, karena Aku lah yang salah."
"Tapi Aku dan Rey sudah putus Vi. Kau tahu? Hatinya belum sepenuhnya lepas darimu." ucap Moza membuat Via sangat terkejut.
"Apa maksudmu Za?" Via melepaskan pelukannya dan menarik Moza untuk duduk bersamanya.
"Seperti yang Kau dengar Vi. Tapi Aku tidak menyalahkan mu, Rey lah yang bersalah. Dan Aku tidak ingin hidup dalam bayangan mu Vi. Mungkin break memang keputusan yang tepat." ucap Moza begitu sedih.
Via tidak pernah menyangka bahwa Rey akan tega memutuskan hubungannya dengan Moza. Dan itu hanya karena Rey yang masih belum dapat melupakan dirinya. Ia dapat melihat kesedihan di mata Moza.
Via memeluk Moza untuk memberikan ketenangan. "Kau tenang saja Za, Rey pasti akan menyesal karena telah memutuskan hubungan kalian. Rey belum menyadari bahwa dia sebenarnya sudah sangat mencintaimu sejak dulu, namun ia tidak pernah menyadarinya. Apa Kau tahu? Dulu saat bersama ku, Rey selalu menceritakan tentang mu. Dia tidak pernah menyadari bahwa ternyata sebenarnya ia sudah jatuh cinta dengan mu. Dan jika kami memaksakan hubungan waktu itu, pasti hanya akan menyakitiku dan dirinya." ucap Via tersenyum. Ia berjanji dalam hatinya untuk membuat Rey dan Moza bersama kembali.
***
__ADS_1