
Ya, gadis itu adalah Moza. Kalau gadis lain akan begitu senang ketika berurusan dengan Richie. Namun berbeda dengan dirinya. Moza tidak suka karena menjadi kekasih bohongan Richie adalah musibah besar baginya. Ia akan di benci oleh banyak gadis yang mengejar aktor itu. Dan lagi, ia takut bila orang tuanya tahu, mungkin mereka akan sangat marah padanya.
Mendengar ucapan Richie membuat Moza menatapnya tajam. Richie adalah seorang aktor, pasti dia sering berkata seperti itu kepada para gadis yang ia temui.
"Sudahlah Richie, kata-kata manis mu tak akan mempan padaku," ucap Moza memutar bola matanya jengah.
"Kau pikir Aku tidak serius? Apa Kau tahu kalau Aku tidak pernah seserius seperti sekarang ini," Richie berusaha untuk meyakinkan. Namun Moza mengibaskan tangannya dan berjalan meninggalkannya.
Richie heran dengan Moza, gadis itu sedikit pun tidak tertarik padanya. Dan itu semakin membuat Richie untuk bersikeras mengejarnya. Dengan menyenderkan tubuhnya di mobilnya, Richie menatap punggung Moza yang mulai menjauh dengan senyum di bibirnya. "Aku pasti akan membuatmu jatuh cinta padaku, Moza."
***
Rey masih terus mencari di mana Moza, namun ia tidak menemukannya. Pria itu memutuskan untuk duduk di sebuah kursi taman lalu mengeluarkan ponselnya, ia melihat pesanya pada Moza masih belum di buka. Ia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke mobilnya.
Kakinya melangkah dengan begitu gontai. Rey masih belum menemukan Moza. Namun ia tersenyum kala melihat yang ia cari sejak tadi. Ia mempercepat langkahnya dan meraih tangan Moza.
"Kau dari mana, Aku mencarimu." Rey menarik Moza kedalam pelukannya.
Moza terkejut, ia terdiam mematung. Rey memeluknya? Dan rasanya begitu hanga. Jantungnya berdetak tak beraturan saat ini.
__ADS_1
"Lepaskan Aku Rey," ucap Moza pelan.
"Ah, maafkan Aku Za...," Rey melepaskan pelukannya. Ia mengusap tengkuknya, mereka terlihat begitu kikuk saat ini.
"Ayo kita pulang, Aku akan mengantarkan mu ke apartemen mu," ucap Rey dan langsung menarik tangan Moza. Membawanya menuju mobilnya. Ia tidak menolak.
Dalam perjalanan menuju apartemen Moza, ponsel gadis itu terus saja berdering, namun Moza tak mengangkatnya. Kemudian sebuah pesan masuk. Kali ini Moza membuka pesan tersebut.
'Selamat malam pacar, Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam. Jangan lupa membawa ku dalam mimpimu...' lalu ponsel itu kembali bergetar banyak sekali emoticon hati yang Richie kiriman ke nomor Moza.
Sementara Moza hanya memutar bola matanya jengah. Richie tak hentinya mengirimkan pesan padanya. Namun ada pesan yang membuat Moza tersenyum ketika membacanya. Dan itu tak luput dari perhatian Rey.
"Moza...," panggil Rey.
Moza mengalihkan pandangannya menatap Rey.
"Ya...."
"Untuk meeting besok, apakah sudah Kau persiapkan semuanya?" tanya Rey. Namun sejujurnya bukan itu yang ingin dia katakan. Namun kata-kata itulah yang meluncur dari bibirnya. Pria itu hanya tidak ingin Moza menatap layar ponselnya. Itu membuatnya sedikit kesal karena merasa di acuhkan.
__ADS_1
Moza tersenyum tanpa kata, lalu ia menganggukkan kepalanya. Tatapannya kembali menatap layar ponselnya. Melihat itu membuat kekesalan di hati Rey.
Hingga mobilnya sampai di parkiran apartemen Moza. Sepanjang perjalanan tidak ada yang mereka bahas. Moza selalu menatap layar ponselnya.
"Terimakasih Rey, sampai jumpa besok di kantor," ucap Moza ketika turun dari mobil Rey.
Rey mengusap wajahnya kasar. Ia berharap Moza mengajaknya untuk sekedar mampir. Kesal? Itulah yang Rey rasakan saat ini.
***
bonus visual Moza 👆❤️❤️
Resya 👆😍
Jangan lupa like di setiap bab ya genks 🙏
__ADS_1