Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 45


__ADS_3

Johan terpaku melihat yang terjadi di depannya. Ia masih bingung dengan yang polisi katakan bahwa Rosita dan Alesha di tahan karena kasus pembunuhan.


"Maksud Anda apa pak? Siapa yang mereka bunuh?" tanya Johan sebelum polisi membawa pergi Rosita dan Alesha.


"Mereka terbukti melakukan pembunuhan kepada ibu Lilis dengan memasukkan cairan racun ke dalam selang infus korban, sehingga korban meregang nyawa." tutur polisi tersebut lalu mereka membawa pergi Rosita dan Alesha.


"A-apa...." Johan bagai di hantam oleh ribuan belati. Tubuhnya tertunduk seketika.


"Kami akan membalas mu! Kau tunggu saja nanti!...." Rosita berkata menatap tajam ke arah Bintang.


"Aku akan memastikan kalian tidak akan pernah bisa keluar dari jeruji besi!" Bintang pun menatap ke arah Rosita dan Alesha dengan tak kalah tajamnya. Senyum sinis tersungging di bibirnya.


"Tidak! Bintang... Kau pasti tidak akan tega padaku... Bintang, jangan biarkan mereka membawaku. Lepaskan Aku...!" Alesha mencoba untuk berontak, namun polisi sudah memborgolnya dan segera membawa mereka pergi.


Bintang menatap nanar ke arah mereka. Lalu kini tatapannya tertuju pada pria paruh baya yang nampak sedang tertunduk menitihkan air matanya. Bintang tahu Johan begitu menyesal, sama menyesalnya seperti dirinya.


Namun Johan sudah membuat Via dan ibu mertuanya begitu menderita selama ini. Kalau saja Johan tidak menelantarkan Via, Via pasti tidak akan menyerahkan dirinya untuk menikah dengannya demi uang untuk mengobati penyakit ibunya. Hingga ia beranggapan buruk terhadap Via dan menyakitinya. Semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Via nya tidak akan pernah meninggalkannya.


"Lalu di mana putriku? Bukankah Kau suaminya? Aku ingin bertemu dengan putriku," ucap Johan lirih. Pandangannya masih tertunduk.


"Putrimu telah pergi dari dunia ini. Andai Kau tidak pernah menelantarkannya, semua tidak akan pernah menjadi seperti sekarang ini. Dan semua itu berawal dari Kau!" Bintang segera pergi setelah mengatakan hal itu.


Dadanya pun begitu bergemuruh. Ia juga salah satu penyebab Via pergi. Bintang juga telah menyakitinya. Kini penyesalannya tidak akan pernah berujung.


Johan semakin terhenyak. Kini ia begitu menyesali semuanya. Meminta maaf pun tiada gunanya. Karena istri dan anaknya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Johan larut dalam sebuah penyesalan yang mendalam. Ia menyesal karena sudah percaya dengan wanita ular seperti Rosita.

__ADS_1


***


Lima tahun berlalu...


Bintang menjadi pria yang begitu dingin dan tak tersentuh oleh siapapun. Ia memutuskan untuk kembali membenahi hidupnya yang berantakan selama 3 tahun terakhir.


Pada saat itu, Bintang terus menerus menyesali dirinya sendiri dengan minum minuman keras setiap harinya. Ia merasa telah kehilangan semuanya. Via yang meninggalkannya, keluarganya yang membencinya. Bintang merasa hidupnya tak berguna lagi.


Sebenarnya Papa Bryan dan Mama Aya terus memperhatikan putranya. Walaupun mereka kecewa kepada Bintang, namun Bintang masihlah tetap putranya.


Bintang mengalami penyakit Grastritis akut yang membuat nyawanya hampir melayang karena terlalu sering mengkonsumsi alkohol. Grastritis adalah penyakit pada lambung yang terjadi akibat peradangan pada dinding lambung.


Bryan dan Aya begitu khawatir waktu itu. Mereka mengerahkan seluruh dokter handal untuk mengobati putranya. Mereka telah memaafkan putranya. Mereka tahu Bintang menyesali perbuatannya.


Ia tidak akan pernah lagi menyentuh minuman yang mengandung alkohol. Bintang akan membenahi hidupnya. Namun ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah lagi jatuh cinta. Hingga saat ini, Bintang menjadi pria yang begitu dingin terhadap siapapun.


"Bimo, siapkan semua keperluan meeting lusa. Kita akan berangkat ke Singapore untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan CJ Corp!" Perintah Bintang.


"Baiklah, Tuan. Saya akan menyiapkan semuanya." Bimo segera pergi dari ruangan Bintang. Ia begitu senang karena Bintang sudah mulai kembali serius dalam pekerjaannya. Itu lebih baik daripada melihat Bintang yang terus saja terpuruk seperti sebelumnya. Pengaruh Via berakibat begitu besar dalam hidup Bintang.


Bintang menatap langit yang membentang di depannya. Semua itu terlihat nampak jelas karena saat ini dirinya berada di lantai 20.


"Aku merindukan mu, apakah Kau juga merindukan ku? Sudah sekian lama, tapi Aku tidak bisa menghapus bayanganmu di sini," lirihnya. Ia menunjuk ke arah dadanya. Bintang masih mengingat kebersamaannya dengan Via. Ia pernah memiliki kenangan manis bersamanya. Dan kenangan itu terus menari indah dalam setiap langkahnya. Rasa cinta itu tidak akan pernah hilang dari hatinya. Justru itu semakin kuat setiap harinya.


***

__ADS_1


Sementara di sisi lain, seorang wanita nampak tersenyum menatap pasiennya.


"Hay cantik, bagaimana kabar mu hari ini?" Tangannya mengusap lembut rambut seorang gadis kecil yang berada di ruang rawatnya.


"Cangat baik doktel, May akan baik kalau Kalel ada di sini," ucap gadis kecil itu dengan senangnya. Ia menatap dengan binar anak kecil yang sejak tadi terus menemaninya.


"Mommy, Er akan selalu menjaga Mayra. Kata Mayra, dia akan sembuh kalau Er selalu bersamanya," ucap anak kecil itu yang tak lain adalah putra dari dokter yang merawat Mayra.


Dia adalah dokter Maura, dokter sekaligus pewaris dari beberapa rumah sakit terbesar di beberapa negara. Ia telah menyandang status sebagai dokter anak di rumah sakitnya di Singapore. Ia telah belajar selama dua tahun dan akhirnya mendapatkan gelar itu.


Dokter Maura memiliki seorang putra yang sudah berumur 4 tahun lebih. Saat ini dia juga memiliki seorang tunangan, calon ayah Karel, putranya.


Namun entah mengapa, rasa cinta itu belum ada di hati Maura untuk sang tunangan. Ia hanya sebatas nyaman saat bersama dengannya.


Pertama kali Maura bertemu dengan pria itu, pria itu seolah telah mengenalnya. Hingga beberapa kali pria itu terus saja mengganggu Maura, tapi Maura terus saja mengabaikannya. Hingga seiring berjalannya waktu, mereka menjadi teman, dan akhirnya berakhir dengan pria itu melamarnya.


Maura menerima pria itu, seluruh keluarganya pun sangat menyetujui hubungan mereka. Terlebih Karel yang begitu lengket dengannya, membuat Maura akhirnya menerima lamaran kekasihnya. Mungkin waktu akan menghadirkan cinta untuk kekasihnya suatu saat nanti.


Maura tersenyum menatap putranya. Putranya begitu menggemaskan menurutnya. "Baiklah Sayang, kalau begitu Kau jaga Mayra sebentar ya, mommy mau mengabarkan nenek bahwa kita akan pulang terlambat." ucap Maura yang di angguki oleh Er.


Maura berjalan menjauhi ruang rawat Mayra. Ia menelpon sang nenek bahwa hari ini ia akan pulang terlambat. Maura ingin mengajak putranya makan di McD. Sudah beberapa kali Maura menjanjikan hal itu kepada Er, namun baru kali ini ia bisa menurutinya.


Setelah memberitahu sang nenek bahwa ia akan pulang terlambat malam ini, Maura menghela nafasnya. Ia begitu menyayangi neneknya. Namun dalam hatinya ia selalu ingin tahu tentang masa lalunya. Beberapa tahun silam Maura mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya amnesia.


***

__ADS_1


__ADS_2