
Via menarik nafas panjangnya, tangannya meraih tangan suaminya dan menggenggamnya.
"Tapi Kau janji untuk tidak marah padaku. Kau harus mendengar semuanya hingga Aku selesai berbicara." ucap Via, Ia tidak ingin suaminya salah paham padanya lagi.
Bintang mengangguk pelan.
"Rey adalah pria yang baik. Aku tidak tahu kalau ternyata Aku pernah bertemu dengannya sebelumnya. Setelah Aku kehilangan ingatanku, nenek mengurimku untuk melanjutkan studi ku. Dan Saat itu Rey menjadi sosok inspiratif di kampusku, pebisnis muda yang sangat berhasil. Dia selalu mengejar ku, katanya dia mengenalku, tapi Aku selalu mengabaikan dia," Via mengambil nafas sejenak.
"Hingga ia bertemu dengan Er dan menjadi dekat dengannya. Nenek selalu mengatakan bahwa dia pria yang baik. Er sangat membutuhkan sosok Ayah, Dan Resya selalu ada, dia menjadi pria yang begitu bertanggung jawab. Jujur Aku merasa nyaman saat bersamanya, Aku pikir setelah Aku menerima lamarannya, akan membuat Er bahagia. Mungkin cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, namun Aku bertemu dengan mu. Kau tahu, Aku begitu ragu untuk melanjutkan pernikahan ku dengan Resya setelah bertemu dengan mu...,"
"Kau sudah menggoyahkan hatiku. Ada rasa yang berbeda ketika Kau menatapku, menyentuh ku bahkan saat Kau mencium ku. Saat Kau mencoba untuk mengingatkan semua tentang kita, rasanya Aku begitu marah, namun tidak dengan hatiku. Dan Aku mulai mengingatnya, Aku mengingat semua tentang kita. Dan Kau tahu bagaimana selanjutnya Sayang...." Via mengecup punggung tangan suaminya. Menatapnya dengan senyuman.
Bintang mengangguk, ia bersyukur datang ke Singapore waktu itu. Kalau tidak, istrinya pasti sudah menjadi istri sahabatnya.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita menikah lagi...," Bintang berkata dengan mantapnya. Ia telah terpisah dari istrinya bertahun-tahun. Dan Bintang ingin kembali mengucapkan ikrar pernikahan mereka yang sesungguhnya. Kali ini dengan cinta yang begitu besar untuk istrinya.
"A-apa...," Via begitu tercengang.
"Dulu kita menikah karena suatu alasan, dan sekarang Aku akan menikahi mu karena Aku sangat mencintaimu. Aku ingin mengucapkan ikrar pernikahan kita sekali lagi. Kali ini kita akan mengundang banyak tamu bahkan media, agar mereka semua tahu bahwa kamu adalah milikku, dan Aku adalah milikmu."
Via kembali berkaca-kaca, ia memeluk suaminya dan menganggukkan kepalanya.
Bintang mengecup kening Via berkali-kali, ia sangat bahagia saat ini.
Di meja makan, kini keluarga besar itu berkumpul. Mereka bahagia melihat Via kembali di tengah-tengah mereka.
Bintang juga menyampaikan keinginannya untuk menikah kembali dengan Via kepada keluarganya.
__ADS_1
Mama dan Papa mendukungnya. Lagipula mereka memang harus menikah lagi karena telah lama berpisah.
Eve terus saja menggoda Bintang dan Via sedari tadi. Bintang tak mempan dengan ucapan-ucapan Eve yang terus menggodanya. Namun ia melihat istrinya terus bersemu mendengar ucapan Eve.
Selesai menyantap makan malam, mereka berbincang-bincang di ruang keluarga.
Ax melihat Er yang sedari tadi terus saja menatapnya dan juga menatap Bintang. Mungkinkah Er merasa bingung karena melihat dirinya dan Bintang yang berwajah sama? Ax tersenyum geli melihat wajah lucu Er.
"Er, apa sekarang Kau bisa membedakan siapa uncle dan Daddy mu?" Bintang bertanya karena melihat Er yang terus menatapnya.
Er menganggukkan kepalanya, "ya uncle, Daddy memiliki tahi lalat di dekat alisnya, sementara uncle tidak ada," ucap Er. Sedari tadi ia terus memperhatikan Daddy dan uncle Ax untuk mengetahui perbedaan di antara mereka.
"Good boy, Kau memang sangat pintar Er," Bintang mengusap lembut kepala putranya.
__ADS_1
Kisya lalu menghampiri Er dan mengajak Er untuk bermain. Keduanya nampak begitu akrab satu sama lain.