
Bintang semakin memperdalam ciumannya. Dan tanpa dia duga, Via membalas setiap ciuman yang Bintang berikan. Itu semakin membuat Bintang bahagia. Via tak dapat menolak ciuman itu. Ia selalu saja terbuai dengan ciuman pria ini.
Namun, Via kembali teringat akan sesuatu. Sesuatu yang membuat dadanya terasa begitu sesak. Yaitu, masalalunya.
Via kembali mendorong tubuh Bintang perlahan. Sebuah ingatan membuatnya melakukan hal itu.
Sejujurnya sejak Via tak sadarkan diri beberapa saat lalu di saat berada di ruangannya waktu itu, sebuah bayangan terus saja bermunculan. Membuat dirinya begitu tak nyaman.
Apalagi setelah bangun di pagi hari kala itu. Sebenarnya ia mulai mengingat satu persatu memori yang ia lupakan di masalalu. Via mencoba untuk berdamai dengan semua itu. Tapi, bayangan Bintang yang selalu memberikan sebuah harapan lalu kemudian menghempasnya berkali-kali membuatnya begitu ragu untuk berdamai dengan masalalunya.
Via menyadari neneknya berbohong Kepadanya tentang masalalunya. Namun ia membiarkannya. Dia berpikir mungkin inilah jalan yang terbaik untuknya dan Bintang. Walaupun Ia akan merasa begitu sakit saat membohongi diri sendiri dan orang lain.
__ADS_1
Via berpikir keras mengapa Bintang selalu mengatakan bahwa dirinya adalah istrinya. Bukankah waktu itu Bintang telah membuangnya? Bintang tidak pernah menginginkannya. Bintang memberikan sebuah surat cerai di awal pernikahan mereka, dan Via sudah menandatanganinya. Walaupun Via menandatanganinya sebelum waktu ketentuannya, tapi Via yakin bahwa Bintang tidak pernah mencintainya dan akan kembali bersama Alesha.
Pria di hadapannya ini hanya ingin mempermainkan perasaannya saja. Karena Via tahu, dari awal di hati Bintang tidak pernah ada namanya. Nama Alesha lah yang ada di sana. Via sudah menyerah di saat itu juga. Ia membiarkan Bintang untuk meraih kebahagiaannya. Perkataan Bintang waktu itu sudah membuktikan bahwa dirinya tidak pernah ada di hati suaminya. Via yakin Bintang juga sudah menandatangani surat cerai tersebut dan sudah memproses semuanya.
Ia tidak ingin berurusan lagi dengan pria ini. Via tidak akan tertipu lagi. Walaupun ia harus terus berpura-pura untuk melupakan ingatannya.
Via takut jika ia mengatakan bahwa ia telah mengingat semuanya, Bintang akan membawa putranya darinya, mengingat waktu itu yang Bintang tulis dalam surat kontrak waktu itu. Jadi ia memutuskan untuk terus berpura-pura bahwa ia masih melupakan ingatannya. Via harus melakukannya dengan baik.
Bintang kembali mendekati Via. Dia dapat merasakan bahwa beberapa saat tadi, Via juga menikmati ciuman itu. Dia merasakan Via nya telah kembali.
"Sayang...," Bintang kembali hendak memeluk Via, namun Via memundurkan langkahnya. Via kembali menghindarinya.
__ADS_1
"Ku mohon berhenti... Tolong lepaskan Aku...," Via berkata dengan lirih, ia tak dapat membendung air matanya.
Bintang menggelengkan kepalanya. Melihat air mata Via membuatnya kembali mendekati Via. Ia tidak perduli dengan penolakan Via, Bintang ingin mengusap air mata istrinya.
"Kenapa Kau menangis, Sayang? Kumohon jangan menangis." Tangannya mengusap lembut air mata Via.
Namun Via justru semakin terisak. Ia tidak mampu menahan menahan semuanya dalam hatinya. Semua ini tentang pria pria di depannya. Ya, masih tentang pria itu dan ingatan masalalunya.
....
***
__ADS_1