
"Kita pamit dulu sama nenek," ucap Via sedikit mengangkat wajahnya.
"Iya."
"Aku juga harus mengurus kepindahan sekolah Er."
"Iya."
"Apa perasaan mu padanya benar-benar sudah hilang?" Via bertanya dengan hati-hati.
Bintang menarik nafasnya panjang. Ia tahu kekhawatiran dan kecemasan istrinya. Ia meraih tangan Via dan menggenggamnya.
"Sayang... Aku sangat mencintaimu, hanya mencintaimu. Tidak akan pernah ada dia lagi. Bahkan tidak ada wanita lain dalam hidupku selain Kau, Mama dan Eve. Aku akan memegang janji ku. Aku tidak akan pernah mengkhianati mu dan mengecewakanmu, hingga Tuhan mengambil nyawaku." Suasana menjadi begitu hening.
Via berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
"Via, di kehidupan ini mungkin Aku tidak sempurna untuk mu. Aku sering menyakitimu, Aku sering mengabaikan mu. Jika di pikirkan, kesalahan ku begitu banyak padamu. Tapi... Kau harus tahu. Aku menyesali setiap kesalahan ku padamu, Kau harus tahu bahwa cinta ku begitu besar untuk mu, sayang... Via, Aku sangat mencintaimu." ucap Bintang dengan begitu tulus.
Via langsung menghambur memeluk Bintang dan menangis. Ia menjadi wanita yang begitu cengeng. Via hanya ingin terus bahagia. Dia hanya ingin terus bersama Bintang, tidak ingin seseorang mengambil Bintang darinya. Perpisahan kemarin begitu menyakitkan untuknya. Cinta membuatnya begitu lemah.
"Aku juga sangat sangat mencintaimu, Aku ingin kita selalu bersama." ucapnya dalam isak tangisnya.
"Sayang, terimakasih telah memberi ku kesempatan untuk menebus kesalahanku dulu," Bintang mendekapnya erat. Ia tidak ingin ada perpisahan lagi di antara mereka. Bintang akan memberikan seluruh cintanya untuk Via. Bintang berjanji pada dirinya sendiri.
Via menyeka air matanya. Ia teringat sesuatu, yaitu putranya.
Bintang tersenyum. "Memangnya Kau pikir di mana Sayang? Tentu saja dia di sekolahnya." Bintang berkata dengan tersenyum kecil.
"Siapa yang memandikannya?, Yang menyiapkan pakaian dan sarapannya?"
"Tentu saja Aku. Bukankah Aku Daddy yang sangat handal?" Bintang menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Via menatap Bintang penuh haru. Mata mereka bertemu. Bintang menunduk dan mencium bibir istrinya. Ciumannya begitu dalam, hingga menciptakan suasana panas di pagi menjelang siang. Bintang kembali menanggalkan pakaian yang baru saja terpasang pada tubuh istrinya. Bintang kemudian membawa tubuh istrinya ke atas ranjangnya dan kejadian tadi malam terjadi lagi. Mereka kembali menyelami surga cinta yang begitu indah.
***
Bintang menggenggam tangan Via. Kini mereka berdiri tepat di depan pintu rumah nenek Mia. Mereka saling menatap dengan senyuman. Lalu mereka mulai melangkahkan kaki memasuki rumah tersebut. Dengan perhatian, Bintang memeluk pinggang istrinya hingga sampai di ruangan utama.
Nenek dan seluruh anggota keluarga sudah menunggu di sana. Ada sedikit rasa canggung di hati Bintang. Namun genggaman tangan hangat istrinya membuat hatinya sedikit merasakan ketenangan.
Mereka mulai duduk di depan anggota keluarga Via.
Nenek merasa sangat lega dan bahagia melihat cucunya begitu bahagia, terlihat nampak jelas dari binar di wajahnya. Ia berharap pernikahan cucunya selalu di limpahkan kebahagiaan.
Nenek segera berdiri dan menyambut cucu dan cucu menantunya. Bintang dan Via mengucapkan salam kepada semuanya.
"Nenek, Paman, terimakasih karena sudah mau untuk menyambut kami. Terimakasih karena sudah menjaga dan melindungi Via hingga saat ini ia bisa kembali lagi kepada ku. Aku berjanji akan selalu menjaganya, Aku berjanji akan selalu membuatnya bahagia, Aku tidak akan pernah melukainya lagi, Aku akan selalu mencintainya, bahkan hingga Tuhan mencabut nyawaku, Aku akan tetap mencintainya.
__ADS_1
***