
"Hemm...."
"Berjanjilah mulai saat ini kita akan saling berbicara, berjanjilah jangan pernah memendam sebuah rasa dalam hati. Aku ingin kita saling terbuka, agar tidak ada lagi kesalahpahaman antara kita. Aku sangat mencintaimu... Taukah kau bahwa Aku tidak bisa sedetik pun tidak mencintaimu." Via memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat, rasanya ia tak ingin lagi mengalami sebuah perpisahan.
"Aku berjanji...," Bintang begitu bahagia, kini mereka saling memeluk satu sama lain.
"Kita harus saling mengingatkan janji kita."
"Pasti. Sayang, terimakasih karena Kau juga mencintaiku. Maafkan Aku atas segala kesalahanku di masa lalu padamu. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya." Bintang mengecup kening Via.
"Kita adalah dua orang yang menjadi begitu bodoh karena cinta, Sayang. Untuk selanjutnya kita tidak boleh lagi menjadi bodoh." ucap Via, jarinya berjalan pelan pada dada bidang Bintang.
"Iya Sayang, apa sekarang Kau mencoba untuk menggodaku lagi?"
Via langsung mati kutu. Tangannya berhenti bermain-main di dada bidang suaminya. Kini ia hanya terdiam.
Melihat hal itu membuat Bintang tersenyum. Ia merasa begitu gemas pada istrinya. "Tidurlah, sudah malam. Aku akan memeluk mu sampai pagi," ucap Bintang lalu mengecup bibir Via sekilas. Ia segera membawa istrinya kedalam dekapannya.
__ADS_1
Malam ini mereka tertidur dengan perasaan bahagia. Mulai saat ini mereka akan menghadapi bersama kehidupan yang akan datang. Saling menggenggam, saling menguatkan satu sama lain.
***
Pagi hari...
Via mengerjapkan matanya. Dia langsung menemukan Bintang yang kini tersenyum menyapa paginya. Via langsung bersembunyi di dada bidang suaminya, Ia masih begitu malu dengan hal yang terjadi semalam.
Bintang mengusap lembut rambut Via dengan penuh kasih.
Via mengangkat wajahnya, namun ia segera berpaling dari tatapan Bintang. Via menarik selimutnya dan berdiri. Ia masih begitu malu-malu saat ini.
"Aku sudah menyiapkan baju untukmu." ucap Bintang, Via menoleh ke arahnya, mengambil baju yang Bintang siapkan untuknya.
"Terimakasih," ucapnya, Via langsung berlari ke bathroom.
Bintang tersenyum geli melihat Via yang nampak begitu malu-malu padanya. Itu terlihat begitu menggemaskan, istrinya begitu imut menurutnya.
__ADS_1
Bintang duduk di sofa kamarnya, ia menunggu istrinya keluar dari bathroom. Ia tersenyum kecil ketika mengingat pagi tadi ia memandikan putranya dan mengantarkannya ke sekolah. Ia menjadi sosok ayah saat ini. Dan itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi Bintang.
Bintang meraih ponselnya dan melihat pekerjaan hari ini. Ia masih ingin menghabiskan waktunya untuk istrinya, jadi ia kembali menyuruh asistennya untuk menghandle pekerjaannya.
Sebenarnya Bintang merasa kasihan terhadap Bimo karena harus bolak balik Indonesia- Singapore. Bintang akan memberikan bonus yang besar kepada asistennya itu. Ia juga telah berjasa menyatukan dirinya dan Via.
Tak lama, Via keluar dari bathroom dan memakai pakaian yang ia siapkan. Istrinya mengenakkan dress dengan bagian leher yang tinggi. Itu akan menutupi bekas kecupan yang Bintang ciptakan tadi malam.
"Kemarilah...," Bintang tersenyum dan melambainya. Via masih nampak malu-malu. Ia berjalan ke arah suaminya dan langsung duduk di samping Bintang.
Bintang menatapnya dengan begitu kagum. Istrinya sangat cantik. Tangannya terangkat dan menyibakkan rambut Via ke atas telinga.
"Kau sangat cantik," pujinya dengan suara lembut. Membuat Via tersipu dan membuatnya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Bintang tersenyum melihatnya. Ia tahu Via begitu malu saat ini. Bintang mendekat dan mengusap pundak istrinya lembut.
"Sayang... Ayo kita pulang ke rumah kita."
***
__ADS_1