Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 41


__ADS_3

Bintang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kini ia menuju ke rumah seseorang yang membuatnya begitu marah. Rasanya ia ingin membunuh seseorang tersebut.


Dengan memarkirkan mobilnya secara asal, Bintang segera turun. Kebetulan Bintang melihat seorang itu turun dari mobilnya dan hendak memasuki rumahnya.


Bintang berjalan dengan sedikit berlari. Amarahnya begitu memuncak saat mengingat foto-foto yang ia lihat beberapa saat lalu.


"Dasar kurang ajar!" Bugh...bugh ... Tanpa ba-bi-bu, Bintang langsung menghajar Rony. Ia begitu marah dan emosi saat ini.


Rony terkejut, ia tidak sempat melawan, hingga Bintang beberapa kali memukul wajahnya. Namun dengan cepat, Rony mulai mendorong tubuh Bintang hingga hampir terjungkal.


"Tuan Bintang." ucap Rony begitu terkejut. Kini ia melihat dengan jelas Bintang yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Ada apa ini? Kenapa Anda tiba-tiba memukul Saya?" Rony merasa bingung.


"Tidak usah berpura-pura Kau, dasar baji.ngan! Kau sudah berselingkuh dengan istri Ku! Dan sekarang Kau mau berpura-pura!?"


"Maaf Tuan, Saya benar-benar tidak mengerti maksud Anda. Saya tidak pernah berselingkuh dengan istri Anda. Mana mungkin Saya berselingkuh dengan istri orang lain? Itu adalah hal yang paling menjijikkan menurut Saya." Rony menolak mentah-mentah ucapan Bintang. Ia tidak terima bila Bintang menuduhnya berselingkuh dengan Via.


"Kau mau berkilah?! Tunggu di sini, Aku akan mengambil bukti perselingkuhan kalian!" Bintang segera menuju mobilnya dan membawa beberapa lembar foto yang tadi sempat di bawanya, lalu ia kembali dan melemparkannya ke arah Rony.


Rony terbelalak melihat foto-foto tersebut. Foto-foto itu saat dirinya dan Via berada di rumah Via. Dan itu saat dirinya membujuk Via untuk makan hingga menyuapinya. Dan saat ia menangkap Via saat hendak terjatuh. Tapi, siapa yang mengambil gambar tersebut? Rony tidak menyangka bahwa ada seseorang yang mengabadikan momen tersebut.


"Ini tidak seperti yang Anda pikirkan, Tuan. Ini memang foto kami, tapi kami tidak pernah berselingkuh sama sekali. Ada seseorang yang berusaha untuk memfitnah kami!"


"Jangan menyalahkan orang lain! Kalian sudah ketahuan dan sekarang kalian mau berkilah dan mengatakan bahwa foto-foto ini salah?!" Bintang hendak memukul Rony kembali, namun Rony menangkisnya. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman.

__ADS_1


Melihat kemarahan Bintang membuatnya begitu khawatir dengan Via. Apa Bintang menyakiti gadis itu?


Rony kembali mendorong tubuh Bintang. Dia juga memberikan bogem mentah ke wajahnya. "Asal Anda tahu, saya memang pernah memiliki perasaan terhadap Via sebelumnya. Tapi sekarang Saya hanya menganggap Via sebagai adik Saya. Dan foto ini diambil di saat Saya sedang menghiburnya karena Via baru kehilangan ibunya! Apa Anda tahu bahwa ibu Via baru saja meninggal empat hari yang lalu?!"


Bintang mematung mendengar ucapan Rony. Ia tidak pernah tahu bahwa ibu Via meninggal, Via tidak mengatakan apapun.


"Jangan mengalihkan perhatian dengan mengatakan kebohongan!" Bintang masih tak percaya.


Rony kembali mendorong tubuh Bintang. Sungguh suami Via begitu keras. Ia ingin menyadarkan Bintang.


"Kau bisa bertanya kepada tetangga Via, kalau Kau tidak percaya. Aku tidak pernah menyangka, Via akan menikah dengan pria seperti mu." cibir Rony. Rasa segannya kepada Bintang kini menghilang seketika.


Bintang segera menghubungi Bimo untuk mencari tahu apakah benar yang Rony katakan.


"Bimo, cepat cari tahu kemana Via selama kita berada di luar kota!" perintahnya.


Ponsel Bintang pun terjatuh. Ia mengingat saat Via menatapnya dengan sendu. Saat Via langsung memeluknya ketika melihatnya pulang dari luar kota. Namun justru ia di butakan oleh rasa kecemburuan hingga mengatakan hal yang menyakitkan.


Bintang mengusap kasar wajahnya. Dan terjadi lagi. Amarahnya membuat kesalahan yang begitu besar. Seharusnya ia membalas pelukan Via. Seharusnya Ia ada di saat Via sedang terpuruk. Tapi apa yang sudah ia lakukan? Kini Bintang begitu menyesali perbuatannya.


***


Bintang segera memasuki rumahnya. Ia ingin sekali memeluk Via, meminta maaf atas semua perbuatannya dan kata-kata kasarnya. Langkahnya begitu cepat, Bintang sudah tidak sabar lagi.


Dengan cepat ia segera membuka pintu kamar Via. Mencari sosok gadis yang sangat ia cintai. Namun tak ada Via di sana. Bintang juga mencari di bathroom, namun juga tak nampak istrinya di sana.

__ADS_1


Mungkinkah istrinya berada di kamarnya? Dengan cepat Bintang pun melangkah menuju kamarnya. Rasanya Bintang sudah tidak sabar lagi.


Namun lagi-lagi kamarnya kosong. Tak ada istrinya juga di sana. Tapi ia heran melihat sesuatu di atas kasurnya. Bintang mendekatinya.


Sebuah map yang tak begitu asing berada di sana. Bintang tahu map apa itu. Jantungnya berdetak kencang, antara rasa takut dan khawatir. Mungkinkah? Ah, Bintang tidak ingin berburuk sangka. Ia mulai mengambil map tersebut dan membukanya.


Deg...


Melihat goresan tinta di ujung sebuah surat yang pernah ia berikan kepada Via membuat jantungnya seolah berhenti berdetak. Apa yang Bintang takutkan beberapa detik lalu benar-benar menjadi nyata. Via menandatangani surat cerai yang pernah Ia berikan.


"Tidak... tidak... Ini salah, ini pasti salah. Kau tidak mungkin menandatangani ini kan Vi? Maafkan Aku Vi, maafkan Aku." Bintang menaruh asal map tersebut. Ia kembali berlari menuju ke kamar Via.


"Via... Vi kamu di mana...?! Jangan membuat ku takut Vi. Jangan katakan Kau akan meninggalkan ku. Via...."


Bintang berteriak memanggil nama Via. Namun tetap saja tidak ada sahutan. Via telah pergi, meninggalkan Bintang.


Bintang membuka lemari pakaian milik istrinya. Dan hanya terdapat beberapa helai pakaian saja di sana. Bintang juga menyadari koper kecil yang Via bawa waktu pertama kali menginjakkan kakinya di rumah ini pun tidak ada. Bintang kembali menjambak rambutnya sendiri. Ia jatuh terduduk di lantai. Kini Via telah meninggalkan dirinya. Dan itu adalah karena kesalahannya sendiri.


Bintang sangat menyesali semuanya. Seandainya Ia mau mendengarkan penjelasan istrinya, seandainya amarahnya tidak menguasai hatinya. Mungkin Via masih ada di sampingnya saat ini.


Bintang seorang pria, namun ia menitihkan air matanya. Ia begitu menyesali semuanya. Di saat Bintang menyesal, tangannya tidak sengaja menyentuh sebuah kertas yang ada di lantai.


Bintang mengambil kertas tersebut. Tenyata itu adalah sebuah amplop. Namun ada label rumah sakit di sana. Bintang mulai membuka amplop tersebut, sebuah hasil tes tertulis di sana. Bintang mulai membacanya.


"A-apa, Via hamil? Jadi Via hamil? Anakku...." Bintang memeluk keras tersebut. Ia begitu senang karena Via hamil, dan ia sangat yakin itu adalah anaknya.

__ADS_1


Bintang segera pergi dari kamar Via. Ia akan mencari Via kemanapun Via berada. Ada calon anaknya di dalam perut istrinya. Dan Bintang tidak ingin terjadi apapun terhadap Via.


***


__ADS_2