Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 112


__ADS_3

Tanpa keduanya sadari sejak mereka memasuki mall, seseorang telah membuntuti mereka dan mengambil beberapa foto Richie dan Moza. Lalu ia segera mengirimkannya kepada seseorang.


Moza tertawa lepas ketika ia kembali memenangkan beberapa permainan dan mengalahkan Richie.


"Hahaha... Kau sungguh payah. Kau aktor yang payah," ucap Moza tertawa.


"Aku rela menjadi pria yang payah asal bisa melihat tawa mu, gadis." ucap Richie menatap dalam Moza.


Sontak membuat Moza menghentikan tawanya. Ia melihat tatapan Richie padanya. Lalu ia membuang muka.


Richie mendekati Moza, tangannya berusaha meraih tangan Moza. Pelan, tangannya berhasil menggenggam tangan Moza.


"Za, apa Kau tahu? Sejak pertama bertemu dengan mu hingga saat ini, Aku tidak bisa untuk sedetikpun tidak memikirkan mu. I love you Za," ucap Richie begitu tulus.


Perlahan Moza melepaskan genggaman tangan Richie. Lalu ia menatap pria yang sudah beberapa kali menyatakan cinta kepadanya.


"Terimakasih karena Kau sudah mencintai ku Richie. Tapi sekali lagi maafkan Aku, hati ini milik pria lain. Jika Aku menerima cintamu, maka kita sama-sama akan saling menyakiti satu sama lain." ucap Moza menghela nafas panjang.


Richie teramat kecewa, namun bukan Richie namanya jika menyerah. Ia tetap akan mengejar Moza sampai gadis di depannya itu mencintainya.


"Hahahaha...," Tiba-tiba Richie terbahak membuat Moza menatapnya heran. Mungkinkah Richie mengerjainya?


"Aku berakting saja Kau masih menolak ku." Lalu ia kembali terbahak. Membuat Moza memukuli lengan Richie dan akhirnya berakhirlah dengan Richie yang berlari dan Moza mengejarnya karena kesal.


"Richie... Kau jangan melarikan diri... Sini Kau...," teriak Moza sambil mengejar Richie.


"Aku tidak kemana-mana honey. Karena Aku akan selalu ada di hatimu," ucapnya sambil berlari. Richie begitu menikmati wajah kesal Moza saat ini.


Hingga lelah, mereka pun akhirnya berhenti dan duduk di sebuah kursi yang ada di sana.


"Kau lelah honey?" tanya Richie. Moza menatapnya tajam.


"Jangan memanggilku honey...!"


"Baiklah, kalau begitu baby, bagaimana?"


Moza semakin menatapnya tajam.


"Richie, Kau tahu? Aku akan melaporkan mu ke polisi,biar Kau di penjara dan tidak mengganggu ku lagi," ucap Moza masih dengan kekesalannya.


Namun Richie tersenyum. Moza nampak terlihat imut jika sedang kesal.


"Tidak akan, karena saat ini Aku bahkan sudah terpenjara," jawab Richie. "Terpenjara dalam hatimu maksudnya," sambungnya. Ia tersenyum manis menatap Moza.


Moza tidak habis pikir dengan Richie. Ia menahan senyumnya mendengar ucapan Richie barusan.

__ADS_1


"Apa itu bagian dari teks naskah mu?" tanya Moza. Pria di sampingnya itu benar-benar seorang pria yang begitu pandai menggombal seperti dalam filmnya.


"Ini bukan bagian dari naskah, tapi ini dari sini...," jawab Richie menunjuk dadanya. "Kau melihatnya?" tanya Richie.


"Melihat apa?"


"Nama mu yang ada di sini," jawab Richie.


Wajah Moza tersipu mendengar ucapan Richie. "Kau memang pandai sekali berakting, pantas saja Kau menjadi aktor terkenal." ucap Moza dengan tawanya. Lalu ia mulai berdiri dan berjalan. Richie mengikutinya.


"Apa Kau sudah makan?" tanya Richie. Ia mulai duduk di kursi lainnya.


"Sudah," jawab Moza, ia duduk di samping Richie. "Apa Kau tidak ada jadwal syuting hari ini?"


"Ada."


"Kenapa Kau malah mengajakku ke sini?"


"Aku ingin bermain bersama mu apa itu salah?" ucap Richie menatap kearah Moza.


"Jelas salah. Aku tidak ingin di tuduh menculik mu. Dan pastinya akan ada banyak wanita yang akan iri pada ku, karena saat ini aku sedang bersama aktor pujaan mereka," ucap Moza terkekeh.


"Mereka pasti akan mengerti. Karena saat ini Aku sedang bersama wanita pujaan ku," sahut Richie, dan kembali membuat Moza tersipu. Ia menggigit bibirnya menahan senyum kecilnya.


"Dasar gombal," ucap Moza menahan senyumnya.


Saat ini mereka berjalan keluar dari mall tersebut. Namun ada yang terlupa yaitu, kacamata dan tompel Richie yang tertinggal di tempat bermain tadi.


"Ini untuk mu," Richie menyerahkan sesuatu kepada Moza. Sebuah kotak musik. Moza menoleh ke arahnya. Tangannya mengulur menerima sesuatu dari Richie.


"Kenapa Kau memberikan ku ini? Ini permainan anak-anak," ucap Moza.


"Jika suatu saat Kau tidak bisa tidur, semoga kotak musik ini bisa menemanimu," jelas Richie, ia masih memperhatikan Moza.


"Okey, Aku akan menyimpannya. Terimakasih Richie," ucap Moza. Kemudian ia memasukkan kotak musik itu kedalam tasnya.


"Sudah malam, lebih baik Aku mengantarmu pulang," ucap Richie. Moza mengangguk. Mereka segera memasuki mobil.


***


"Selamat malam Rich, semoga Kau bermimpi indah," ucap Moza saat turun dari mobil Richie.


"Terbalik honey. Seharusnya Aku yang mengatakan itu," Richie terkekeh.


Moza hanya melambaikan tangannya dan tersenyum. Lalu ia meninggalkan Richie yang masih menatapnya dengan senyum.

__ADS_1


"Aku pasti akan mendapatkan mu gadis," ucapnya, Lalu Richie segera meninggalkan tempat itu.


Keesokan harinya...


Berita media dan dunia maya kembali digegerkan dengan foto Richie dan Moza yang kini menjadi berita utama.


Banyak fans Richie yang berkomentar pedas tentang Moza di akun gosip.


Richie terkejut dengan berita pagi ini. Ia tidak menyangka bahwa ada yang melihatnya semalam. Richie sudah menduga bahwa Moza pasti akan marah padanya. Ia segera menghubungi pihak media untuk mencabut gosip yang beredar. Namun sayangnya itu tidak bisa.


Richie merasa kesal di buatnya.


"Kau kenapa pagi-pagi sudah kesal, Richie?" tanya Rebecca. Ia sedang menyeruput secangkir kopi yang ia bawa.


"Apa aunty melihat berita gosip pagi ini?"


"Ya, Aku melihatnya," ucap Rebecca santai.


Richie mengerutkan keningnya. Biasanya kalau ada berita gosip, pasti auntynya akan heboh bila mengenai tentangnya. Namun kali ini auntynya nampak begitu tenang.


"Kenapa aunty bersikap biasa saja? Bukankah biasanya aunty akan heboh mengenai gosip tentang ku?" tanya Richie heran.


"Karena aunty mendukung mu untuk bersama gadis yang Kau temui semalam. Apa Kau tahu Rich, gadis itu adalah Putri pemilik perusahaan yang terkenal di Singapore. Kau sungguh pandai dalam mencari pacar," ucap Rebecca nampak senang.


"Sial!" umpat Richie dalam hati. Sekarang ia tahu bahwa berita itu kemungkinan besar, auntynya sendiri lah yang menyebarkannya.


Richie berusaha untuk menghubungi Moza. Dan akhirnya tersambung.


"Ada apa?" ucap Moza ketika panggilan tersambung.


"Apa Kau melihat berita pagi ini?"


"Ya, dan Kau harus bertanggung jawab." jawab Moza.


"Maaf Za, tapi Aku sudah menghubungi media, dan mereka tidak ingin mencabut gosip itu." ucap Richie dengan frustasi. Ia tidak ingin Moza marah padanya.


Namun ia mendengar Moza yang tiba-tiba terkikik. "Kalau begitu kita abaikan saja. Nanti lama-lama mereka juga akan jera sendiri jika gosip itu tidak terbukti kebenarannya," ucap Moza.


"Tapi mereka akan nyinyir padamu Za, dan Aku tidak ingin mereka mengatakan hal pedas padamu."


"Bukan masalah, lagipula Aku juga tidak ingin melihat komentar mereka. Bukankah Kau bilang mereka akan lelah dengan sendirinya?" jawab Moza. Sejujurnya hampir tidak bisa tidur karena bully-an nomor baru yang tiba-tiba masuk dan mengiriminya chat pedas.


"Maafkan Aku," ucap Richie merasa begitu bersalah.


"Bukan masalah," ucap Moza. Ini sudah menjadi konsekuensinya jika ia berteman dengan seorang aktor ternama seperti Richard Kevin.

__ADS_1


***


__ADS_2