Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 69


__ADS_3

Bintang terhenyak mendengar penuturan Via. Benarkah yang di katakannya? Via mencemaskan dirinya, apakah telinganya tidak salah dengar?


"Maaf." Ucapan itu keluar dari bibir Via. Bintang menatap wajah Via dengan heran.


"Ini semua salahku, maafkan Aku." Via berbicara dengan air mata yang kembali menetes.


"Bukan salahmu," Bintang menggelengkan kepalanya. Tangannya mengulur mengusap air mata Via.


"Aku mencintaimu, Vi. Maaf jika Aku membuatmu khawatir. Tapi Aku tidak bisa tanpamu. Kau adalah nafas dalam hidup ku." ucap Bintang pelan.


"Apa Kau pikir Aku akan bisa hidup tanpamu? Aku pun sama,Bi. Aku sangat mencintaimu. Kita adalah orang bodoh yang menjadikan cinta menjadi begitu rumit. Sementara kita sebenarnya saling mencintai." ucap Via, ia mengecup tangan Bintang berkali-kali.


"Benarkah yang Kau katakan, Vi? Kau mencintaiku?" Bintang bertanya penuh harap. Ia merasa sangat bahagia ketika Via menganggukkan kepalanya.


Kemudian Via menempatkan kepalanya di samping kepala Bintang. Tangannya memeluk tubuh Bintang dengan hati-hati.

__ADS_1


"Mulai sekarang, mari kita memulai semuanya dari awal. Aku tidak ingin kita menjadi bodoh lagi karena cinta. Kali ini,mari bahagia bersama, menua bersama dengan membesarkan putra kita," ucap Bintang tersenyum bahagia. Tangannya membalas pelukan istrinya. Mengusapnya lembut, sesekali mengecup kening Via. Bintang sangat merindukan istrinya.


***


Pria itu tengah menatap langit biru yang membentang indah. Namun hatinya tak seindah langit dalam pandangan matanya.


Hatinya begitu sakit. Ia patah hati saat ini. Ya, pria itu adalah Resya. Ia tidak dapat menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini. Yang jelas ia begitu patah hati.


Namun ia tidak pernah menyesal sedikitpun karena telah mencintai Via dalam hidupnya. Resya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Via. Ia tidak ingin membuat gadis itu tidak bahagia bila bersamanya. Hati Via bukan untuknya.


Namun sebelum ia pergi, Resya akan menemui Via dan Bintang di rumah sakit.


Resya mulai memasuki mobilnya dan mengemudikannya menuju rumah sakit. Ia akan berdamai dengan hatinya.


Rey menghela nafasnya sebelum memasuki pintu kamar rawat Bintang. Pelan, ia membuka pintu tersebut. Tubuhnya mematung saat melihat Via yang tersenyum tengah menyuapi Bintang. Hatinya sakit melihat itu semua. Ia masih sangat mencintai Via. Namum ia tersenyum ketika melihat kebahagiaan yang nampak dari wajah Via.

__ADS_1


Rey berdehem, membuat dua manusia itu menatap ke arahnya.


"Rey...," ucap Via pelan. Via tidak tahu apa yang akan ia katakan kepada pria yang sudah dengan sabar menunggu cintanya beberapa tahun terakhir.


Resya melangkah mendekati Bintang dan Via. Ia tersenyum menatap keduanya. Ia tidak ingin terlihat lemah.


"Rey, Aku...," Bintang merasa tidak enak dengan sahabatnya itu.


"Kalian tidak perlu mengatakan apapun. Aku mengerti dengan situasi kalian, kalian saling mencintai. Maafkan Aku yang kemarin sempat egois, Bi. Dari awal Via sudah milikmu, Aku hanyalah orang baru yang mencintainya. Mulai sekarang berbahagialah, Aku sudah membatalkan pernikahan kita, Vi." Resya berkata menahan pedih hatinya.


"Maafkan Aku, Rey." Via menundukkan kepalanya. Ia dapat merasakan kepedihan yang Resya rasakan saat ini. Dan itu karena dirinya. Namun Ia begitu mencintai Bintang, Via tidak akan pernah bisa hidup tanpa Bintang.


"Kau tidak perlu bersedih, Vi. Aku merestui kalian. Dan Bintang, tolong jaga Via. Bila Kau menyakitinya sekali lagi, Aku tidak akan segan-segan untuk merebutnya kembali dari mu."


"Tidak akan pernah." Bintang berkata dengan begitu yakin, tangannya menggenggam erat jemari Via.

__ADS_1


***


__ADS_2