Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 61


__ADS_3

"Nenek bisa menjelaskan semuanya nak. Nenek melakukan itu demi kebaikanmu. Nenek tahu kalau selama ini hidup mu begitu menderita. Putriku telah salah memilih pasangan hidupnya. Aku menyesal karena telah membiarkannya pergi dan memilih pria tak berperasaan itu!"


"Putri nenek?"


"Ya, ibumu adalah Putri nenek, dan Kau adalah cucuku. Nenek tahu semua yang terjadi dengan mu nak, termasuk perlakuan suamimu kepadamu. Nenek tidak ingin kejadian yang dialami almarhum ibu mu terjadi juga padamu. Nenek tidak akan membiarkannya." Nenek menitihkan air matanya. Ia kembali teringat akan putrinya.


"Maafkan Via Nek." Via mendekati nenek Mia dan menggenggam tangannya.


"Nak, maafkan nenek yang sudah berbohong padamu. Sekarang Kau putuskan, siapa yang ingin Kau pilih dalam hidupmu. Suami yang sudah menyakitimu, atau nak Resya yang tulus mencintaimu," ucap nenek.


"Via sudah memutuskannya nek." ucapnya ragu. Mungkinkah ini adalah keputusan yang tepat? Via begitu galau dalam hatinya. Ia menatap Rey yang nampak terlihat begitu cemas saat ini.


"Via sudah memintanya untuk menceraikan Via Nek," ucap Via lirih.


Nenek Mia begitu senang mendengarnya. Ia tidak ingin cucunya di sakiti lagi.


"Syukurlah nak. Jadi Kau lebih memilih nak Resya? Nenek mendukung hubungan kalian," ucap nenek dengan begitu bahagia. Via mengangguk samar.

__ADS_1


Sementara Rey nampak begitu bahagia. Gadisnya telah memilihnya. Namun ia begitu ingin tahu siapa sebenarnya suami Via. Kapan Via bertemu dengan suaminya itu?


***


"Sayang, Aku minta maaf karena turut andil berbohong kepada mu. Aku sangat mencintaimu, hingga ego ku membuat ku berbohong kepada mu," ucap Rey menatap lekat gadis di depannya.


Namun Via mengalihkan pandangannya. Rasanya sekarang ia menjadi begitu canggung. Saat ini statusnya masihlah istri Bintang.


Resya mulai mendekati Via. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Via, namun dengan cepat Via memundurkan tubuhnya.


Sejenak Rey terdiam, lalu iapun tertawa.


"Maaf, Sayang. Baiklah, Aku akan menunggu hingga nanti Kau akan menjadi milikku," ucap Rey dengan yakinnya. Tangannya mengusap lembut kepala Via.


Beberapa hari berlalu.


Via tak lagi bertemu dengan Bintang. Biasanya Bintang selalu mengganggunya,kini pria itu seolah menghilang bak di telan bumi. Ada rasa rindu saat Via tak melihat pria itu. Namun ia segera menepisnya. Bukankah sebentar lagi mereka akan bercerai? Mungkin saja saat ini Bintang tengah bersama Alesha, pikir Via.

__ADS_1


***


Resya tengah bersiap untuk meeting. Beberapa hari ini Moza tidak masuk kerja. Sekretarisnya itu telah mengambil cutinya sejak kembali dari luar negeri bersama Rey waktu itu. Makanya, beberapa hari ini Rey begitu kerepotan.


Ada sedikit kerinduan kepada sahabatnya. Resya ingin bercerita tentang bagaimana bahagianya dirinya saat ini karena Via memutuskan untuk memilihnya. Namun ternyata, Moza mengambil cutinya.


Hari ini Rey akan meeting dengan perusahaan Bintang. Ia begitu bersemangat saat ini. Karena Rey akan bercerita tentang Via kepada kawannya itu.


Namun Rey harus kembali kecewa, Bintang tidak hadir dalam meeting itu. Karena Bintang menyuruh Bimo untuk menghandle meeting hari ini.


***


Sebenarnya hari ini Bintang menyuruh Bimo menghandle pekerjaannya karena dia ingin menghabiskan waktu bersama putranya.


Tanpa sepengetahuan siapapun, ia mendatangi Er ke sekolahnya. Ia meminta izin kepada gurunya Er, untuk mengajak Er pergi dengan alasan menghadiri acara keluarga. Bintang mengaku dirinya adalah Paman Er. Dan gurunya Er pun percaya, karena di saat Bintang datang, Er langsung berteriak memanggil nama Bintang dengan Paman.


***

__ADS_1


__ADS_2