
Sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam. Mereka merasakan jantungnya berdetak tak karuan. Moza menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa grogi pada dirinya.
Sesekali Rey melirik ke arah Moza. Sedari tadi ia merasa begitu kagum dengan Moza yang nampak begitu cantik malam ini.
Hingga tanpa terasa mobil mereka telah sampai di festival kembang api itu. Rey menggandeng tangan Moza setelah mereka keluar dari mobil. Membuat perasaan hangat menjalari seluruh hati Moza. Ia menatap tangan Rey lalu menatap sekilas pria tersebut. Ia tersenyum, pipinya memerah.
Tiket telah terbeli, kini mereka mulai berjalan untuk mencari tempat yang nyaman untuk mereka duduk. Satu jam lagi kembang api di nyalakan.
Rey menatap Moza. Suasana malam dan pemandangan di sekitar membuatnya ingin mengabadikan momen tersebut.
"Apa Kau mau kita berfoto Za? Sudah lama kita tidak pernah melakukannya lagi, sejak kita remaja dulu."
Moza menatap Rey dan tersenyum mengangguk. Dan itu membuat Rey nampak begitu girang.
Pria itu mulai mengeluarkan ponselnya. Mereka tengah duduk di sebuah kursi panjang. Rey mulai mendekatkan dirinya, Lalu Ia mengarahkan ponselnya ke arahnya dan Moza. mereka tersenyum, dan...cekrek... Satu foto tercipta di ponsel Rey. Namun ia masih ingin memiliki foto mereka dengan berbagai pose lagi.
__ADS_1
Rey mengangkat tangan satunya untuk di letakkan di bahu Moza, merangkul Moza dengan lembut. Mata Rey menatap ke arah kamera dengan tersenyum. Sementara Moza saat ini menoleh ke arah Rey. Ia tak dapat mengontrol jantungnya yang berdetak begitu kencang saat ini. Menatapnya dengan jutaan bimbang dalam hatinya.
Rey tersenyum ketika sesi foto terakhirnya tercipta, ia melepaskan rangkulannya dari pundak Moza. Lalu ia memasukkan benda pipih itu kedalam sakunya. Ia begitu senang.
Moza masih menatap ke arah Rey. Kini tatapannya berubah menjadi sendu. Moza tidak ingin hatinya kembali terluka karena mencintai pria di sampingnya. Apakah ini benar ataukah salah? Apakah seharusnya ia mendekat, atau menjauh dari pria ini? Bagaimana dengan hati pria di sampingnya? Moza merasakan sebuah kebimbangan dalam hatinya.
Rey tahu, Moza tengah menatapnya saat ini. Ia pun menatap ke arah gadis di sampingnya. Bibirnya menyunggingkan senyum, Moza terlihat begitu imut saat ini.
"Apa yang Kau pikirkan?" tanya Rey.
"Aku memiliki sebuah tebak-tebakan untuk mu," ucap Moza. Ia membalikkan badannya dan melangkah mundur, ia menatap Rey di belakangnya.
"Okey, katakan, Aku akan menebak semua pertanyaan mu," ucap Rey dengan yakinnya.
Dulu mereka sering melakukannya ketika masih kecil.
__ADS_1
"Siapa yang lebih cantik antara bulan dan bintang di langit," ucap Moza.
Rey tersenyum. "Kamu."
Moza menahan senyumnya mendengar Jawaban Rey. "Hey kawan, Aku tidak ada di antara kedua pilihan itu." ucapnya tertawa kecil. Ia bahagia mendengar jawaban Rey. Lalu Moza kembali memberikan pertanyaan.
*Lebih cantik mana bunga mawar dan bunga melati?"
"Kamu,"
Moza hanya menggelengkan kepalanya dengan senyumnya. Rey membuat hatinya berbunga saat ini.
Tiba-tiba Moza tersandung, ia hampir terjungkal ke belakang. Namun dengan cepat Rey meraih Moza. Tangannya melingkar indah di pinggang Moza. Menahan tubuh Moza agar tidak terjungkal.
Hembusan nafas Rey menerpa wajah Moza. Detak jantung keduanya semakin tak beraturan. Mata mereka saling bertemu. Untuk beberapa saat mereka saling terdiam dengan berpelukan. Keduanya saling menatap.
__ADS_1
***