Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 105


__ADS_3

Pagi harinya...


Via mengerjapkan matanya mulai terbangun dari tidurnya. Ingatan suaminya yang belum memasuki kamar semalam membuatnya langsung terduduk.


Via melihat ke samping dan tidak ada suaminya. Ia berpikir suaminya berada di bathroom. Kakinya mulai melangkah dan membuka pintu bathroom, kosong.


"Apakah semalam suamiku tidur di ruang kerjanya?" gumamnya. Sejurus kemudian matanya menatap ke arah meja kecil yang ada di kamarnya.


Ada sarapan pagi yang terletak di meja tersebut. Kakinya melangkah menujunya. Bibir Via tersungging ketika membaca sebuah pesan yang Bintang tulis di sana.


'Makanlah sarapan mu Sayang, maaf tidak bisa menemanimu,ada rapat penting pagi ini. Aku mencintaimu' tulis pesan tersebut.


Via lega, ia sempat berpikir bahwa suaminya mendiaminya karena kejadian semalam. Ia menuju bathroom untuk membersihkan dirinya, dan setelahnya Via memakan sarapan yang sudah suaminya persiapkan untuknya.


***


Bintang menatap beberapa berkas yang ada di depannya. Hari ini ia begitu tak fokus pada pekerjaannya. Bayangan istrinya dan Rey semalam masih saja terngiang-ngiang dalam pikirannya.


Bintang begitu kesal, namun bukan dengan istrinya, melainkan pada dirinya sendiri. Ia masih menyesali perbuatannya pada istrinya di masa lalu. Seandainya saja ia tidak menyakiti Via, mungkin tidak akan ada perasaan yang membuatnya begitu sakit ketika melihat Rey dan istrinya bersama. Tidak akan ada Rey dan istrinya yang bertunangan, tidak ada dirinya yang melewatkan pertumbuhan putranya. Bintang menahan semuanya sendirian. Ia ingin istrinya hanya untuknya sendiri, ia tidak ingin pria manapun menyentuh ataupun menatap istrinya. Salahkah jika dirinya egois?


Setelah mengantarkan putranya ke sekolah, Via menghubungi seseorang dan mengajaknya untuk bertemu. Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi di lain waktu.


Pagi ini di cafe pusat kota... Dua orang tengah duduk saling berhadapan.


"Rey, Aku ingin kedepannya kita tidak lagi saling bertemu. Walaupun kita bertemu tanpa sengaja, Aku ingin kita saling menghindar. Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara suamiku dan juga Moza," ucap Via menundukkan kepalanya.


Rey menatap Via dengan begitu sendu. Ia kecewa. "Tapi bukankah tidak terjadi apapun antara kita Vi, bukankah kita hanya berteman?"


Via menghela nafasnya, "ya, memang kita hanya berteman Rey. Tapi kita harus menjaga perasaan pasangan kita. Ku harap Kau mengerti Rey, mari saling menjauh untuk menjaga hati pasangan kita," ucap Via dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Rey merasa begitu sedih, gadis di depannya pernah bertahta begitu indah di hatinya. Dan sekarang rasa cintanya terasa begitu samar. Jika memang itu membuat Via bahagia dan yang terbaik untuk semuanya, Rey akan melakukannya.


Rey tersenyum menatap Via. Lalu ia menganggukkan kepalanya. "Baiklah. Aku mendoakan kebahagiaan mu Vi. Dan doakan juga kebahagiaan ku bersama dengan Moza. Kau tahu, Aku tidak pernah menyangka bahwa Aku akan mencintainya. Aku tidak ingin kehilangannya," ucap Rey membayangkan Moza dan tersenyum.


Via menganggukkan kepalanya. Ia begitu lega Rey dapat mengerti keinginannya. Ponsel Via bergetar, ia pun meraih ponselnya, terdapat notif pesan dari suaminya, dan itu membuatnya tersenyum.


'sayang, Aku merindukanmu, Kau dimana?'


Via menghela nafasnya, tidak mungkin ia mengatakan bahwa saat ini sedang di sebuah cafe bersama Rey. Itu pasti akan membuat suaminya semakin marah padanya.


'Aku juga merindukanmu Sayang, Aku berada di rumah sakit saat ini' balasnya.


Bintang menatap nanar ponselnya. Saat ini ia telah selesai meeting di cafe pusat kota. Ya, ia menyaksikan istrinya yang telah melakukan pertemuan bersama Rey. Dan itu begitu membuat hatinya sakit ketika istrinya berbohong padanya.


Via selalu mengatakan bahwa ia tidak pernah mencintai Rey. Tapi kenapa saat ini istrinya harus berbohong dan mengatakan bahwa dirinya di rumah sakit? Bintang begitu kecewa, ia berpikir Via berbohong dengan perasaannya terhadap Rey.


"Kita kembali ke kantor Bim," ucap Bintang dingin. Bimo terkejut melihat perubahan bosnya. Ia segera menuruti perintah Bintang.


Mereka segera keluar dari restoran tersebut. Bintang berada di cafe yang terletak di samping luar, jadi tidak akan terlihat dari dalam cafe tersebut.


***


Sementara Moza saat ini juga berada di depan cafe tersebut. Ia mengikuti Rey karena Rey mengatakan bahwa ada urusan dengan klien. Namun Rey melarangnya untuk ikut, dan itu membuat Moza heran, karena sebelum-sebelumnya Rey selalu membawanya ketika bertemu dengan klien manapun. Dan berakhirlah dengan Moza mengikuti Rey pergi.


Dan di sinilah Moza saat ini. Ia menangis dalam diam. Ia tidak menyangka bahwa Rey akan membohonginya untuk menemui Via. Mungkinkah karena Rey masih begitu mencintai Via, dan karena tidak ingin ada seorangpun yang mengganggunya? Moza merasakan kekecewaan yang luar biasa.


Baru kemarin ia begitu bahagia dengan pernyataan cinta dari Rey, sekarang ia harus merasakan sebuah kekecewaan yang mendalam.


Moza memberanikan dirinya untuk memasuki cafe tersebut. Ia melangkah menuju ke meja Rey dan Via.

__ADS_1


Via terkejut saat dirinya hendak beranjak dan mendapati Moza yang sudah berdiri di sana dengan air matanya.


"Moza...," ucap Via pelan, namun masih didengar oleh Rey. Sontak membuat Rey juga menoleh ke belakang.


Rey terkejut melihat Moza di sana. Ia segera menghampiri Moza.


"Sayang...,"


Moza menaruh jari telunjuknya di bibirnya pertanda dirinya ingin Rey diam. Kakinya melangkah mendekati Via yang mematung.


"Moza, ini tidak seperti yang Kau pikirkan...,"


"Aku percaya dengan ucapan mu waktu itu Vi, bahwa Kau hanya mencintai suamimu. Yang ku lihat kemarin, Aku berusaha untuk berpikir luas, namun hari ini, Rey telah berbohong, kalian telah membohongiku. Apa Kau juga berbohong kepada suamimu Vi?"


Via seketika teringat akan pesan yang ia kirim kepada suaminya bahwa dirinya saat ini berada di rumah sakit. Ya, ia berbohong.


"Kalau kalian memang tidak memiliki perasaan, mengapa kalian bertemu secara sembunyi-sembunyi seperti ini huh! Aku benar-benar kecewa kepada kalian. Terutama Kau Via. Aku membencimu...!" ucap Moza dengan air matanya. Ia begitu emosi saat ini. Kebohongan yang ia dapatkan membuatnya tak dapat mengontrol dirinya.


"Moza...! Kau harus menjaga ucapan mu!" Rey meninggikan suaranya.


Mendengar Rey membentaknya membuat Moza semakin sakit. Ia tidak berkata apa-apa dan langsung pergi dari sana. Moza segera menuju mobilnya dan pergi dari tempat itu.


"Vi, maafkan Moza, dia belum mengetahui yang sebenarnya. Aku akan menjelaskannya nanti, dia pasti akan mengerti," ucap Rey.


Via merasa sangat bersalah. Kini ia membuat salah paham ini menjadi semakin rumit.


"Tapi tidak seharusnya Kau membentak Moza, Rey. Dia tidak salah, Aku yang salah karena sudah menyuruh mu kemari," ucap Via. Ia merasa sangat bersalah kepada Moza saat ini. Dia jadi membayangkan bagaimana bila suaminya mengetahui jika dirinya dan Rey bertemu saat ini, bagaimana jika suaminya tahu bahwa dirinya mengatakan sedang berada di rumah sakit padahal saat ini dirinya sedang di cafe? Via merasa bodoh karena tidak memperhatikan semua ini.


***

__ADS_1


Maaf semuanya, sebenarnya othor pengen banget up banyak, tapi bocil lg sakit jd mohon maaf sebesar-besarnya 🙏


Kesalahpahaman mereka tidak akan lama untuk Bintang dan Via, cinta mereka kuat, yah walaupun akan ada pertengkaran kecil nanti, tapi mereka tetap akan mampu menghadapinya.


__ADS_2