Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 98


__ADS_3

Rey mengajak Moza untuk duduk di bangku taman. Moza sedikit menjauhkan diri dari Rey. Beberapa saat hening sebelum akhirnya Moza mulai berbicara. Ia menarik nafasnya panjang sebelum berkata.


"Rey...," panggilnya pelan.


"Ya."


"Bolehkah Aku bertanya sesuatu?" tanya Moza. Sebenarnya ia ragu untuk menanyakan hal ini.


"Boleh, tanyakan saja. Aku tidak ingin ada sesuatu yang mengganjal di hatimu." jawab Rey mengerti. Ia melihat raut wajah Moza penuh keraguan ketika menatapnya.


Moza menatap Rey, lalu kembali menarik nafasnya.


"Bagaimana perasaanmu terhadap Via?" tanyanya pelan.


Rey tersenyum mendengar pertanyaan dari Moza. Via adalah seseorag yang membuatnya jatuh cinta dan patah hati. Via adalah seseorag yang pernah ada di hatinya.


"Kita berteman," jawabnya. Matanya menatap Moza, dan dengan senyuman ia melanjutkan ucapannya.


"Teman yang sangat berharga." lanjutnya. Ia teringat ketika Via mengatakan bahwa mereka adalah seorang teman.


"Teman?"

__ADS_1


"Ya, teman," ucapnya menganggukkan kepalanya.


"Bolehkah Aku bertanya sekali lagi?"


"Ya, silahkan Za, Aku akan menjawab setiap pertanyaan mu." ucapnya di selingi dengan senyuman.


"Apa Kau masih mencintainya?"


"Ya," jawabnya jujur. Moza mengangguk dan langsung menundukkan kepalanya.


"Aku memang mencintainya, tapi itu dulu," lanjutnya, dan membuat Moza menatapnya.


"Jika Aku mengatakan bahwa Aku mencintaimu, apa Kau akan percaya padaku?"


"Apa maksudmu Rey?"


"Moza, Aku tahu saat ini Kau memiliki seorang kekasih. Tapi Aku tidak dapat lagi membendung segala rasa dalam hatiku untukmu. Kau begitu ragu dengan masalaluku. Tapi yakinlah bahwa Aku mencintaimu Za. Aku ingin Kau mengetahui perasaan ku. Dan inilah kenyataannya, Aku mencintaimu." ucap Rey dengan lantang. Tangannya meraih tangan Moza dan menggenggamnya hangat.


Moza terpaku. Benarkah yang ia dengar? Rey mengatakan bahwa dia mencintainya. Benarkah itu?


"Za, Aku mengatakan hal ini karena Aku tidak ingin kehilangan lagi seseorag yang ku cintai. Aku tidak ingin kehilanganmu." ucap Rey kembali.

__ADS_1


Moza menundukkan kepalanya, ia tak dapat menyembunyikan perasaan yang membuncah dalam hatinya. Rey mencintainya? Sungguh ia tak dapat mempercayainya.


"Aku, juga mencintaimu Rey..." ucapnya masih menundukkan kepalanya.


Rey pun tak dapat mempercayainya. Ia berpikir Moza mencintai aktor itu. Senyum itu tersungging di bibirnya. Namun sedetik kemudian ia mengingat bahwa saat ini Moza adalah kekasih Richie. Ia mengeratkan genggamannya.


"Tapi, bukankah Kau mencintai aktor itu Za. Lalu bagaimana dengan hubungan mu?" Rey menatapnya sendu.


Moza tersenyum menatap Rey. "Apa Kau cemburu padanya? Kami bukan pasangan kekasih Rey. Berita waktu itu sebenarnya hanya kesalahpahaman saja," ucap Moza membuat Rey terkejut. Rey terdiam sejenak.


"Jadi, Kau berbohong padaku?"


Moza terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Rey. Namun beberapa detik kemudian Rey menariknya dalam pelukannya. Seketika tawa itu terhenti, Rey terus saja membuatnya berdebar.


"Za, apakah Kau mau menjalani sebuah hubungan dengan ku. Aku ingin Kau yang menghapusnya dari hatiku. Walaupun perlahan, tapi Aku hanya ingin melaluinya bersama mu," ucap Rey menatap kedalam manik mata Moza. Mereka saling menatap satu sama lain.


Moza tahu perasaan Rey masih belum bisa sepenuhnya melupakan Via. Salahkah jika dirinya menggantikan cinta itu hingga seluruh cinta Rey akan ia dapatkan?


Moza tersenyum, ia menganggukkan kepalanya. Dan itu kembali membuatnya tertarik kedalam pelukan Rey.


"Terimakasih, Aku akan berusaha untuk menjaga cinta ini. Dan bersabarlah dalam menghadapi ku." ucap Rey. Pria itu nampak bahagia. Perlahan tangannya menarik dagu Moza, ia mendekatkan wajahnya. Melihat Moza yang memejamkan matanya membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Rey meraih bibir Moza dengan bibirnya, menyatukan sebuah rasa yang saat ini membuat jantungnya berdetak dengan kencang.


***


__ADS_2