
Sontak saja membuat Via langsung berdiri dan berkacak pinggang menatapnya.
"Kau tidak boleh pergi ke kantor! Hari ini harus istirahat di rumah!" ucap Via dengan galaknya.
"Sayang...," ucap Bintang menatap istrinya dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
"Aku tidak akan tertipu dengan wajah imut mu Sayang, jadi simpan saja." Via masih berkacak pinggang.
"Tapi Sayang, hari ini ada...," Belum selesai Bintang menyelesaikan ucapannya, Via sudah memotongnya.
"Kau ingin membantahku? Ayolah Sayang... Kau begitu pucat, Aku tidak ingin terjadi apapun dengan mu. Pokoknya hari ini suka tidak suka, Kau harus menuruti perintah ku!" ucap Via dengan sangat tegas.
Bintang mendekatinya, tangannya melingkar indah di pinggang istrinya. Ia memeluk istrinya dari belakang. "Kau jangan mencoba untuk merayuku Tuan suami!"
"Sayang..., Apa Kau tahu jika pekerjaan di kantor begitu banyak?" Bintang menaruh dagunya di pundak istrinya. "Jika hari ini Aku tidak berangkat ke kantor, maka pekerjaan ku akan semakin banyak nanti. Lusa Aku akan keluar negeri, dan Aku tidak ingin berada di sana lebih lama karena pekerjaan ku hari ini tidak ku kerjakan. Aku pasti tidak akan sanggup kalau harus lama-lama jauh darimu," ucap Bintang lembut. Ia berbicara begitu sabarnya.
__ADS_1
Yang pasti Via tidak ingin suaminya meninggalkannya di luar negeri dengan waktu yang lama. Hingga hatinya pun mulai melunak.
Via menghela nafasnya, tangannya mengusap lembut wajah suaminya.
"Sayang, kumohon padamu untuk lebih menjaga kesehatanmu. Aku akan merasakan sakit bila melihat mu sakit," sambungnya.
Bintang membalikkan tubuh istrinya dan mengecup keningnya, Menatapnya penuh dengan cinta.
"Baiklah Nyonya Bintang, Aku akan selalu baik-baik saja." ucap Bintang lembut.
Bintang mulai berkutat dengan pekerjaannya. Sementara Bimo bernafas lega karena hari ini bosnya tidak mengatainya bau seperti biasanya. Karena tadi yang kena sasarannya bukan lagi dirinya, melainkan beberapa karyawan lainnya. Dan mengharuskan mereka untuk kembali mandi seperti dirinya beberapa waktu lalu.
Via dan Rey duduk berhadapan, tatapan mereka bertemu.
"Za, bukankah sebelumnya Aku sudah mengatakan bahwa Aku mencintaimu. Aku begitu kecewa padamu Za, Kau seharusnya tidak berkata seperti itu kepada Via. Apa Kau tidak percaya dengan ku Za." Rey menatap Moza dengan tatapan kecewanya.
__ADS_1
Moza tak percaya dengan Rey ucapkan saat ini. Seharusnya Rey membujuknya, seharusnya Rey membelanya. Hatinya terasa begitu sakit. Ia mengakui dirinya salah yang langsung berkata kasar kepada Via. Rey sudah menjelaskan semuanya, bahwa Via mengajaknya bertemu untuk menyuruh Rey menjauhinya.
Namun ini adalah tentang perasaan Rey yang masih belum bisa sepenuhnya melupakan Via. Ini tentang Rey yang belum sepenuhnya mencintai dirinya. Salahkah Moza merasakan cemburu?
Walaupun Via tidak mencintai Rey, tapi perasaan Rey masih ada untuk Via. Rey menyuruhnya untuk bersabar, tapi sampai kapan dirinya harus bersabar untuk sepenuhnya mendapatkan cinta kekasihnya?
Moza hanya menunduk, rasa kecewa kepada kekasihnya dan rasa bersalah kepada Via membuatnya tak mampu membuat bibirnya mengatakan sepatah kata pun.
"Perasaan ini masih samar untuknya Za, Aku berharap Kaulah yang akan menghapus perasaan ku padanya. Tapi Aku begitu kecewa padamu. Seharusnya Kau tidak berkata seperti itu kepada orang lain. Kau adalah gadis yang berpikiran luas seharusnya Kau mencari tahu terlebih dahulu." ucap Rey kemudian. Ia mengenal Moza bukanlah gadis yang bar-bar seperti ini. Dan saat ini ia begitu kecewa dengan kekasihnya itu.
Rey menghela nafasnya sejenak. "Sepertinya kita harus break untuk saat ini Za, Aku ingin kita sama-sama berpikir ulang tentang kedepannya." ucap Rey pelan.
Sontak membuat Moza langsung menatap kearahnya. Moza kecewa, sangat kecewa. Seharusnya Rey mendengar dahulu tentang isi hatinya, tapi Rey telah memutuskan terlebih dahulu. Moza memejamkan matanya sejenak.
"Jadi Kau menginginkan ini Rey? Baiklah, mulai saat ini kita harus sama-sama berpikir ulang tentang hubungan kita kedepannya. Apa Kau tahu? Kau hanya berkata menurut hatimu saja, Kau tidak bertanya bagaimana dengan hatiku. Tapi jika ini yang Kau inginkan maka Aku akan menerimanya." ucap Moza menahan kecewanya. Lalu ia segera berdiri dan meninggalkan Rey di tempatnya.
__ADS_1
Rey sejenak memejamkan matanya. Apakah dirinya salah? Ia hanya ingin Moza selalu berpikir positif. Ia tidak ingin membuat Moza menjadi gadis yang kasar dan bar-bar. Salah kah dirinya?
***