Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 113


__ADS_3

"Jadi Kau sungguh pacaran dengan aktor itu Za?" tanya Dea ingin tahu. Mereka telah menikmati secangkir kopi sebelum berangkat ke kantor. Dea mengikuti gosip pagi ini.


Moza langsung mengangkat wajahnya menatap Dea.


"Itu hanya gosip, De," ucap Moza segera. Ia kembali menyeruput secangkir kopi miliknya.


"Tapi kalian cocok loh, dia aktor yang sangat keren," ucap Dea membayangkan Richie. Namun ia kembali menatap Moza.


"Lalu, bagaimana hubungan mu dengan Rey? Kenapa beberapa hari ini kalian tidak terlihat bersama Za? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Dea.


"Aku dan Richie hanya teman De, jangan berpikir macam-macam. Dan untuk hubungan ku dengan Rey, Kau tahu sendiri kan. Sepertinya dia tidak akan pernah bisa melupakan masa lalunya. Mungkin Aku dan dia tidak akan pernah bisa berhasil De. Lagipula dia juga minta break," ucap Moza.


"Apa...?" Dea begitu terkejut. Ia hampir mengeluarkan bola matanya saking terkejutnya. "Bagaimana kalian bisa break?"


Moza menatap Dea jengah. "Bukankah Aku sudah menjelaskan alasannya tadi De."


"Okey, kalau begitu Kau harus membuat Rey sadar bahwa dia sebenarnya mencintaimu. Pepet terus aktor tampan itu. Aku yakin Rey pasti akan kebakaran jenggot bila melihat berita pagi ini hahaha sukurin tuh si Rey," tandas Dea. Ia begitu kesal dengan bosnya yang bertindak bodoh kepada sahabatnya.


"Udah lah De, jangan membahas tentang mereka." tukas Moza. Ia segera berdiri.


"Mau kemana?" tanya Dea.


"Ke pantai...," jawab Moza asal. Ia segera melangkah keluar dari cafe tersebut.


"Serius? Aku ikut dong Za," ujar Dea.

__ADS_1


***


Rey menahan panas hatinya ketika melihat berita pagi ini. Rasanya seperti Dejavu. Moza pernah di gosip kan dengan Richie. Dan sekarang ia melihat secara nyata foto-foto Moza yang tertawa lepas bersama aktor itu.


Ia cemburu. Ya, sangat cemburu. Namun sebisa mungkin ia meredam rasa cemburunya. Rey menghela nafasnya perlahan.


Cklek... Pintu terbuka dan menampilkan sosok gadis yang membuat hatinya begitu berantakan pagi ini.


"Selamat pagi Tuan," ucap Moza tersenyum. Rey tak menjawabnya,ia hanya mengangguk.


Moza segera membacakan jadwal Rey hari ini. Namun Rey menghentikannya.


"Duduklah Za, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu," potong Rey di saat Moza membacakan jadwalnya. Moza mengangguk dan langsung duduk menurutinya.


Rey menatap Moza dengan tatapan yang sulit di artikan, sontak membuat Moza membuang muka. Rey begitu sedih melihatnya. Bukankah ini adalah keputusannya? Ia hanya tidak ingin Moza menjadi gadis yang pencemburu. Namun itu malah berbalik padanya.


Rey meraih tangan Moza dan menggenggamnya hangat. Moza menatap Rey nanar, perlahan ia melepaskan genggaman itu.


Rey menatapnya begitu sendu. Ia kecewa Moza melepaskan genggaman tangannya. Apakah ia akan kehilangan gadisnya? Apakah ia akan kehilangan cintanya?


"Za, apakah gosip itu benar? Apakah semalam Kau bersama dengan aktor itu?" Tanya Rey. Moza terdiam, ia berharap Moza menggeleng.


"Apakah Kau mencintainya?" tanya Rey sekali lagi. Moza mendongak menatap Rey.


"Apakah Aku harus berulangkali untuk mengatakan isi hati ku? Aku lelah Rey," Moza menatap kecewa Rey.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Za...," ucapnya sendu. Rey menatap dalam kearah Moza.


"Kau bilang Kau mencintai ku? Lalu bagaimana dengan masalalumu?" Moza menatap nanar pria di depannya.


"Za, bukankah Aku sudah mengatakan, Aku sedang berusaha untuk melepaskan sisa perasaan ku padanya. Dan Aku berharap Kau lah yang mengobati hatiku hingga perasaan ini seluruhnya hanya akan menjadi milikmu. Ku mohon tunggulah sebentar lagi Za." ucap Rey dengan tatapan memohon.


Moza tersenyum kecut mendengar ucapan Rey. Selalu saja seperti ini. Sampai kapan ia harus menunggu perasaan Rey hanya akan menjadi miliknya?


"Kau menyuruhku untuk menunggu cintamu sepenuhnya hanya untukku. Tapi sampai kapan Rey? Kau sendiri tidak mengetahuinya sampai kapan kan? Selama ini Kau selalu saja memikirkan tentang hatimu, tapi apa Kau pernah sekali saja memikirkan tentang hatiku? Aku selalu menahan perih disaat Kau bertemu dengannya, tatapan mu padanya, kebohongan mu ketika menemuinya di belakangku. Apakah Kau pernah memikirkan tentang hal itu Rey, Kau tidak pernah memikirkan betapa sakitnya hatiku," ucap Moza menitihkan air matanya. Rey terdiam. Ia menelaah setiap kata yang Moza ucapkan padanya. Ya, ia memang tidak pernah memikirkan apa yang Moza rasakan selama ini.


Dirinya saja begitu marah, kesal dan sakit melihat gosip pagi ini tentang Moza dan Richie. Lalu bagaimana dengan perasaan Moza yang dengan sabarnya menghadapinya? Rey diliputi oleh rasa bersalah.


Moza beranjak berdiri. "Sudahlah Rey, keputusan mu memang tidak salah. Kita memang seharusnya tidak menjalani sebuah hubungan di mana Kau masih berjalan di dalam masa lalu mu." ucap Moza dengan menahan sesak di dadanya. Lalu ia mulai melangkah untuk keluar dari ruangan Resya.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku Za, apakah Kau mencintainya?...,"


Moza menghentikan langkahnya. "Dia adalah pria yang baik, dan dia tidak berjalan dalam masalalunya. Mungkin Aku akan mempertimbangkan dirinya," ucap Moza ambigu. Lalu ia segera keluar dari ruangan Rey.


Rey memejamkan matanya. Ia tidak ingin kehilangan Moza. Ia mencintai gadis itu. Ia menatap punggung Moza yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya.


"Aku mencintaimu Za, dan Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Aku memang sangat salah membuat keputusan ini. Maafkan Aku yang selalu menyakiti mu. Aku berjanji akan melepaskan masalaluku sepenuhnya hanya untukku mu Za. Kau adalah masa depan ku." ucap Rey dengan begitu mantap.


Karena keputusannya, sekali lagi, Rey harus berjuang keras untuk mendapatkan gadisnya.


Rey menyesal. Seharusnya saat ini ia dan Moza begitu bahagia. Namun karena keputusannya, Moza malah menjauhi dan menghindarinya. Karena keegoisannya, Moza begitu kecewa kepadanya. Dan kini ia harus melihat Moza menitihkan air matanya.

__ADS_1


Moza masih berada di balik pintu ruangan Rey. Ia menahan sesak di dadanya. Moza mencintai Rey, namun mencintai Rey begitu menyakitkan untuknya. Cinta Rey itu sungguh sulit untuk ia gapai. Salahkah jika ia menyerah?


***


__ADS_2