Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 63


__ADS_3

Mobil Bintang berhenti di halaman rumah Via. Putranya tengah tertidur pulas saat ini. Bintang menatap wajah putranya dengan senyuman. Hari ini ia begitu bahagia karena menghabiskan waktu bersama Er. Seharian ia menonaktifkan ponselnya. Ia tidak ingin siapapun mengganggu kebersamaannya dengan putranya.


Tatapan Bintang berubah menjadi sendu. Seandainya ia tidak menyakiti Via, mungkin kini ia akan dapat bersama putranya setiap hari. Mereka akan pasti sudah menjadi keluarga yang bahagia saat ini. Namun semuanya telah terjadi. Ia sudah menyakiti istrinya, dan mungkin ini adalah karma yang ia dapatkan.


Via mengatakan tidak bahagia bila bersama dirinya. Dan ia tidak ingin memaksanya bila Via tidak bahagia bersamanya. Bintang akan menjauh, bila dengan itu Via bisa bahagia, ia akan melakukannya.


Bintang yakin saat ini Via pasti sudah jatuh cinta kepada Resya. Resya adalah pria yang sangat baik menurutnya, berbeda dengan dirinya yang selalu menyakiti Via. Dia akan berusaha untuk mengikhlaskan istrinya dan putranya bersama Resya.


Bintang memutuskan untuk kembali ke Indonesia tanpa cintanya dan putranya. Dia akan berdamai dengan hatinya.


"Nak, maafkan Daddy. Mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu. Daddy sangat menyayangi mu." Bintang memeluk tubuh putranya. Ia kembali menitihkan air matanya. Ditinggalkan cintanya membuatnya menjadikan Bintang menjadi pria yang begitu cengeng.


Setelah merasakan hatinya sedikit tenang, Bintang segera menggendong tubuh putranya. Ia berjalan menuju pintu masuk rumah Via.


Namun di sana sudah ada Via dan Resya, dan satu lagi seorang wanita tua, Bintang yakin dia adalah neneknya Via.


Via langsung menghampiri Bintang sebelum sampai di depan rumah. Ia mengambil putranya dari gendongan Bintang. Via takut Bintang akan mengambil putranya darinya.


"Er, Sayang. Kau tidak apa-apa kan nak?" Via begitu cemas, ia terus saja mengecupi kepala putranya.

__ADS_1


"Er hanya sedang tertidur Vi," ucap Bintang karena melihat kecemasan di wajah istrinya.


"Diam kau!" ucap Via ketus. "Kemana Kau membawa putraku?! Seharusnya Kau tidak melakukan hal seperti ini. Apa Kau tahu betapa cemasnya Aku karena Er tidak ada di sekolahnya?!"


Bintang merasa bersalah, namun bila Ia tak melakukan hal ini. Pasti Via tidak akan pernah mengizinkannya untuk bersama dengan putranya.


"Maaf." Hanya itu kata yang keluar dari bibir Bintang.


Nenek Mia dan Rey terlihat menghampiri mereka. Rey mengambil alih untuk menggendong Er dari Via.


"Biarkan Aku membawanya ke kamarnya, Via," bujuk Rey. Via mengangguk dan memberikan putranya kepada Rey.


"Sebaiknya kita bicarakan semuanya di dalam. Sekarang ayo kita masuk," ucap nenek dan langsung berjalan masuk kedalam rumah.


Bintang menatap wajah istrinya yang saat ini terlihat begitu marah. Bintang berusaha menggapai tangan Via.


"Via...,"


Namun Via segera menepisnya dan langsung berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan Bintang. Bintang menghela nafasnya, lalu ia segera mengikuti Via memasuki rumahnya.

__ADS_1


Kini mereka semua duduk di ruang tamu. Rey juga duduk di samping Via setelah menidurkan Er di kamarnya.


Nenek Mia menatap Bintang dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Jadi Kau adalah suami cucuku?"


Bintang menatap nenek Mia, dan ia pun menganggukkan kepalanya.


"Iya Nek."


"Jangan memanggilku nenek, karena Aku bukan nenekmu. Kau sudah menyakiti cucuku selama ini. Dan Aku ingin Kau segera menceraikan cucuku karena sebentar lagi cucuku akan menikah dengan tunangannya, Resya." ucap nenek Mia begitu jelas.


Rasanya begitu sakit. Bintang hanya mampu memejamkan matanya mendengar ucapan dari neneknya Via. Bintang ingin memperjuangkan istrinya, namun bila istrinya tidak ingin di perjuangkan, dia bisa apa.


Bintang sangat mencintai Via, namun sepertinya saat ini hanya dirinya saja yang memiliki cinta itu.


Bintang ingin istrinya bahagia, walaupun itu tidak bersamanya. Jadi ia akan mengabulkan perceraian itu. Ia akan kembali ke Indonesia tanpa cintanya dan tanpa putranya.


Sakit, hanya satu kata itu yang Bintang rasakan saat ini.

__ADS_1


***


__ADS_2