Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 70


__ADS_3

Bintang merasa sangat bahagia saat ini. Cintanya telah kembali padanya. Sedari tadi ia terus saja menatap wajah tidur Via yang ada di sampingnya. Pria itu memaksa Via agar tidur di ranjang pasien miliknya.


Walaupun begitu sempit, nyatanya malah membuatnya begitu bahagia. Karena Bintang dapat terus memeluk tubuh Via dengan erat. Bintang mengecup kening Via berkali-kali. Dan sontak saja membuat sang empunya terbangun dari tidurnya.


"Aku mencintaimu," ucap Bintang dengan senyumnya.


"Aku tahu," ucap Via dengan suara seraknya. Via sangat mengantuk pagi itu. Semalaman ia tidak tidur sama sekali. Dan setelah Rey meninggalkan ruangan itu, Bintang memaksanya untuk naik ke atas bersamanya.


"Ayo kita lakukan...," Mata Bintang naik turun.


"Melakukan apa?" Via sungguh tidak mengerti dengan ucapan Bintang, Ia menatap Bintang dengan polosnya.


"Membuat adik untuk Er," ucap Bintang tertawa menggoda istrinya.


Via tersipu, lalu ia mencubit pelan lengan suaminya. "Ah, sakit lho, Sayang..." Bintang berpura-pura kesakitan.


"Mana yang sakit, sini Aku tambahin lagi." Via menggoda Bintang, tangannya berpura-pura mau mencubit Bintang kembali.

__ADS_1


Dan... Hap... Bintang menangkap tubuh Via kedalam pelukannya, lalu ia tersenyum penuh arti menatap wajah cantik istrinya. Bintang semakin mendekatkan wajahnya.


"K-kau mau a-apa, Bi?"


"Aku sangat merindukanmu...," ucapnya begitu tulus. Bintang memeluk tubuh istrinya begitu dalam. Ia masih tidak percaya Via ada dalam pelukannya. Istrinya benar-benar kembali padanya.


Bintang menatap Via dengan perasaan rindu dan cinta yang membuncah dalam hatinya. Bintang menunduk untuk mencium bibir istrinya.


Kali ini tidak ada penolakan. Rindu itu begitu menderu-deru di hati keduanya. Rindu itu membuat pertemuan kali ini menjadi begitu berharga dan begitu indah. Keduanya saling membalas ciuman.


Dengan lembut, Bintang menghujani Via ciuman penuh cinta dan hati yang merindu. Keduanya tenggelam dalam sebuah lautan cinta yang begitu dalam.


Bintang kembali menghujaninya dengan ciuman. Namun kali ini dengan nafasnya yang terdengar begitu memburu. Tangannya pelan, namun begitu pasti menelusuri setiap lekuk tubuh istrinya.


"Sayang...," Via memeluknya, beberapa saat kemudian Via mendorong tubuh Bintang pelan. Via segera berdiri dan menarik selimut yang ada di ranjang untuk menutupi tubuhnya.


"Aku sedang palang merah, Sayang. Via kemudian meraih pakaian atasnya dan berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


"A-apa...? Ah, siaal! Aku harus menunggunya lagi...." Bintang berkata dengan kesal. Sedari tadi ia sudah menahan sesuatu dalam dirinya.


Bintang terus saja bergumam. Ia masih berusaha meredam sesuatu yang terpancing dalam dirinya.


Hingga ia terkejut ketika pintu itu tiba-tiba terbuka sempurna dan menampakkan sesosok wanita tua.


"Nenek...," Bintang terkejut, ia menelan ludahnya kasar.


"Bagaimana dengan kondisi mu?" tanya nenek Mia dengan wajah yang nampak begitu garang.


"Sudah membaik, Nek." ucapnya segan.


"Dimana cucuku? Kenapa Aku tidak melihatnya di sini? Ada yang ingin ku bicarakan kepada kalian berdua...."


"Nenek...," Via terkejut ketika keluar dari kamar mandi dan melihat neneknya di sana.


"Duduklah, nenek ingin berbicara dengan kalian berdua." Nenek Mia berkata dengan begitu tegasnya. Membuat Via dan Bintang menelan ludahnya.

__ADS_1


Banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Via dan Bintang. Mungkinkah nenek Mia akan menentang mereka, ataukah nenek Mia marah ketika mengetahui hubungannya dengan Resya berakhir.


***


__ADS_2