
Jika saat ini Bintang tengah berbahagia dengan berita kehamilan sang istri, berbeda dengan Rey. Saat ini Rey sedang menyesali keputusannya.
Setelah berita pagi ini yang meledak. Kantornya langsung di banjiri oleh awak media yang mengetahui bahwa Moza bekerja di sana.
Sementara karyawan lainnya ikut heboh. Ada yang mencibir Moza karena terlalu ganjen sudah menggoda bos dan Richie sang aktor.
Namun Moza tidak ambil pusing dengan perkataan karyawan yang tidak menyukainya. Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia bisa keluar dan pulang dari banyaknya awak media yang berada di gerbang kantor.
Ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelponnya, Moza segera mengangkat panggilan tersebut.
"Hai Baby, Kau dimana?"
"Sudah ku bilang jangan memanggilku Baby. Aku sedang terjebak," ucap Moza.
"Ya, Aku tahu," ucap Richie dari seberang telepon.
"Kau tahu? Darimana Kau tahu?"
"Aku berada tak jauh dari kantor mu. Banyak sekali wartawan di gerbang kantor mu. Aku akan membantumu keluar dari sana," ucap Richie.
"Bagaimana Aku bisa keluar kalau di depan banyak wartawan? Apa Kau mau mengerjai ku Rich?" ucap Moza kesal.
"Tidak ada jalan lain selain lewat belakang kantor," jawab Richie. Mendengar hal itu membuat Moza membelalakkan matanya.
"Belakang kantor?" tanya Moza tidak begitu yakin.
"Ya, Aku menunggumu di sana," ucap Richie dan langsung memutuskan panggilan tersebut.
Moza ragu untuk pergi ke belakang kantor. Ia mengajak Dea untuk menemaninya.
"Dea, tolongin dong," ucap Moza memohon.
"Tolong apa?" ucap Dea yang mulai membereskan mejanya dan bersiap untuk pulang.
"Di depan banyak wartawan. Aku tidak ingin bertemu dengan mereka. Please temani Aku lewat belakang kantor ya. Richie menungguku di sana," ucap Moza di buat semanis mungkin.
__ADS_1
Mendengar nama Richie membuat Dea langsung tersenyum menatap Moza. "Richie? Aaaaa... Aku mau dong Za di kenalin sama dia. Aku ngefans banget sama dia." pinta Dea.
Moza hanya menggelengkan kepalanya. "Oke, tapi temani Aku dulu."
"Siap Bu bos cantik," Dea menjawab dengan semangat.
Sampai di belakang kantor, ada pintu yang menghubungkan menuju pintu keluar. Mereka melewati pintu tersebut. Dan benar saja, disana ada mobil hitam yang terparkir di tepi jalan.
Moza melihat sosok pria yang memakai masker yang keluar dari mobil dan menghampirinya.
"Hai Baby, ucapanku tidak salah kan. Disini aman dari para wartawan itu," ucap pria tersebut.
"Kau Richard? Sungguh Kau Richard? Aaaa... Bolehkah Aku meminta fotomu, ah tidak, Aku ingin foto berdua denganmu," ucap Dea begitu girang.
Moza menepuk keningnya sendiri. Ia begitu malu dengan sikap Dea saat ini.
"De, jangan membuat ku malu," bisik Moza.
"Dia siapa?" tanya Richie menunjuk Dea.
Richie mengangguk-angguk, lalu ia tersenyum manis menatap Dea. Sementara Dea hampir pingsan ketika melihat senyuman Richie.
"Kenalkan, Aku Dea." Dea mengulurkan tangannya.
"Kau sudah mengenalku kan manis. Karena Kau teman Moza, baiklah, kita akan berfoto bersama. Tapi tidak di sini, karena tidak akan aman," ucap Richie mengedipkan sebelah matanya.
Sungguh rasanya Dea ingin meleleh saat ini juga. Ia merasa sangat beruntung bisa berteman dengan Moza. Dan sekarang ia menjadi bisa bertemu dengan aktor idolanya dan para gadis-gadis.
"Baiklah, Aku akan mengikuti kaki mu melangkah. Asalkan itu berada di dekatmu," ucap Dea. Sungguh ia terhipnotis oleh ketampanan Richie.
Moza menatap jengah kearah Dea. Sementara Richie terbahak mendengar celotehan Dea yang menurutnya begitu lucu.
"Kalian masuklah ke mobilku, Aku akan mengantarkan kemanapun kalian akan pergi," ucap Richie.
"Benarkah? Baiklah kalau Kau memaksa," ucap Dea dan langsung memasuki mobil Richie.
__ADS_1
"Maafkan temanku. Kau tahu? Dia begitu mirip denganmu," ucap Moza dan langsung menyusul Dea.
***
"Kalian mau kemana?" tanya Richie ketika mulai menjalankan mobilnya.
"Ke suatu tempat yang tenang," ucap Moza di angguki cepat oleh Dea.
"Maafkan Aku Za, semua kekacauan ini karena ku. Aku berjanji akan menghilangkan gosip ini dengan cepat. Yah walaupun Aku begitu berharap bahwa gosip ini akan menjadi kenyataan," ucap Richie. Dan mendapatkan tatapan tajam dari Moza.
"Kau harus mengalahkan pak bos dulu, baru setelah itu bisa mendapatkan hati temanku ini, Rich," celetuk Dea. Dan kini juga mendapat tatapan tajam dari Moza.
"Pak bos?" tanya Richie.
"Jangan dengarkan ucapannya!" Moza berkata dengan kesal.
***
Sementara itu, Rey menghubungi ponsel Moza untuk mengajaknya pulang. Ia tahu pasti Moza pasti bingung untuk pulang, karena banyak awak media di depan gerbang kantornya.
Karena tidak ada jawaban pada ponsel Moza, Rey menghubungi Dea untuk bertanya apakah saat ini Moza bersamanya.
'Apa Kau saat ini bersama dengan Moza, Dea?' tulisnya pada pesanya.
Dan tak berapa lama kemudian balasan pesan dari Dea muncul pada notifi pesannya.
'Ya pak Bos, dan Kau kalah cepat. Saat ini Moza sedang bersama aktor tampan itu. Kami akan bersenang-senang saat ini. Jika Kau ingin mempertahankan cinta mu maka Kau harus berusaha keras' balas Dea.
'Berikan lokasimu saat ini!'
'Oke, tapi kali ini jangan mengecewakan Moza lagi. Karena untuk selanjutnya jika Kau sampai mengecewakan Moza, maka Aku akan berusaha untuk menjodohkannya dengan aktor tampan itu' ancam Dea dalam pesannya.
Setelah mendapatkan lokasi Moza saat ini, Rey segera menuju mobilnya dan akan menyusul Moza.
***
__ADS_1