Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 89


__ADS_3

Rey meladeni berfoto bersama dengan beberapa wanita tersebut. Setelahnya ia kembali memutar matanya mencari sosok sahabatnya yang belum ia temukan.


Dan... ketemu. Moza sedang berdiri di antara para petinggi perusahaan besar. Ia dengan anggun tersenyum dan memberi salam kepada mereka semua. Moza bertukar kata kepada para petinggi beberapa perusahaan tersebut.


Rey masih memperhatikannya dari kejauhan. Saat ini Moza nampak begitu berbeda. Ia tidak seperti Moza yang ia kenal selama ini. Malam ini... Moza nampak begitu cantik dan anggun. Rey tidak menghampirinya dan hanya memperhatikannya dari kejauhan.


"Hai, sayangku...," Seseorang terlihat sedang merangkul pundak Moza.


Moza menghentikan langkahnya dan menyingkirkan tangan seseorang tersebut. Dia adalah Feng, teman Moza waktu masih kuliah dulu. Dia adalah pria yang selalu mengejar Moza. Moza tidak menyangka akan bertemu di sini.


"Singkirkan tanganmu Feng...," Moza menatapnya dengan tajam.


"Ampun... cantik," Feng segera menyingkirkan tangannya dari pundak Moza dengan tawa kecil.


"Kau sendirian, dimana teman cerewet mu itu? Kau tidak bersamanya? Bagus, karena kita sama-sama sendirian, bagaimana kalau kita menikmati pesta malam ini bersama?"


"Dia bersamaku," sebuah suara mengagetkan keduanya. Moza dan Feng langsung menoleh ke arah suara. Mereka terkejut.


"Tuan Resya."

__ADS_1


"Resya." ucap mereka hampir bersamaan.


Feng begitu segan, Rey adalah pemilik perusahaan yang sangat besar. Sementara dirinya hanya pemilik sebuah perusahaan kecil.


"Maafkan Aku Tuan Rey, Aku tidak tahu bahwa Moza datang bersama mu," ucap Feng begitu segan, ia pun segera segera menjauh dari Rey dan Moza.


"Apa Kau datang sendirian?" tanya Rey setelah Feng menjauh.


"Aku datang dengan Dea." jawab Moza. Setelah itu ponselnya bergetar.


'Aku pulang duluan Za, perutku sakit. Oh iya, Aku membawa mobilmu. Kau pulanglah dengan pria yang berdiri di depanmu nanti' isi pesannya.


'Sial, Kau pasti sengaja kan? Lihat saja nanti Aku akan mencincang mu!' ancam Moza.


"Ada apa?"


"Tidak apa-apa, hanya pesan dari teman," ucap Moza tersenyum.


"Kau datang dengan siapa?" Sekarang Moza yang bertanya.

__ADS_1


Mereka sering bertemu, namun entah mengapa malam ini mereka nampak begitu canggung satu sama lain.


"Tadinya Aku datang sendiri, tapi sekarang Aku bersamamu," ucap Rey.


Wajah Moza seketika langsung bersemu merah. Ia segera memalingkan wajahnya, namun tetap saja membuatnya tersenyum merona.


"Apa Kau sudah mencoba cake yang di hidangkan?" tanya Rey dan disambut gelengan kepala dari Moza. "Kalau begitu ayo, setelah itu kita menemui Bintang," Ajak Rey. Moza dengan canggung mengikutinya dari belakang.


Beberapa jam kemudian, mereka juga menemui Bintang dan Via.


"Selamat Bi atas kesuksesan perusahaan mu. Aku turut bahagia," ucap Rey tulus. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Via.


"Hai Vi,"sapa Rey. Keduanya merasa sangat canggung. Via menatap suaminya sekilas. Bintang tersenyum membalas tatapan Via dengan hangat. Via begitu khawatir bila suaminya cemburu, tapi melihat tatapan hangat Bintang membuatnya yakin bahwa suaminya percaya padanya.


"Hai Rey, terimakasih sudah datang." ucapnya, Rey hanya tersenyum. Lalu pandangan Via tertuju pada gadis di belakang Rey. Ia mengenal gadis itu. Lalu senyumnya merekah.


"Kalian datang bersama?" tanya Via menatap Rey dan Moza.


"Ah, tidak... Kami tadi...,"

__ADS_1


"Kami datang bersama," ucap Rey memotong ucapan Moza. Dan itu membuat Moza membelalakkan matanya. Ia tahu Rey masih memiliki sebuah rasa kepada Via.


***


__ADS_2