Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 116


__ADS_3

Moza menyusuri tepi pantai tanpa mengenakan alas kaki. Ia membuat jejak kakinya di atas pasir. Lalu ia tersenyum, ia mulai duduk dan menuliskan sebuah nama di atas pasir itu. Namun sayangnya ombak telah menghapusnya.


Mungkinkah ia juga harus menghapus cintanya seperti ombak menghapus nama yang ia tulis di atas pasir? Haruskah ia melepaskan cintanya? Haruskah ia menyerah?


Moza tersenyum menatap langit senja. Beberapa saat lagi sunset akan nampak terlihat. Ia menantikan pemandangan indah tersebut.


Dulu seseorag telah berjanji padanya untuk mengajaknya melihat sunset dengan tangan yang saling menggenggam. Tapi mungkin seseorag itu telah melupakannya.


"Apa Kau begitu mencintainya Za?" tanya Richie yang tiba-tiba berada di belakangnya.


Sedari tadi Richie terus saja memperhatikan Moza yang terlihat begitu sendu, menatap sang ombak dan langit berwarna jingga itu. Ia tahu Moza sedang memikirkan seseorang, namun orang itu bukanlah dirinya. Dea telah menceritakan semuanya tentang Moza. Tentang cinta Moza yang tak pernah tergapai.


Seandainya dirinya adalah pria yang dicintainya, maka Richie akan merasa sangat bahagia saat ini. Namun sekeras apapun ia memaksakan sebuah cinta dari Moza, Richie tidak akan pernah mendapatkannya.


Moza terkejut mendengar suara Richie yang tiba-tiba saja berada di belakangnya. Dia tak mampu berkata, Moza hanya tersenyum menanggapi ucapan Richie.


"Bisakah Kau memberikan ku sebuah cinta yang Kau rasakan padanya? Aku akan menjadi pria yang sangat bahagia Za. Aku rela menukar cinta itu dengan profesiku saat ini. Aku ingin membawamu pergi jauh agar hanya akan ada kita. Aku dan kamu. Tapi sayangnya Aku bukanlah pria yang beruntung itu." Richie tersenyum kecut. Namun Ia juga tidak ingin melihat sebuah kesedihan yang terlihat jelas di wajah Moza.


"Maafkan Aku, jika Aku menerima cintamu hanya untuk melupakan dia, itu hanya akan menyakitimu Rich. Kau tahu bagaimana rasanya jika kita mencintai pria yang belum lepas dari masalalunya? Itu sangat sakit, dan Aku tidak ingin menyakitimu. Kau adalah pria yang baik, dan Kau pantas mendapatkan gadis yang baik, yang mencintaimu setulus hati," ucap Moza tersenyum lembut menatap Richie.


"Jangan menatap ku seperti itu Za, atau Aku akan menculik mu nanti," kelakar Richie. Sejujurnya hatinya tak mampu untuk melihat tatapan Moza, karena ia pasti tidak akan menyerah untuk mendapatkan gadis di depannya.


Moza kembali tersenyum, lalu ia menatap ke depan. "Menurutku Kau cocok dengan Dea. Kalian sama-sama lebay," ucap Moza terkekeh.


"Aku lebay karena profesiku Za, dan untuk temanmu Dea, dia cukup imut." Richie tertawa. "Tapi sayangnya hati ini telah memilih mu. Namun akan ku pikirkan lagi tentang temanmu itu. Sepertinya dia cukup menarik," kelakar Richie. Ia berkata seperti itu untuk menutupi patah hatinya.


"Lihatlah, matahari sebentar lagi akan bersembunyi, sepertinya ini akan menjadi sunset yang indah, karena bisa ku nikmati bersama mu," ucap Richie.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Moza dari belakang dan membawanya berlari pergi dari sana.


Richie terkejut, ia menatap seorang pria menarik Moza dari sana. Keduanya semakin menjauh dan mulai menghilang dari pandangannya.


"Dor...! Jangan melamun, nanti kesambet," ucap Dea mengagetkan Richie.


Richie menoleh ke belakang. "Kau melihatnya? Seseorang telah menculik Moza."


"Sudahlah, mereka membutuhkan waktu berdua untuk saling berbicara dari hati." ucap Dea. Lalu ia mendudukkan dirinya di atas pasir dan menatap matahari yang hendak bersembunyi.


"Apakah pria itu...,"


"Ya, dia adalah pak Bos."


Richie merasa kecewa. Lalu ia duduk di samping Dea.


***


"Lepaskan Aku Rey...!" Moza berusaha melepaskan pegangan tangan Rey.


"Aku tidak akan pernah melepaskannya, sekalipun Kau terus meronta dan memintanya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ucap Rey. Lalu ia menarik Moza kedalam pelukannya.


Moza berusaha untuk melepaskan pelukan Rey. Moza tidak menyangka kenapa Rey bisa berada di sana. Ia ingin menenangkan hatinya, namun pria itu terus saja muncul.


"Lepaskan Aku Rey, kumohon. Tolong jangan mempersulit keadaan!"


"Moza, maafkan Aku, Aku salah. Aku tidak pernah memikirkan tentang hatimu. Aku tidak ingin kehilanganmu Za. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Rey memeluk erat tubuh Moza. Ia sungguh sangat ketakutan jika Moza meninggalkannya dan menerima cinta aktor itu.

__ADS_1


"Tapi Aku sudah tidak mencintaimu lagi Rey. Aku bukanlah Moza yang dulu, yang selalu menunggu cinta darimu. Yang rela menahan sakit saat Kau menatap wanita lain dengan cinta. Aku bukanlah Moza yang seperti itu lagi, Rey. Kumohon lepaskan Aku, Kau tidak perlu mengatakan cinta padaku jika seluruh hatimu bukan sepenuhnya untuk ku," ucap Moza. Air matanya mulai menetes. Hatinya kembali sakit saat mengingat tatapan Rey kepada Via, saat mengingat kebohongan Rey hanya untuk menemui Via.


"Tidak Za, Kau tidak boleh berhenti mencintai ku. Aku sangat mencintaimu, Aku sangat membutuhkan mu. Maafkan Aku, Aku salah karena tidak menyadari perasaan ku yang sesungguhnya padamu. Maafkan Aku Za, sekarang Aku sudah yakin bahwa hati ini sangat membutuhkan mu, dan hati ini sangat mencintaimu. Dari dulu, dari kita masih kecil aku sudah mencintaimu. Aku telah salah mengartikan perasaan ku pada Via. Aku hanya mengaguminya. Dan perasaan ini semakin kuat dan jelas kurasakan ketika Kau menjauh dari ku Za. Kumohon Za, maafkan Aku. Aku ingin Kau kembali padaku, mencintaiku dan menemani ku seumur hidup ku. Kita akan menua bersama dan membesarkan anak-anak kita," ucap Rey. Ia hampir putus asa saat Moza mengatakan tidak lagi mencintainya.


Moza memejamkan matanya sejenak. Benarkah yang Rey katakan? Ada jutaan rasa ragu dalam hatinya. Namun sampai saat ini pria inilah yang masih bertahta dalam hatinya.


"Bisakah Aku memegang kata-kata mu Rey? Jika sekali lagi Kau mengecewakan ku, maka Aku tidak akan pernah kembali lagi padamu sekalipun Kau memohon dan memintanya," ucap Moza. Ia tak kuasa menahan air matanya.


"Aku berjanji Za. Jika Berjanji jika Aku menyakitimu maka saat itu juga Tuhan akan mengambil nyawaku. Kau boleh menghukum ku apa saja asalkan jangan pernah meninggalkan ku. Pukul Aku, maki Aku jika itu bisa memaafkan ku."


Moza menggelengkan kepalanya, lalu ia membalas pelukan Rey dengan begitu erat. "Aku juga mencintaimu Rey. Aku memaafkan mu." ucap Moza dalam pelukannya. Ia akan mencoba untuk berdamai dengan hatinya. Semoga keputusannya tidak akan salah kali ini.


"Terimakasih Sayang, Aku tidak akan lagi mengecewakan mu. Aku berjanji," ucap Rey bahagia, ia mengecup kening Moza berkali-kali.


"Aku tidak membutuhkan janjimu Rey."


"Kau akan melihat buktinya nanti, Sayang," ucap Rey. Dan langsung mencium bibir Moza. Tepat di saat matahari hampir tenggelam sempurna.


***


"Aku tidak pernah mencintai seseorang. Aku terlalu takut untuk jatuh cinta. Kau lihat sendiri kan, cinta itu begitu rumit. Dan Aku tidak ingin berada di dalam kerumitan itu," ucap Dea.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mencobanya?" ucap Richie menoleh ke arah Dea.


"Hahh...."


***

__ADS_1


__ADS_2