Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 82


__ADS_3

Seorang pria nampak menitihkan air matanya melihat tayangan di media tentang pernikahan mantan tunangannya. Pria itu adalah Resya.


Walaupun ia sudah mengikhlaskan cintanya. Namun hati pria itu masihlah belum dapat move on dari gadis yang sangat ia cintai.


Via adalah gadis pertama yang membuatnya jatuh cinta. Begitu dalam cintanya, hingga ia begitu sulit untuk menghilangkan cinta itu.


Sedari tadi ponselnya berdering, namun pria itu masih enggan untuk mengangkatnya. Rey tahu itu dari Mamanya. Kegagalan pernikahannya membuat orang tuanya berniat untuk menjodohkan dirinya.


Dengan malasnya, Rey meraih ponselnya yang terletak di atas meja. Pria itu kini tengah berada di apartemen miliknya.


"Iya Mam, ada apa?"


"Sayang, Kau pulanglah, hari ini kita akan berkunjung ke rumah teman Mama. Kita akan makan malam bersama. Kau harus pulang, kalau tidak, Mama dan Papa akan mengeluarkan mu dari daftar keluarga." Ancam sang Mama. Resya hanya memutar bola matanya jengah, selalu saja ini ancaman yang Mamanya katakan. Namun Ia tidak bisa membantahnya, Rey begitu menyayangi keluarganya.


"Baiklah Mam, Rey akan pulang," ucapnya.


"Akhirnya, baiklah, kalau begitu Mama akan bersiap-siap, Kau jangan sampai terlambat," Mama terdengar begitu girang.

__ADS_1


"Iya."


Panggilan berakhir. Rey dengan malas harus menuruti perintah Mamanya. Ia pun mulai beranjak untuk kembali pulang ke rumahnya.


***


Malam ini adalah malam yang telah Mama Zara nantikan. Makan malam bersama, mereka telah mengosongkan salah satu restoran di kota.


Dua keluarga itu nampak sedang berbincang. Ada sosok gadis yang membuat Rey mematung di tempatnya.


Pria itu baru saja sampai di restoran yang keluarganya pesan tadi. Rey terlambat pulang, makanya ia langsung pergi ke restoran untuk menyusul keluarganya.


"Selamat malam, semuanya," sapa Rey. Dua keluarga itu langsung menoleh ke arahnya.


Gadis itu nampak terkejut. Lalu ia segera mengalihkan pandangannya dari Rey. Namun Rey terus saja menatapnya walaupun gadis itu tak menatapnya.


Rey mulai duduk di kursinya.

__ADS_1


"Sayang kenalkan, ini adalah Moza, putri Tante Azki dan Om Jordan." ucap Mama m Zara memperkenalkan Putri temannya.


Rey tersenyum, selama ini yang ia tahu Moza di besarkan di panti asuhan. Ia tidak pernah tahu bahwa Moza memiliki sebuah keluarga. Namun Resya akan menanyakan hal ini nanti.


Rey mengucapkan salam kepada orang tua Moza, Lalu pandangannya berakhir pada Moza yang masih menundukkan kepalanya. Ia menyunggingkan senyumnya.


Dua keluarga itu mulai menyantap makan malam. Setelahnya mereka menyuruh Rey dan Moza untuk saling berbincang. Sebenarnya mereka berniat menjodohkan putra putri mereka.


***


"Kenapa Kau tidak pernah mengatakan bahwa Kau bertemu dengan keluarga mu?" Rey mengawali percakapan. Sementara Moza menatap ke arah langit. Mereka berada di lantai dua restoran tersebut. Disana nampak pemandangan yang begitu indah dari lantai dua.


Moza masih menghindari tatapan Rey padanya. Sejujurnya ia sudah menebak, Rey pasti akan menanyakan hal ini padanya.


Moza menarik nafas pelan, lalu ia membalikkan badannya, Rey tengah berdiri tepat di belakang.


"Kenapa Kau baru menanyakan hal ini padaku sekarang? Kemana saja Kau selama ini? Kau tidak pernah mau tahu semua tentang ku Rey. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba Kau bertanya? Apakah karena Kau berpisah dengan cintamu, jadi sekarang Kau baru menyadari ada sahabat mu di sini?"

__ADS_1


***


__ADS_2