Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 76


__ADS_3

Dari Bandara, Bintang langsung membawa Via dan putranya ke rumah orangtuanya.


Bimo sudah menceritakan semuanya kepada keluarga Bintang. Saat ini Mama Papa tengah menunggu putranya di ruang utama. Mereka sangat bahagia ketika mendengar bahwa Via masih hidup, apalagi kini cucu mereka bertambah satu lagi.


"Sayang...," Mama langsung memeluk Via dengan tangis bahagia. "Mama sangat bersyukur Kau selamat nak. Maafkan putra Mama ya Sayang. Karenanya, Kamu harus menderita." Mama mengusap punggung Via dengan penuh kasih.


Kemudian Via memberi salam kepada Papa yang berdiri di samping Mama.


"Pa, terimakasih karena Papa sudah menampar putra Papa untuk Via beberapa tahun lalu." Canda Via, ia melirik kearah suaminya. Bintang telah menceritakan kepada Via segalanya.


"Papa bahkan hampir membunuhnya nak, kemarilah...," Papa langsung memeluk Via. Papa sangat bahagia. Ia sangat berharap kepada menantunya ini. Papa ingin Via selalu ada untuk Bintang. Agar putranya tidak bodoh karena Alesha waktu itu.


"Kau Putri Papa, jadi Papa harus melindungi mu, termasuk dari si bodoh ini," tangan Papa terangkat dan memukul kepala Bintang dengan pelan. Kemudian Papa juga memeluk Bintang. Papa bernafas lega. "Nak, teruslah bahagia, jangan meninggalkan satu sama lain. Kalian telah disatukan Tuhan dalam ikatan suci pernikahan. Itu bukan main-main, itu membutuhkan tanggung jawab besar, teruslah bahagia nak...," ucap Papa kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kau putra Papa...,"Papa menatap Bintang dengan hangat. Kau seorang pria, tugasmu adalah membimbing dan melindungi istrimu, membahagiakannya jangan sampai membuatnya terluka. Kau seorang pria... Kau harus memiliki sebuah komitmen yang kuat dalam berumah tangga. Kau mengerti?" Bintang mengangguk dengan senyuman pasti.


"Bi, Mama dan Papa sangat bahagia saat ini karena kalian kembali bersama. Kalian harus selalu menjaga hubungan kalian ya nak...," Mama dan papa menatap putra dan menantunya dengan kasih.


"Pasti Mam," ucap keduanya pasti.


"Mana cucu Mama dan Papa, kenapa kami tidak melihatnya?" Mama menoleh ke belakang mereka, namun tidak ada siapapun.


"Er di sini Nek...," teriak Er dari kejauhan, Er datang bersama Bimo.


"Lihatlah, cucu kita sangat tampan, Pa," ucap Mama menangis haru.


Mama dan Papa langsung memeluk Er. Mereka begitu bahagia, akhirnya keluarganya bersatu. Mama dan Papa menciumi seluruh wajah Er. Mereka sangat gemas dengan wajah tampan Er.

__ADS_1


"Nenek, Kakek, jangan mencium Er terus, Er kan sudah besar." ucap Er dengan begitu lucunya. Membuat semua orang tertawa, sementara bocah kecil itu mengerucutkan bibirnya, dan itu terlihat begitu menggemaskan.


"Malam ini menginap lah di sini, nanti sore Ax dan Eve akan datang kemari." Pinta Mama.


Bintang tersenyum mengangguk. "Baiklah," jawab Bintang, lalu ia pamit untuk istirahat.


"Er Sayang, mau ikut nenek dan kakek? Kami punya banyak mainan untuk Er," bujuk Mama Aya. Ia ingin memberikan ruang kepada Bintang dan Via untuk berdua saja.


Mendengar kata mainan membuat Er begitu girang, ia langsung menyetujui permintaan Mama Aya dan Papa Bryan.


Bintang masih memeluk pinggang istrinya, tangannya sesekali menjadi nakal, lalu ia pun menggendong istrinya.


Via sangat malu kepada Mama Aya dan Papa Bryan. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

__ADS_1


Mama dan Papa merasa bahagia melihat pemandangan di depannya. Kini mereka bernafas lega.


***


__ADS_2