Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 88


__ADS_3

"Bukan siapa-siapa, hanya seorang teman." jawab Moza singkat.


Mereka duduk saling berhadapan, di depan mereka sudah ada menu pesanan makan siang mereka. Mereka makan siang bersama.


"Za, apa Kau pernah jatuh cinta?" tanya Rey. Sebenarnya Rey hanya ingin tahu apakah Moza tengah dekat dengan pria saat ini.


"Pernah, Aku mencintainya dalam diam, hehehe." Moza tertawa. Ia sebenarnya mentertawakan dirinya sendiri yang mencintai sahabatnya sendiri.


"Kenapa diam-diam?" tanya Rey kembali. Ia berpikir mungkinkah Moza saat ini tengah mencintai seorang pria lain.


"Karena Aku tidak yakin dia akan membalas cintaku, makanya Aku mencintainya dalam diam. Dengan begitu Aku bisa mencintainya sebanyak yang ku mau, begitu sulit untuk menggapai cintanya," ucap Moza sendu, lalu ia tertawa untuk menutupinya.


Rey menyentuh pundak Moza dan tersenyum. "Semoga nanti Kau bisa mengutarakan cinta mu Za, Aku mendoakan kebahagiaan mu," ucap Rey tulus, walaupun dalam hatinya merasa tidak nyaman ketika Moza mengatakan telah jatuh cinta pada seseorang.


"Tentang ide orang tua kita, Kau tidak perlu khawatir, Aku akan mengatasinya. Kau teruslah mengejar cinta mu," Rey memberinya semangat. Ia selalu mendoakan yang terbaik untuk Moza.

__ADS_1


Moza hanya tersenyum. "Bukankah Kau tahu bahwa pria itu adalah Kau Rey, tapi Kau malah menyemangati ku untuk terus mencintaimu," batin Moza, ia kembali terkikik geli. Namun ia tidak tidak akan berharap lebih pada Rey. Sampai saat ini pria itu masih belum bisa move on dari Via.


***


Beberapa hari berlalu.


Bintang mengadakan sebuah syukuran di perusahaannya. Ia telah memenangkan beberapa tender besar. Bintang mengundang para petinggi beberapa perusahaan untuk hadir di pestanya. Tak lupa ia juga mengundang Rey dan Moza.


Moza memperhatikan Rey dari kejauhan. Rey sempat mengajaknya untuk berangkat bersama, namun Moza menolaknya. Ia beralasan bahwa akan datang bersama Dea temannya. Rey menyetujuinya karena mengetahui bahwa teman Moza perempuan.


"Jangan lupa untuk berkedip...," Dea menyenggolnya sembari terkekeh.


"Aku yakin Dia akan mencintaimu,"


"Hey, tutup mulutmu itu."

__ADS_1


"Aku yakin orang tua kalian akan berhasil dalam menjodohkan kalian," ucap Dea.


"Tapi dia tidak pernah mencintai ku De," ucap Moza sendu. Dea mengetahui perasaan Moza terhadap Rey, dan dia begitu mendukungnya.


"Itu bukan masalah yang besar. Yang terpenting saat ini dia singel." Jawab Dea dengan semangat.


"Iya sih, tapi hatinya masih terpaut pada seseorang. Jadi... menurutmu, apakah Aku harus terus berharap?"


"Tentu..." Jawabnya. Moza hanya menarik nafasnya panjang.


Dea adalah teman satu panti Moza waktu kecil. Setelah orang tua Moza menemukannya, keluarga Moza membiayai seluruh sekolahnya hingga tuntas. Dan kini Dea bekerja di perusahaan milik Papa Moza. Kenapa Moza tidak bekerja di perusahaan Papanya? Jawabannya adalah karena waktu itu ia berniat untuk mengejar cintanya.


"Sudah sana, ambil makanan sepuasnya. Aku tahu Kau begitu menyukai pesta seperti ini, Makanya Aku mengajakmu." ucap Moza dan di angguki oleh Dea dengan senangnya. Dea segera kabur dan memilih makanannya.


Rey memperhatikan tamu satu persatu. Ia nampak tengah mencari seseorang. Ya, dia memang tengah mencari Moza. Ia begitu penasaran siapa yang datang bersama sahabatnya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ada beberapa wanita yang mengajaknya untuk berfoto. Rey adalah pebisnis yang lumayan terkenal. Banyak wanita yang menyukainya, namun pria itu tidak pernah tertarik kepada siapapun, kecuali Via.


***


__ADS_2