
Via menatap keduanya dengan gemas.
"Apa kalian tahu, kalian terlihat sangat serasi malam ini," celetuk Via. Dan itu membuat Rey dan Moza saling membuang muka satu sama lain.
"Aku ucapkan selamat untuk kesuksesan perusahaan kalian. Maaf, tapi sepertinya Aku harus segera kembali, sekali lagi selamat untuk kalian," ucap Moza. Ia segera meninggalkan Via dan yang lainnya.
Rey memberikan sebuah hadiah kepada Via untuk hadiah pernikahan mereka untuk beberapa hari yang lalu. "Aku tidak tahu apakah kalian akan menyukainya atau tidak, selamat untuk pernikahan kalian. Maafkan Aku karena waktu itu tidak dapat hadir," ucap Rey.
Tangan Bintang meraih pinggang istrinya dan tersenyum kepada Rey. Membuat Via seketika menoleh suaminya sejenak, lalu ia tersenyum. "Terimakasih Rey." ucap keduanya.
"Kalau begitu Aku harus menyusul Moza, permisi," ucap Rey dan langsung meninggalkan kedua pasangan suami istri tersebut.
"Sepertinya mereka berjodoh," ucap Bintang menatap tubuh Rey yang perlahan mulai menghilang.
"Kau benar Sayang. Dan ku harap dia tidak menjadi bodoh karena cinta. Aku melihat binar cinta di mata Moza untuk Rey. Semoga Rey segera menyadari itu," imbuh Via, ia menggenggam hangat tangan suaminya.
***
__ADS_1
Rey mencari di mana Moza melangkah, namun ia tidak menemukan gadis itu. Hingga perhatiannya teralihkan pada sosok kerumunan orang yang saling bersorak. Ada tamu seorang aktor terkenal yang hadir di sana.
Rey menatap sekilas ke arah mereka, lalu ia pun kembali melangkahkan kakinya mencari keberadaan Moza saat ini.
"Kenapa dia cepat sekali menghilang?" gumam Resya.
Sementara itu sang aktor tengah menggandeng tangan seseorag perempuan. Perempuan itu nampak menundukkan kepalanya.
"Jangan menundukkan kepalamu, bukankah kita sudah sepakat hum," ucap sang aktor menaik turunkan alisnya menatap gadis di sampingnya.
Dia adalah aktor terkenal, namanya Richard Kevin, aktor tampan yang digilai banyak gadis. Dia juga yang mengiklankan produk di perusahaan Bintang.
Mau tidak mau gadis di sampingnya memaksakan senyumnya. Ia begitu kesal dengan sang aktor. Pertemuan tak di sengajanya beberapa Minggu yang lalu membuatnya begitu sial karena harus terikat janji, di karenakan gadis itu menabrak aktor itu di saat tengah berkencan dengan seorang wanita. Dan membuat teman kencannya salah paham dan menampar Richie di depan umum.
Richie meminta pertanggungjawaban dengan menyuruhnya untuk menjadi kekasih bohongan nya di depan media.
Gadis itu sempat menolak, namun Richie mengancamnya, dat membuat gadis itu tidak dapat berbuat apa-apa.
__ADS_1
Gadis itu mau tidak mau harus melakukan sandiwara tersebut. Dan kini, banyak wanita yang menatap iri kepadanya.
Richie menggenggam tangan gadis itu dan mengajaknya keluar dari pesta.
"Lepaskan tanganmu, kita sudah tidak berada di depan umum!"
"Baiklah-baiklah Sayang, Kau menang. Tapi Kau harus menemaniku ke suatu tempat malam ini," ucap Richie menatap gadis itu dengan tersenyum menggoda.
Namun gadis itu menatapnya tajam. Ia sungguh tidak habis pikir dengan Richie yang selalu saja merepotkan.
"Hei, kenapa Aku harus menemanimu? Kau bisa pergi bersama asisten mu itu. Kita tidak sedekat itu hingga Aku harus menemanimu!" ucap gadis itu begitu ketus.
Namun Richie begitu gemas melihat wajah kesal gadis di depannya. Kalau para gadis mengejar-ngejar dirinya, berbeda dengan gadis di depannya. Gadis itu begitu membuat Richie penasaran. Ia merasa jatuh cinta kepada gadis yang sedang kesal itu.
"Kenapa Kau sulit sekali untuk di taklukkan? Kau begitu berbeda dengan para gadis di luar sana, Kau tahu Aku jatuh cinta padamu, Moza." Richie berkata mengungkapkan perasaannya.
***
__ADS_1