Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)

Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)
Eps 107


__ADS_3

Sampai di rumah, Bintang menggendong istrinya menuju ke rumah. Sementara asisten Bimo dan sang supir hanya menggelengkan kepalanya. Mereka menjadi ingin memiliki seorang kekasih atau istri.


Bintang segera membawa tubuh Via memasuki bathroom. Saat ini mereka merendam tubuh mereka dengan air hangat.


Bintang memandikan istrinya, dan bergantian dengan Via. Namun itu hanya beberapa saat saja. Karena setelahnya mereka menyelami gairah cinta yang begitu indah.


***


Malam harinya...


Tiba-tiba saja Bintang kembali menginginkan memakan mie instan. Via sudah melarangnya. Kemarin Bintang sudah memakannya, tapi kenapa sekarang menginginkannya lagi? Apa suaminya melupakan perkataannya sendiri? Bintang begitu ngeyel ketika Via terus memperingatinya.


Karena melihat Bintang yang merajuk membuat Via akhirnya mau tak mau kembali membuatkan suaminya mie instan itu lagi.

__ADS_1


Setelah membuatkan mie instan untuk suaminya, Via memutuskan untuk tidur lebih awal. Hari ini ia merasa sangat lelah. Sementara Bintang menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Pukul dua belas malam, Bintang baru memasuki kamarnya. Ia membaringkan tubuhnya di samping istrinya, membawa Via kedalam pelukannya dan mendekapnya dengan hangat.


Pukul lima pagi, Via terbangun ketika mendengar suara dari dalam bathroom. Ia segera turun dari tempat tidur dan menuju bathroom. Pintu bathroom sedikit terbuka, Via memasuki bathroom dan melihat suaminya yang membungkuk di depan wastafel. Suaminya nampak begitu pucat dan muntah dan membuat Via panik. Tangannya memijat tengkuk Bintang pelan.


"Kenapa Kau begitu ngeyel, Aku sudah bilang padamu, jangan makan mie instan lagi. Aku sudah memperingatkan mu, tapi Kau begitu bandel. Sekarang siapa yang merasakan sakit? Kau mencari sakit mu sendiri, Kau mencari susahmu sendiri..., seharusnya Kau mendengarkan ku, Sayang," Mulut Via terus saja mengoceh, namun tangannya dengan lembut memijat pelan tengkuk suaminya.


Setelah Bintang sudah tidak muntah lagi, Via segera membawanya kembali ke tempat tidur. Ia membaringkan tubuh suaminya dengan hati-hati. Bintang memejamkan matanya, rasa pusing dan mual mengusiknya.


Via mengusap lembut wajah suaminya yang pucat. Keringat dingin membasahi kening suaminya. Dengan perhatian, Via membersihkannya. Via menatap wajah pucat suaminya dengan begitu sedih. Kenapa semalam ia mengizinkan suaminya memakan mie instan lagi? Via merutuki dirinya sendiri. Ia begitu menyesal.


Via mengusapkan minyak kayu putih ke tubuh suaminya. "Sayang, bagian mana yang sakit?" tanya Via menatap Bintang sedih. Suaminya hanya menggeleng, Ia masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Sayang, seharusnya semalam Kau mendengarkan ucapan ku...," ucapnya setelah membalurkan minyak kayu putih kepada Bintang. Via menaiki ranjang dan memeluk tubuh suaminya.


"Apa rasanya begitu menyakitkan, Sayang?" tanya Via yang ikut merasa menderita saat melihat Bintang yang masih memejamkan matanya.


"Tidak Sayang, Aku hanya merasa pusing dan mual saja. Sebentar lagi pasti akan sembuh," ucap Bintang pelan, ia masih memejamkan matanya.


"Mulai sekarang Aku melarangmu dengan keras agar tidak memakan mie instan lagi. Apapun alasannya, Aku tetap tidak akan mengizinkannya," ancam Via dengan tegas.


"Sayang, berhentilah untuk mengancam suamimu ini. Saat ini Aku sakit loh, apa Kau tidak kasihan padaku?" jawab Bintang dengan pelan, namun terkesan begitu manjanya. Via memeluk suaminya penuh kasih.


Tanpa terasa Via ketiduran saat memeluk suaminya.


Beberapa saat kemudian, Via mulai membuka matanya. Ia terkejut saat melihat siluet tubuh suaminya yang sudah rapi memakai pakaian kantornya.

__ADS_1


***


__ADS_2