
Pesawat mendarat dengan selamat, mereka telah sampai dibandara kota Bandung. Ternyata, para orangtua sudah menunggu mereka. Adel yang melihat itu langsung berlari dan memeluk Mama nya.
"Ah ya ampun, Adel kangen banget sama kalian" seru Adel sambil memeluk Mama dan ibu mertuanya.
"Kita juga disini, kangen banget sama kalian! Gimana liburannya? Enak?" tanya Mama. Adel mengangguk malu.
"Papa, Papa mertua Adel kangen" ujar Adel beralih memeluk Papa dan Papa mertua nya.
"Iya sayang, kita juga kangen banget sama kalian" sahut Papa. Sedangkan Papa mertua hanya tersenyum.
"Gimana De? Aman ngga?" tanya Papa sambil tersenyum.
"Aman banget Pa haha... Mungkin lagi proses" sahut Ade sambil tertawa.
"Kak Ade apaansi, udah yuk pulang! Adel capek" ucap Adel dengan wajah memerah. Mereka tersenyum dan menuju kediaman Wijaya.
***
"Kalian istirahat saja! Kalian pasti capek kan?" perintah Mama mertua.
"Ngga papa Ma! Adel masih kuat kok. Lagian Mama ada disini" sahut Adel.
"Ngga papa sayang, Mama juga mau bilang ini" sahut Mama.
"Yaudah deh Ma, Pa, Adel istirahat dulu ya" pamit Adel. Mereka hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Adel dimana Ma?" tanya Ade masuk kedalam rumah. Ade memang telat masuk, karena Adel ingin Ade lah yang membawa oleh oleh mereka.
__ADS_1
"Udah kekamar sayang, udah susulin sana" perintah Mama.
"Yaudah, nih oleh oleh buat Mama Lisa dan Papa Kevin" memberikan bungkusan.
"Astaga sayang, kalian tidak perlu repot repot begini! Kalian pulang dengan selamat saja sudah syukur" ucap Mama Lisa.
"Udah ngga papa Lis, terima aja" sahut Mama.
"Iya Ma, lagian kita ngga repot kok" ucap Ade.
"Yaudah makasi ya sayang" ucap Mama Lisa.
"Iya Ma, Ma ini juga ada oleh oleh untuk Mama dan Papa. Sekalian buat Aurel dan Rangga. Ade keatas dulu ya" pamit Ade.
"Iya sayang" Mama.
"Iya Lis, sering sering dong main kesini" ucap Vila.
"Pasti kok, yaudah Nis, Vil kita pulang dulu" ucap Lisa.
"Kita balik dulu Nis, Vil" pamit Kevin.
"Iya kalian hati hati ya" sahut Vila. Sedangkan Denis hanya tersenyum.
***
"Kamu udah tidur?" menghampiri Adel yang sedang tidur diranjang.
__ADS_1
"Iya kak, aku capek banget"
"Yaudah kamu istirahat aja!"
"Kakak ngga istirahat?" membuka mata.
"Istirahat yank! Tapi kakak masih ada urusan, kamu tidur duluan aja" mengecup kening Adel. Adel mengangguk dan kembali memejamkan matanya.
Ade mulai duduk disofa dan kembali mengaktifkan ponsel yang khusus untuk kantor. Dia memang membedakan ponsel pribadi dan kantor. Dilihatnya ada beberapa pesan dan panggilan masuk dari sekretarisnya.
"Apa ada masalah? Kenapa dia menelfonku berkali kali" bergumam. Ade belum membuka pesan dari sekretarisnya. Ade memilih membuka pesannya terlebih dahulu.
"Pak, mba Natalia selalu menanyakan tentang bapak! Dan saya menjawab kalau bapak sedang keluar kota untuk masalah bisnis" pesan dari sekretarisnya.
"Dan dia tidak percaya, dia masuk kedalam ruangan bapak! Setelah dilihatnya bapak tidak ada baru dia keluar dari kantor"
"Katanya juga dia akan kembali lagi" begitulah isi pesan dari sekretarisnya.
"Mau apalagi dia denganku?" bergumam. "Untung saja aku sudah memblokir no nya" bergumam lagi.
"Besok saya akan kembali kekantor! Ingat! Besok saya tidak ingin ada wanita itu dikantor! Apalagi masuk keruangan saya" membalas pesan. Ceklis dua, dan tak lama sekretarisnya membalas.
"Baik Pak, saya tidak akan membiarkan mba Natalia masuk" balas sekretarisnya. Ade kembali meletakkan ponselnya diatas meja, dan beranjak menuju ranjang.
'Haa~ (menghela nafas). 'Jangan sampai rumah tangga aku rusak, hanya gara gara dia' gumam merasa frustasi. Dilihatnya istrinya sedang tidur dengan pulasnya. Ade membaringkan badannya, lalu memeluk tubuh mungil istrinya.
-------------------------------------------------------------
__ADS_1