
Setelah Vila sampai dimeja makan, ternyata sudah ada Papi, Mami dan Indah. Dengan segera dia menghampiri nya.
"Selamat siang Pi, Mi, Ndah" sapa Vila sembari menatap mereka dengan tersenyum.
"Siang sayang... Sini duduk" sahut Mami menatap Vila tersenyum. Vila hanya mengangguk sembari tersenyum.
"Siang nak... Denis nya dimana nak?" sahut Papi menatap Vila.
"Denis masih diatas Pi! Sebentar lagi juga turun" ucap Vila tersenyum.
"Siang kakak ipar, enak ya pengantin baru! Dikamar mulu nih" sahut Indah meledek Vila. Vila yang mendengar itu hanya tersenyum dengan wajah yang memerah.
"Siang semua... Maaf Denis terlambat" sapa Denis sembari duduk disamping Vila.
"Siang nak... Engga terlambat kok" sahut Mami tersenyum.
"Siang kak... Gapapa kok telat! Kita juga ngerti sama pengantin baru" ucap Indah meledek Denis.
"Sok tahu banget sih Lu!" ucap Denis kesal.
__ADS_1
"Sudah sudah!! Mendingan sekarang kita makan! Keburu dingin" ucap Mami sembari mengambil kan makanan untuk Papi. "Sayang kamu ambilin untuk Denis ya Nak" ucap Mami menatap Vila tersenyum.
"Iya Mi" ucap Vila sembari mengambil kan makanan kesukaan Denis.
"Wah tumben masakan Mami lebih enak dari biasa nya" ucap Denis saat sudah memakan Ayam Semur nya.
"Wah benarkah sayang? Tapi sayang ini bukan masakan Mami" ucap Mami tersenyum menatap Vila. "Tapi masakan istrimu sendiri nak" ucap Mami sembari tersenyum senang.
"Wah kakak ipar memang the best" ucap Indah memberikan 2 jempol nya kearah Vila.
"Wah istriku memang hebat!" ucap Denis memuji Vila dengan senyum manis nya. Vila hanya tersenyum.
"Papi pandai kan mencari istri untuk Denis" ucap Papi sembari menaik turun kan alisnya dengan bangga. "Sudah cantik, baik, sopan, pintar masak lagi" ucap Papi memuji Vila sembari tersenyum.
"Iya sayang, justru itu! Zaman sekarang perempuan yang seperti itu sudah jarang ditemukan. Iya kan Mi" ucap Papi sembari menatap Mami.
"Benar sekali sayang! Kami bangga punya menantu seperti kamu" ucap Mami menatap Vila sembari tersenyum.
"Vila juga bangga punya mertua seperti Mami dan Papi. Sangat sangat baik" ucap Vila menatap mertua nya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Haha kamu bisa aja Nak! Yasudah ayo kita keruang keluarga! Ada yang ingin Papi bahas sama kalian" ucap Papi sembari beranjak dari duduk nya.
"Indah langsung kekamar ya Pi! Soalnya masih ada tugas yang belum Indah selesaiin" ucap Indah sembari tersenyum dan beranjak dari duduk nya. Papi hanya mengangguk dan tersenyum.
"Iya Pi, Vila beresin ini dulu!" ucap Vila ingin mengangkat piring kotor kebelakang.
"Sudah sayang, gausah! Biar Bibi aja yang beresin! Kita ikut Papi aja" ucap Denis sembari tersenyum dan memeluk pinggang Vila.
"Tapi... " ucapan Vila terpotong karena Mami sudah dulu memotong nya.
"Yang dikatakan suamimu benar Nak. Ayo kita keruang keluarga! Papi pasti sudah menunggu" ucap Mami sembari berjalan duluan. Vila hanya pasrah dan mengangguk.
"Lepasin tangan Loe! Gue bisa jalan sendiri!" ucap Vila menatap tajam Denis.
"Kan udah Gue bilang, kalau depan orang tua kita. Kita harus akur dan romantis! Dan ingat! Gue juga ngelakuin ini dengan TERPAKSA! jadi Loe gak usah ke GR an" ucap Denis kesal sembari berjalan meninggalkan Vila sendiri.
"Haa~" menghela nafas. "Kenapa Gue harus Nikah sama orang yang kaya dia" gumam Vila sembari menggerutuki nasib nya. Dan berjalan menuju ruang keluarga.
-
__ADS_1
-
-